
Hampir 12 jam Nugraha belum sadarkan diri. Tangan kanannya terpasang gips sebatas siku. Ada tulang yang retak namun tidak sampai harus operasi pasang pen. Di bagian dahi sebelah kanan ada luka jahitan,bagian lehernya terpasang alat penyangga. Dan beberapa luka lecet di kaki. Namun belum ada tanda-tanda Nugraha untuk siuman.
Ana yang menungguinya merasa khawatir.
"Kak Nug.....bangunlah....mau sampai kapan kakak akan tertidur. Aku takut Kak....."kata Ana. Walaupun Nugraha tak pernah membalas perasaannya,namun cinta Ana masih selalu ada untuk Nugraha.
Perlahan Nugraha mengerjapkan matanya. Sesaat matanya memicing merasakan silau dengan cahaya lampu yang menusuk indra penglihatannya.
"Aku di mana.....?" tanya Nugraha lirih.
Ana yang mendengar suara Nugraha segera bangkit dari tempat duduknya dan mengamati wajah Nugraha. Dirinya tak berani menyentuh Nugraha,takut jika Nugraha akan memarahinya seperti dulu.
"Kak Nug sudah bangun.....?" tanya Ana.
"Kamu siapa......dan aku di mana......?" tanya Nugraha lagi.
"Jangan banyak gerak dulu....sebentar aku panggilkan dokter." kata Ana sambil berlalu untuk memanggil dokter. Namun langkahnya terhenti karena Nugraha.
__ADS_1
"Jangan pergi.....temani aku. Aku takut......!" kata Nugraha. Ana merasa heran,karena biasanya Nugraha enggan untuk berdekatan dengan Ana. Namun pasca kecelakaan ini,Nugraha berubah dan tak mengenali Ana.
Ana mendekati tempat tidur Nugraha. Dan berdiri agak menjauh dari tubuh Nugraha. Namun tiba-tiba tangan Nugraha meraih tangan Ana dan berkata " jangan tinggalkan aku" sorot mata Nugraha meminta.
Ana menekan tombol merah diatas tempat tidur Nugraha untuk memanggil petugas. Tak selang berapa lama datang dr. Rudi dan dr. Harun beserta seorang perawat,masuk ke dalam ruangan Nugraha.
" Kak....lepaskan dulu tanganku. Ada dokter yang akan memeriksa kondisi Kakak...." kata Ana sambil melepaskan tangan Nugraha yang menggenggam tangannya.
Ana bergerak menjauh untuk memberi tempat kepada dr. Rudi. Dr. Spesialis Bedah yang menangani kasus Nugraha. Ana mendekat ke arah dr. Harun.
"Tunggu hasil pemeriksaan dr. Rudi ya....nanti akan di jelaskan." jawab dr. Harun sambil mengelus kepala Ana penuh kasih sayang.
Dr. Harun paham akan kekhawatiran Ana. Putri dari sahabatnya. Dan dr. Harun selaku direktur rumah sakit tersebut merasa perlu mendampingi Ana,yang sudah dianggap sebagai putrinya sendiri. Keduanya menunggu hasil pemeriksaan dari dr. Rudi.
Selang berapa lama dr. Rudi keluar dari ruangan Nugraha,dan mendekat ke arah dr. Harun dan Ana .
"Bagaimana kondisi kak Nug....dok?" tanya Ana.
__ADS_1
"Anda istrinya....?" tanya dr. Rudi kepada Ana.
"Dia Ana,putri dari Ilyas Rud...."kata dr. Harun menjelaskan..
"Oh maaf.....saya tidak tahu,saya pikir istri dari pasien. Oh....mungkin calonnya ya??" goda dr. Rudi. Usianya yang hampir sama dengan usia de. Harun,namun beliau type dokter yang senang bercanda.
"Saya di tugasi papa untuk menjaganya. Karena kak Nug adalah salah satu anggota papa. Keluarganya ada di pulau jawa dan belum di kabari,sehingga tidak ada yang menunggu." jelas Ana. Walapun sebenarnya Ana lah yang ingin menunggu Nugraha. Rasa cintanya begitu besar dan hatinya tak tega meninggalkan Nugraha dalam kondisi tak sadar.
" Oh baiklah. " jawab dr. Rudi.
"Jadi seperti ini......pasien saat ini mengalami amnesia,itu di akibatkan karena terjadi benturan kepala yang begitu kuat,sehingga otak mengalami goncangan. Dan memori untuk mengingat kejadian,mengingat orang sekitar,atau yang lainnya mengalami gangguan. Namun semua ini hanya bersifat sementara. Untuk saat ini cukup dampingi dan jangan terlalu banyak di arahkan untuk mengingat. Supaya pasien bisa istirahat dan bisa segera pulih. Nanti juga akan saya resepkan obat untuk vitamin otaknya. Supaya proses penyembuhan bisa maksimal." jelas dr. Rudi.
"Biasanya berapa lama bisa sembuh dok...?" tanya Ana lagi.
"Tergantung dengan seberapa parah cideranya. Tapi jika di lihat dari hasil rongsennya,sementara aman. Tidak ada tanda-tanda perdarahan juga."
Ana merasa sangat lega mendengar kondisi Nugraha. Dirinya berharap agar Nugraha segera pulih kembali,hanya satu harapannya. Jangan ingatkan memori Nugraha yang kemarin mengabaikannya. "Biarkan aku untuk selalu dekat dengannya,dan si cintainya ya Tuhan...."pinta Ana dalam doanya.
__ADS_1