
"Udahan kan bertengkarnya.....sekarang siap-siap ke ruang tindakan untuk pemasangan gips ." kata mba Amy.
"Nggak bertengkar mba.....hanya mendisiplinkan orang yang suka ngeyel. Sekali-kali harus di kerasin,supaya nggak lagi-lagi bikin jantungan orang lain." kata Satya sembari membantu Rose untuk tiduran di ruang tindakan.
"Apa sich.....dari tadi bilang aku......" Rose menjeda perkataannya karena mendengar ancaman Satya.
"Udah diem....apa mau nambah hukuman?" tanya Satya memotong perkataan Rose.
Amy tertawa mendengar perkataan Satya dan merasa aneh,Rose yang biasanya garang,tiba-tiba nurut dengan perkataan Satya.
"Udah siap......?" tanya dokter Yanti
"Udah Dok.....!" jawab Rose dan Satya kompak berbarengan.
"Nanti terasa sakit saat di reposisi ya.....mau teriak nggak mengapa,ruangan ini sudah di kasih peredam,jadi nggak bakal kedengeran dari luar. Tqpi jangan kenceng-kenceng teriaknya. Nanti telingaku yang jebol. " kata dokter Yanti sambil terkekeh.
"Nanti masnya bantuin pegang lengan tangan kakan pasiennya ya.....!" intruksi dr. Yanti dan di angguki oleh Satya.
Karena posisi berdiri Satya di samping kiri Rose,sehingga tubuh Rose seperti dalam rengkuhan tubuh besar dan tangan kekar Satya.
__ADS_1
" Oke......siap-siap kita reposisi. Ditahan sebentar sakitnya ya......" intruksi dokter Yanti.
Saat di reposisi Rose merasa sangat kesakitan. Dan tanpa sadar menggigit keras dada bidang Satya. Satya mendesis menahan sakit.
Gips telah terpasang. Nyeri yang ditinggalkan dari hasil reposisi masih terasa sangat ngilu.
"Saking empatinya,yang di gips cewwknya....masnya sampai ikut mendesis kesakitan." kata dokter Yanti menggoda Satya dan Rose.
"Lha memang sakit beneran ini dok.....pasiennya gigit dadaku tadi.."jawab Satya sambil tergelak. Rasa panas bekas gigitan Rose masih sangat terasa.
"Maaf......reflek tadi.....nggak sengaja gigit kamu ." jawab Rose nampak malu di tengah-tengah rasa sakitnya. Expresi wajahnya nampak lucu dan menggemaskan menurut Satya. Ingin rasanya menoel pipi Rose,namun di tahannya karena menjaga privacy mereka berdua.
Kini hanya tinggal Rose dan Satya berdua di ruangan itu.
"Kamu bener-bener kaya macan Rose......daging dadaku rasanya kaya sobek dech......" kata Satya sembari membuka 2 kancing bajunya dan mengintip dadanya.
Rose yang melihat tindakan Satya langsung menjerit.....
"Mau apa kamu.....kenapa mau buka baju segala ?" tanya Rose kaget.
__ADS_1
" Apaan sich....ini lho lmau nunjukin hasil karyamu Rose...."jawab Satya sambil memperlihatkan bekas gigitan yang Rose lakukan.
"Sakit ya....maaf ya.......habisnya sakit banget pas di reposisi tadi,jadi reflek gigit kamu. Tapi sumpah nggak sengaja." jawab Rose sembari mengelus bekas gigitannya di dada Satya dengan jari-jari lentiknya. Satya mendesis mendapat perlakuan manis Rose.
"Eh.....maaf sakit ya.....?" tanya Rose yang kaget mendengar Satya mendesis. Mata keduanya saling menatap dan terkunci untuk beberapa saat.
Satya meraih tangan Rose yang ada di dadanya dan membawa ke bibirnya untuk memberikan kecupan hangat di jari-jari lentik Rose.
"Nggak saki pas di elus tadi.....tapi rasanya sangat nikmat di sentuh tanganmu." kata Satya masih mengunci pandangan mata mereka.
Rose menarik tangannya dan menfalihkan pandangan matanya.
"Maaf aku menyakitimu........" kata Rose merasa bersalah.
"Kenapa minta maaf.... Kamu nggak salah. Tadi perlakuan lembutmu sangat aku suka." jawab Satya sembari mengelua puncak kepala Rose.
Rose mencebikkan bibirnya mendengar perkataan Satya. Dan itu adalah pemandangan yang menggoda Satya.
"Simpan bibirnya kalau nggak mau aku curi seperti tadi ." kata Satya di telinga Rose. Dan serta merta membuat rona wajah Rose berubah seketika. Entah apa yang di rasa Rose saat ini,yang pastinya perasaan malu di sertai desiran aneh yang sangat mengganggu.
__ADS_1