
Keduanya telah sampai di asrama putra,karena kebetulan Satya meminta sopir taxi untuk mengantarnya ke sana.
Rose turun dari taxi setelah Satya turun terlebih dahulu melewati pintu yang sama. Tas Rose sudah di ambil alih oleh Satya sambil menunggu Rose keluar.
"Ongkosnya pak..." kata Rose setelah melihat argo yang tertera di mesin nya.
"Sudah di bayar mba....sama masnya. "jawab pak sopir.
"Oh ya pak....matur nuwun sudah diantar sampai tujuan sengan selamat" kata Rose mengucapkan terima kasih dengan senyum tuluanya.
"Sama - sama mba......." jawab pak sopir taxi,dan segera berlalu setelah kedua penumpangnya turun dari taxi nya.
"Wuih......tuan dan nyonya Satya udah sampai asrama. Habis sowan mertua Sat.....koq bisa bareng gitu?" tanya Toro menggoda keduanya.
"Hahahaha....iya nich......koq kamu tahu kalau aku habis pulang dari tempat mertua " jawab Satya seenaknya.
"Ngacau....."jawab Rose sembari memukul lengan Satya dengan tinjunya. Dan hanya di repson dengan senyuman Satya.
"Ngobrol dulu ya....aku masih kangen sama mba Rose" pinta Satya.
" Nggak ada.....aku mau langsung balik ke aspi. Mau berbenah dan istirahat ." jawab Rose singkat,sembari melepaskan tasnya dari pundak Satya.
" Ya udah....nanti sore kita makan di luar sekalian cari barang kebutuhan untuk di asrama. Nggak ada penolakan. Pulang gih....istirahat dulu ." jawab Satya sembari melepas kepergian Rose dari hadapannya.
"Nggak janji ya......lihat nanti aja. Makasih tumpangan taxinya." jawab Rose,sembari berlalu.
__ADS_1
"Ucapan terima kasih aku terima kalau nanti kita keluar bersama,nanti aku jemput ke aspi." jawab Satya mengeraskan suaranya,karena Rose sudah melangkah menjauh.
"Pemaksaan....." kata Rose sembari tersenyum dan berlalu.
Satya terkekeh mendengar perkataan Rose barusan. Hatinya sangat bahagia,karena hari ini bisa ketemu Rose secara kebetulan di stasiun. Satya merasa mendapat rejeki nomplok dengan bertemu gadis pujaannya.
"Kita makan dimana nich.....?" tanya Satya kepada Rose yang saat ini telah di jemputnya dari asrama putri.
"Aku lagi pingin yang panas dan pedes. Yang rekomended di mana ya...?" tanya Rose balik.
"Kita cari aja kalau gitu,nanti begitu lihat ada yang menggoda kita mampir aja." jawab Satya.
"Tapi kita belanja dulu aja,baru cari makan. Supaya bisa santai. " jawab Rose.
Pada dasarnya Rose butuh refresing,selama liburan dirinya merasa sangat suntuk. Apalagi setelah pertemuan dengan keluarga Nugraha. Rose merasa terforsir jiwa raga.
Keduanya berlalu keluar dari asrama putra. Sore yang cerah. Kendaraan juga lumayan ramai. Apalagi hari ini adalah hari terakhir anak kuliah libur semester. Tentu saja nampak aktivitas jalanan lebih padat dari pada biasanya.
Nasi goreng depan hotel melia purosani nampak begitu ramai. Tempat itu memang menjadi lokasi tongkrongan anak-anak kuliahan..Selain harganya yang terjangkau,masalah rasa boleh diadu. Apalagi variasi menu yang begitu beragam. Dan saat ini kedua insan itu saling duduk berhadapan menanti menu yang telah di pesan.
" Mba....ada salam dari ibu dan ayahku. " kata Satya membuka percakapan.
"Waalaikumusallam.....apa kabar beliau. Sehat-sehat kan ?" tanya Rose sembari menikmati lemontea panas di depannya.
"Alkhamdulillah sehat sich....mereka sangat terkesan dengan mba Rose. Kapan-kapan katanya mau main ke asrama menemui mba Rose." kata Satya.
__ADS_1
" Ketemu aku....?" tanya Rose kepada Satya sembari menunjuk dadanya dengan jari telunjuknya.
Di pandangnya wajah Satya sembari menilik kebohongan di pancaran netranya. Namun tidak ditemukan kebohongan dari netra Satya.
" Iya.....katanya kangen kepingin ketemu mba Rose ." jawab Satya lagi.
"Kalau ini sich pasti mengada-ada ." jawab Rose sambil melambaikan tangan kirinya di depan Satya.
"Ya udah kalau nggak percaya. Besok kalau ayah ibuku datang beneran jangan di cuekin lho ya....?" kata Satya.
Matanya melirik tangan kiri Rose. Disana sudah tidak ada cincin yang biasa di pakainya. Cincin emas putih dengan cristal bening yang berkilau,selama ini bertengger di jari manis Rose,namun kini tak nampak lagi.
Rose yang sadar arah pandang Satya,segera menarik tangannya yang sedari tadi berada di atas meja lesehannya.
"Kenapa.....koq tiba-tiba tangannya di umpetin?" tanya Satya sembari terkekeh melihat aksi Rose.
"Nggak ada....," jawab Rose tertunduk.
" Aku suka....." celetuk Satya ambigu.
"Suka apa....?" tanya Rose bingung.
Mata keduanya saling bertemu tatap. Dan Satya mengatakan kerinduannya dari sorot matanya. Di pandanginya wajah ayu Rose,bibir merah muda alami yang sensual dan netra hitam nan teduh,membuat gelenyar aneh di hati Satya.
Demikian juga dengan Rose. Lagi-lagi hatinya membohongi niatnya. Keinginan Rose untuk tak memikirkan masalah hati,namun relung paling dalam merasa begitu hangat dan tenang berada di dekat Satya.
__ADS_1
Mereka hanya berbicara dengan pandangan mata mereka. Keheningan tercipta,makan pun mereka membisu tanpa suara. Namun hati mereka begitu ramai merasakan gejolak yang membara.