
" Huft....." tubuh Rose terduduk di kursi taman depan kamar Satya kepalanya tertunduk. Tiba -tiba Rose terkekeh,kepalanya menoleh ke arah Adi yang masih mematung di balik jendela. Hanya kepalanya saja yang tampak,mengintip di balik korden.
"Sini keluar pakdhe......" kata Rose melambaikan tangannya.Kepalanya sudah kembali tegak. Di raihnya totebag berisi berkas-berkas tugas yang mau di foto coppy. Satya hanya mandangi Rose yang ada di dekatnya,namun seakan-akan nggak menganggapnya ada. Berbeda dengan beberapa menit yang lalu,yang begitu nyata bisa di sentuh Satya.
Adi keluar dari kamar Satya. Berjalan mendekat ke arah Satya dan Rose, sambil menyunggingkan senyum. Sedangkan Satya masih dalam mode bingungnya.
" Bagaimana pakdhe......actionku sudah lumayan kan,atau masih perlu di perbaiki?" tanya Rose kepada Adi. Adi terkekeh mendengar pertanyaan Rose.
"Hebat Rose....baru kali ini aku melihat May meninggalkan Satya dengan kekalahannya. Biasanya dia pergi dengan gaya arogan karena sudah bisa bikin cewek yang dekat sama Satya menangis." jawab Adi. Memang itu yang selama ini Adi dan teman-temannya lihat.
"Oke....aku menang brarti ya....mana bayaranku,lumayan buat bayar foto coppy tugas ." jawab Rose sambil tersenyum di balik tangan kanan yang menutupi mulutnya. Rose kembali ke mode tomboy yang selama ini di tutupinya.
"Jangan minta bayaran ke aku. Minta ke Satya itu....yang sudah kamu bantu lepaskan diri dari May." gelak Adi. Nampak ada kelegaan di sinar matanya. Setidak-tidaknya sudah ada yang berani melawan May. Semoga May nggak buat rusuh lagi.
"Makasih mba....udah bantuin aku. Untung mba Rose datang. Hampir saja aku lepas kendali untuk menamparnya. Emosi banget aku sama kepakuannya. !" jawab Satya. Kini dirinya sudah bisa menguasai keadaan. Rose pun memandangnya. Tiba-tiba dirinya merasa malu,mengingat actionnya tadi spontas memeluk Satya dan posisinya sangat intim. Padahal dengan Nugraha dirinya tak seberani itu.
Mengingat Nugraha Rose tersadar,kalau nanti Nugraha mau menelponnya. Rose harus segera ke tempat foto coppy dan segera pulang ke asrama untuk menunggu telephon Nugraha.
"Sama-sama. Semoga tadi bisa membantumu. Maaf....aku pergi dulu ya. Mau foto coppy tugas.." jawab Rose sambil bangkit dari duduknya dan meraih totebagnya.
"Aku antar saja mba....udah sore. Nanti malah pulang-pulang udah gelap. Sebentar aku ambil kunci motor dulu dan ganti celana panjang." jawab Satya sembari masuk ke dalam kamarnya untuk bersiap-siap.
__ADS_1
"Sekali lagi makasih ya Rose....kalau kamu nggak keberatan. Bantu Satya sampai benar-benar terlepas dari May."kata Adi meminta kepada Rose.
"Lihat saja nanti....kalau masih di perlukan,pasti aku bantu."jawab Rose. Keduanya berjabat tangan pertanda saling menyetujui rencana Adi.
Bersamaan dengan Satya keluar dari kamarnya. Kini Satya sudah berganti baju dengan menggunakan kaos sport warna navi.
" Mas Adi...aku pergi dulu ya....." pamit Satya kepada Adi.
"Pakdhe....aku tinggal dulu." kata Rose sambil berlalu berjalan beriringan dengan Satya menuju parkiran motor asrama putra,dan keduanya pergi berboncengan keluar dari halaman asrama.
Sambil menunggu hasil foto coppyan selesai keduanya duduk bersisian.
"Tapi nggak tahu juga nanti....kalau tahu tadi hanya sandiwara,pasti dia akan ganggu aku lagi. Jadi kemungkinan aku keluar dari kuliah sangat besar." kata Satya menerawang. Terbayang wajah kecewa ibunya dan kemarahan ayahnya begitu nyata.
" Kita lanjutkan sandiwaranya. Tapi kalau ada di dekatnya. Kalau di luar jangkauannya kita kembali seperti biasa." jawab Rose datar.
" Mba Rose....maaf ya. Aku sudah merepotkan mba....." kata Satya. Satya merasa senang karena Rose menawarkan kelanjutan sandiwara menjadi pasangan kekasih bohong-bohongan. Dan harapan terbesarnya semog berakhir nyata;ukan lagi bersandiwara.Di pandanginya gadis di sampingnya. Tak menyangka,dengan beratnya masalah yang di hadapi Rose,masih mau membantu kesusahan orang lain.
" Mba.....boleh tanya nggak.?" tanya Satya kepada Rose.
"Apa.....tanya aja. Kalau bisa aku jawab,kalau nggak bisa ya buat PR ya...." kata Rose. Pandangannya mengarah ke manik mata Satya. Dan Satya pun memandangnya. Satya menikmati pandangan mata Rose yang tajam,namun mampu menghangatkan hatinya.
__ADS_1
Sedang Rose membatin dengan keberanian Satya menatap nya.
"Apa....dari tadi aku tunggu pertanyaannya apa?" kata Rose mengalihkan atensi Satya yang sedang mencoba masuk ke dalam hati Rose.
"Kenapa mba mau membantuku?"tanya Satya
"Karena aku punya orang tua juga yang ingin aku bahagiakan. Walau aku tahu...harapanku sangat tipis untuk itu.." jawab Rose. Pikirannya menerawang. Saat ini yang di harapkan hanya pertolongan kekuatan dan mukjizat dari Allah.
"Kenapa bisa seperti itu mba....?" tanya Satya. Walaupun sedikit banyak Satya tahu masalah Rose,namun Satya mencoba menutupinya.
Belum lagi Rose menjawab,hasil foto coppy sudah selesai. Rose bangkit mengambil hasil foto coppyannya dan meraih dompet dalam tasnya untuk mengambil uang untuk membayar. Namun sudah keduluan Satya membayarnya.
"Udah mba...udah aku bayar. Mba mau belanja dulu apa lsngsung balik ?" tanya Satya sembari membantu Rose memasukkan foto coppy tugasnya ke dalam totebag.
" Langsung pulang saja. Brapa tadi.....biarcqku ganti uangnya." tanya Rose.
" Nggak usah mba....itu tak seberapa di banding dengan bantuan untukku. " jawab Satya..Lagi-lagi pandangannya menelisk ke dalam manik matq Rose,seakan mencari sesuatu di balik mata Rose.
Dan Rose sadar akan itu.
" Nggak usah menerka-nerka hatiku. Jalan aja. Kita pulang." kata Rose. Dan Satya tersenyum karena tindakannya terbaca oleh Rose.
__ADS_1