Mencintai Dalam Diam

Mencintai Dalam Diam
MDD episode 90


__ADS_3

Sudah dua hari ini Nugraha dalam perawatan di rumah sakit. Kesadarannya belum pulih. Ingatannya masih kacau dan masih sering mengeluh pusing.


"Kamu siapa....?" lagi-lagi pertanyaan yang sama terlontar dari mulut Nugraha.


"Aku Ana Kak.....aku gadis yang mencintaimu,dan akan selalu mencintaimu. Kakak istirahat saja,jangan banyak berfikir yang macam-macam. Nanti kakak tidak sembuh-sembuh." jawab Ana dengan telaten dan kasih sayang.


"Aku kenapa....tanganku kenapa.....?" tanya Nugraha lagi,masih dalam kebingungannya.


"Kakak kemarin jatuh,dan tulang di tangan kakak retak. Ini kakak di pasang gips supaya tangannya tidak banyak bergerak. " jawab Ana dengan pelan.


"Aku tulis namaku di sini ya Kak.....?" kata Ana. Ia ingin mengalihkan perhatian Nugraha dengan mengajaknya berinteraksi.


"Mau tulis apa?" tanya Nugraha masih bingung.


Ana menuliskan kata-kata "Ana cintanya Nugraha" di gips warna putih yang membalut tangan Nugraha.


" Ana cintanya Nugraha.....Ana cintanya Nugraha...." Nugraha mengucapkan berulang-ulang sambil membaca tulisan yang menempel di gips tangannya.


Bersamaan dengan itu muncullah sepasang suami istri setengah baya masuk ke kamar perawatan Nugraha. Bu Maria dan pak Yudha datang mengunjungi putranya. Ana kaget,"darimana orang tua Kak Nugraha tahu kalau kak Nugraha di rawat." pikirnya. Dirinya bangkit dan menyalami sepasang suami istri tersebut.


Melihat kondisi putranya,bu Maria langsung menghambur memeluk Nugraha.

__ADS_1


"Apa yang terjadi padamu Nak....kenapa bisa seperti ini, mama sudah bilang berkali-kali untuk selalu berhati-hati dalam berkendaraan.Kenapa kamu abaikan pesan mama....!" kata Bu Maria sambil menangisi Nugraha putra sulungnya.


"Mama....papa.....aku kenapa. Tanganku kenapa.....mama kenapa menangis?" tanya Nugraha kepada bu Maria.


Bu Maria semakin histeris. Di pampahnya keluar ruangan oleh pak Yudha untuk menenangkannya.


"Mama jangan seperti ini,mama harus kuat. Nug nggak apa-apa. Mungkin karena kecelakaan itu membuat memori ingatannya belum baik." kata pak Yudha menenangkan. Sementara Nugraha nampak bingung melihat mamanya.


"Kak....sebentar ya...ada mama papa kakak yang datang,Ana ke sana dulu untuk menemuinya ya...?" kata Ana membujuk Nugraha supaya Ana di ijinkan meninggalkannya sebentar.


"Jangan lama-lama....aku takut....!" kata Nugraha lagi.


"Iya....Ana hanya sebentar..." jawab Ana. Kemudian Ana berlalalu dan mendekati kedua orang tua Nugraha.


"Bagaimana kejadiannya nak Ana...kenapa anak saya bisa celaka?" tanya Bu Maria.


"Maaf ibu...bapak....kami tidak tahu persis kejadiannya,karena kami kebetulan menemukan kak Nugraha sudah tergeletak di jalan raya dalam kondisi tidak sadarkan diri. Namun menurut saksi mata,Kak Nugraha menghindari orang yang tiba-tiba menyebarang,dan membuat kak Nugraha jatuh dari motornya. Saat ini kak Nugraha mengalami amnesia. Tapi sifatnya hanya sementara. Dalam artian bisa kembali pulih normal seperti sedia kala." jawab Ana panjang lebar.


"Ya Tuhan.......anakku....kenapa kami tidak di kabari?" kata bu Maria. Melihat kondisi putranya,bu Maria hanya bisa menangis.


"Maafkan kami Bu....Pak....kami memang belum sempat mengabari. Karena kami terlalu fokus untuk menangani kondisi kak Nugraha terlebih dahulu Bu..... "

__ADS_1


"Baru rencana hari ini kami akan mengabari bapak dan ibu. Tapi malah bapak dan ibu sudah sampak disini terlebih dahulu." kata Ana sekaligus ingin tahu dari mana kedua orang tua Nugraha bisa mendengar berita kecelakaan Nugraha.


"Iya....pada awalnya kami juga tidak tahu. Tapi setelah Rose mengabarkan,kami segera datang ke sini,ingin tahu kondisi Nugraha" jawab pak Yudha.


" Rose....dari mana dia tahu Nugraha kecelakaan,apa ikatan batinnya begitu kuat?" monolog Ana dalam hati.


Kemudian pak Yudha menceritakan semuanya,dari bagaimana Rose yang mengkhawatirkan Nugraha sampai Rose nekat menelphone ke asrama kesatuan,sehingga Rose tahu jika Nugraha mengalami kecelakaan.


"Makanya tanpa ada info dari sini,kami nekat datang,ingin mengetahui kondisi Nugraha." jelas pak Yudha. Hati Ana merasa ciut. Hubungan Rose dan Nugraha sangat kuat. Sampai Rose bisa medapatkan firasat dengan kejadian kecelakaan yang menimpa Nugraha.


Bu Maria bangkit menghampiri putranya. Hatinya sudah lebih tenang.


"Nug.....apa masih pusing ?" tanya bu Maria mendekati putranya. Di ciumnya luka di kening putranya yang terbungkus perban dengan penuh kasih sayang.


" Mah....Nug pingin pulang."kata Nugraha sambil mengedarkan pandangan matanya ke segala penjuru.


"Nug cari siapa.....itu papah di sana?" kata bu Maria sambil menunjuk arah pak Yudha yang ada di posisi kaki Nugraha berdiri berdampingan dengan Ana. Namun pandangan mata Nugraha masih terus saja mencari.


"Gadis itu mana Mah...?"tanya Nugraha menatap bu Maria.


"Gadis yang mana....itu ada nak Ana berdiri di dekat papa." jawab bu Maria.

__ADS_1


"Bukan dia Mah....gadis yang biasanya bareng mama mana?"tanya Nugraha lagi.


"Rose.....yang kamu maksud Rose.....Dia belum bisa datang Nug....sabar ya. Rose sangat sayang sama kamu....kamu harus cepat sehat ya....." jawab Bu Maria. Di elusnya tangan Nugraha. Sekilas Bu Maria melihat tulisan di gips yang membalut tangan Nugraha. Bu Maria memandang Ana penuh tanya.


__ADS_2