
Apel pagi hari ini,kesatuan batalyon A akan di kirim ke daerah konflik. Mereka akan segera di berangkatkan hari ini juga,dengan waktu yang belum bisa di pastikan akan kembali ke asrama batalyon. Kesibukan untuk persiapan keberangkatan pasukan nampak terlihat. Untuk seorang abdi negara memang harus siap sedia dengan segala tugas yang tiba-tiba harus di embannya.
Nugraha ingin berpamitan terlebih dahulu kepada Rose, untuk keberangkatannya tugas ke daerah pedalaman. Karena dari informasi kalau tugasnya tidak akan tahu sampai berapa lama.
Nugraha khawatir Rose menunggunya untuk saling berkomunikasi seperti biasanya. Dan yang pasti Nugraha ingin mendapat support dari Rose. Entah mengapa akhir-akhir ini,kerinduannya terhadap Rose sering kali muncul tiba-tiba. Apalagi dengan sikap Ana yang terkadang di luar perkiraannya,membuat hatinya tidak nyaman dan sering merasa berdosa kepada Rose..walaupun bukan atas perbuatannya,tapi Nugraha merasa seakan dirinya menyelingkuhi Rose.
Nugraha sudah menyelesaikan persiapannya. Nugraha menghampiri Agus temannya,dan mengatakan ingin keluar sebentar,karena takutnya komandan mencarinya.
"Gus.....ijin keluar sebentar,nanti kalau ada yang cari,aku ke wartel depan." kata Nugrahaenepuk bahu Agus sambil berlalu.
"Ok....mau ambil doping ya....semangat Nug...." kata Agus sambil melambaikan tangannya.
Nugraha berlalu sambil tersenyum. Bergegas Nugraha keluar komplek asrama untuk menuju wartel.
Sambungan telephon jarak jauh sudah tersambung. Ada suara wanita setengah baya di sebwrang telephon yang mengangkatnya.
__ADS_1
"Bu Ati.....saya Nugraha tunangan Rose. Bisa bicara dengan Rose sebentar Bu....?" kata Nugraha mengajukan permintaan.
"Rose mungkin sedang istirahat nak Nug...karena baru pulang jaga malam. Apa ada yang sangat penting,supaya bisa ibu sampaikan?" tanya Bu Ati. Beliau tidak ingin mengganggu istirahat Rose. Namun tak enak juga dengan telephon Nugraha yang ia tahu dari luar pulau.
"Penting nggak penting sich Bu....hanya mau berpamitan,karena dalam waktu yang belum bisa di tentukan saya akan dinas si daerah,makanya jika di ijinkan saya mau bicara dengan Rose sebentar." jawab Nugraha.
" Baik nak Nugraha....sebentar saya panggilkan" jawab Bu Ati. Terdengar suara Bu Ati lamat-lamat menyambungkan aiphone meminta untuk Rose turun menerima telephon.
Bergegas Rose bangkit dari istirahatnya,menyambar kardigan untuk menutupi baju tidurnya yang tanpa lengan. Rose berlari le lantai satu tepatnya kantor asrama,untuk menerima telephon dari Nugraha.
"Assalamuallaikum.....?" jawab Rose pada sambungan telephonnya.
"Sayang......maaf ganggu istirahatmu. Habis jaga malam ya......?" tanya Nugraha si seberang telephon. Rose melirik bu Ati karena panggilqn sayang Nugraha kepadanya.
"Nggak apa-apa Nug.....ada apa. Tumben jam segini telephon. Biasanya malam atau pas hari libur telephonnya ?" jawab Rose bersikap boasa saja. Rose tetap menjaga ucapannya untuk tidak mengungkapkan kata-kata mesra untuk Nugraha.
__ADS_1
Bukan karena tidak mau,tapi karena menjaga privacy supaya aman untuk pendidikannya.
"Sayang......aku hari ini akan di kirim ke daerah. Dan nggak tahu kapan kembali ke asrama batalyon. Aku khawatir nanti sayang menunggu telephonku dan berfikiran yang tidak-tidak karena nggak menghubungi sayang." kata Nugraha menjelaskan tujuan tepephonnya.
"Ya Nug....hati-hati dalam bertugas. Aku tunggu kabarmu kalau sudah pulang dari daerah. Tetep jaga kesehatan dan makan yang baik. Jangan khawatirkan aku. Di sini Bu Ati menjagaku dengan baik. Berterima kasihlah sama bu Ati Nug...."kata Rose sambil melirik bu Ati. Dan Bu Ati tersenyum bahagia namanya si sebut.
" Iya sayang.....aku akan selalu merindukanmu. Jaga diri baik-baik. Aku bertugas dulu ya sayang.....
Tunggu aku pulang!" kata Nugraha
" Iya....aku tunggu kepulanganmu. Selamat bertugas dan jangan lupa doa. Semangat Nug....."kata Rose menyemangati.
"Iya sayang.....aku tutup dulu,titip salam hormatku untuk Bu Ati. Aku tutup telephonnya dan selamat istirahat sayang.....!" kata Nugraha menutup pembicaraannya.
"Tunanganmu kelihatannya orangnya manja ya Rose,tapi sopan"kata bu Ati sambil tersenyum-senyum. Dan Rose hanya terkekeh mendengar komentar bu Ati. Kemudian Rose berpamitan untuk kembali istirahat.
__ADS_1
Sementara Satya yang saat itu menguping pembicaraan Rose,hatinya entah mengapa terasa sakit. Ternyata dia sudah bertunangan. Pagi tadi Satya merasa bahagia karena bisa berdekatan dengan Rose,namun kini seakan terjerembab,melihat kenyataan jika Rose sudah bertunangan.