
Libur semester telah usai. Kegiatan kuliah akan segera di mulai lagi. Begitu juga dengan Rose yang harus kembali ke kota di mana dirinya akan menyelesaikan studinya.
Tekad nya kini kembali ia bangun, tugas utamanya adalah menyelesaikan kuliahnya dan mewujudkan impiannya menjadi wanita karir.
"Ayah.....Bunda....Rose pamit dulu. Doakan Rose selalu,untuk menjadi putri kebanggaan kalian.." kata Rose sambil memeluk kedua orang tuanya bergantian.
"Hati-hati ya Nduk......jaga diri baik-baik." kata Bu Rahayu sembari mengelus puncak kepala Rose.
"Iya Bunda.....Rose sayang Ayah Bunda. "jawab Rose. Kemudian Rose masuk ke dalam kereta yang akan membawanya ke kota tempatnya mengenyam pendidikan.
Kereta berlalu dengan lambaian tangan Rose kepada orang tuanya. Keberangkatannya membawa harapan baru untuknya. Membawa lembaran baru yang akan di isinya dengan menyiapkan diri meraih cita-citanya.
Selang hampir dua setengah jam dalam perjalanan,Rose sudah sampai di stasiun yang Rose tuju. Dihirupnya udara sebanyak-banyaknya dan di hembuskan perlahan.
"Akan aku mulai hidupku yang baru di sini. Dan akan aku lupakan juga segala kenangan yang telah aku lalui. Bismillah...." gumam Rose. Langkahnya begitu pasti keluar dari stasiun dengan membawa sejuta harapan yang besar,untuk mewujudkan impiannya.
*********
__ADS_1
Sementara Satya,yang saat ini juga kembali ke kota yang sama dengan Rose. Kali ini Satyapun menggunakan jasa kendaraan kereta api dari kotanya. Entah mengapa,biasanya dirinya lebih suka menggunakan sepeda motornya untuk pulang pergi dari kota tempatnya belajar ke kota tempat tinggal orang tuanya.
Langkahnya pasti keluar dari kereta api yang di tumpanginya. Dan berjalan ke arah luar stasiun.
Pandangan matanya menangkap langkah sosok gadis yang selama ini sangat mengganggu pikirannya.
"Eh....itu bukannya pangacau yang selalu menggangguku ya ?" gumam Satya.
Wajahnya nampak berbinar setelah yakin jika gadis yang berjalan di depannya adalah sosok gadis pengacau hatinya. Niat jahil tiba-tiba muncul dalam otaknya.
"Aku culik aja dia....biar tahu rasa. Seneng banget bikin aku nggak doyan makan dan nggak nyeyak tidur juga. " katanya sembari berlari kecil membuntuti gadis pengacaunya.
"Pak.....ikuti gadis itu dan katakan ini taxi yang akan mengantarnya ." kata Satya yang terlebih dulu meletakkan tasnya di dalam taxi,namun dirinya belum ikut di dalamnya.
Setelah taksi berada di dekat Rose,sopir taxi turun dan membuka pintunya.
"Mba.....naiklah. Ini taxi yang akan membawa anda ke tempat tujuan ." kata sopir taxi.
__ADS_1
"Maaf pak....saya tidak memesan taxi,saya akan menggunakan bus umum. "jawab Rose dengan membungkuk sopan.
"Tapi taxi nya sudah di pesan untuk mbae....." jawab sopir taxi lagi. Sengaja pak sopir mengalihkan perhatian karena Satya sudah mulai mendekat dari arah belakang Rose.
Di sentuhnya pundak Rose sembari berkata,
"Naik saja" perintah Satya.
Rose yang merasa tidak memesan taxi dan ada seseorang yang memegang pundaknya secara reflek menarik tangan yang berada di pundaknya dan bersiap membanting penguntit di belakangnya. Ilmu bela diri yang di milikinya selalu mengajarkan untuk selalu waspada.
Satya spontan merengkuh pinggang Rose yang akan membantingnya,dan berbisik di telinga Rose
"Galak amat Yu Rose.....!" kata Satya.
Rose mendengar namanya di sebut reflek menengok ke arah sumber suara,dan hampir saja hidung mungil yang mancung miliknya, bertubrukan dengan anggota tubuh yang sama dari pemilik suara.
"Ish....kamu mengagetkanku saja. " cemberut Rose yang kemudian melepas tangan Satya dan segera naik ke dalam taxi di depannya.
__ADS_1
"Makasih ya pak....kita jalan ke asrama keperawatan xxx ." kata Satya.
Hatimya sangat bahagia bisa bertemu dengan Rose walaupun tanpa sengaja. Gadis yang selama liburan ini sangat-sangat mengganggu pikirannya.