
"Mba Lose......" suara gadis kecil memanggilnya serta mengulurkan tangannya untuk minta di gendongnya. Reflek Rose mengangsurkan tangannya dan menggendong gadis kecil nan lucu. Pipinya yang tembem dengan rambut hitam bergelombang,hisung mungil minimalis namun runcing menambah kesan imut untuk si gadis kecil.
"Assalamuallaikum......adek cantik siapa namanya......?" tanya Rose sambil memainkan pipi gembul,gadis kecil dalam gendongannya,dengan jari telunjuknya.
"Indi.....!" jawab gadis kecil di pangkuannya,dengan mode manja,sembari memainkan kepang rambut Rose yang menjuntai berada di pundak kanannya.
Rose merasa beruntung dengan adanya gadis kecil yang berada dalam pangkuannya. Kecanggungan yang saat ini tengah melanda,sedikit banyak teralihkan olehnya.
"Windi nggak boleh saru.....masa rambut mba Rose buat mainan.....!" kata lembut seorang ibu untuk gadis kecil di pangkuan Rose.
"Sini.....Windi di pangku mas Satya saja. Nanti rambut mba Rose kusut lho.....buat mainan seperti itu !" seru Satya sambil mengambil alih gadis kecil bernama Windi,ke dalam pangkuannya.
"Mba Rose......coba tebak....mana yang ibunya mas Satya.....?" kata seorang ibu sembari tersenyum ramah ke arah Rose. Pandangan mata Rose beralih memandang ke arah seorang ibu yang memanggil namanya,dan di edarkannya ke arah seorang ibu dan bapak yang tengah memandangnya dengan senyum ramah.
__ADS_1
Rose menggelengkan kepalanya. Karena Rose memang tidak tahu. Ada dua orang wanita yang hampir seumuran dan wajah yang mirip. Seorang ibu yang usianya terlihat lebih tua terkekeh melihat wajah bingung Rose.
"Perkenalkan namaku Bu Dwi,ibu dari Satya.....dan yang ini Bu Tri,buliknya Satya......!" kata Bu Dwi memperkenalkan diri sembari mengangsurkan tangannya.
Rose kembali menjabat tangan mereka sambil mencium punggung tangan. Dan terakhir menjabat tangan lelaki dewasa seusia ayah Rose yang menyebutkan namanya Maulana sebagai ayah Satya.
"Saya Rose....lengkapnya Rosmala Dewi " jawab Rose sembari memperkenalkan dirinya.
"Makasih banget ya mba Rose.....sudah membantu anak kami dari masalah. Waktu itu ibu sempat menangisinya,karena tiba-tiba minta ijin keluar dari kuliah. Alkhamdulillah ada mba Rose menolong anak saya ." kata bu Dwi.
"Tapi kan kenyataannya seperti itu mba....Satya orangnya temperamen. Kalau sampai Satya menyerah dan sampai ingin keluar luliah,artinya masalah yang di hadapi serius." jawab Bu Tri.
"Intinya kami sangat berterima kasih kepada mba Rose,sudah mau menolong anak saya. " sambung Bu Dwi lagi.
__ADS_1
"Sama-sama Bu....kami berteman. Tak ada salahnya saling tolong menolong. "jawab Rose.
"Saya juga sering merepotkan Satya. Contohnya hari ini. Satya jadi mas ojek saya." sambung Rose sambil tersenyum. Keluarga Satya sangat welcome dan familiar. Sehingga obrolan bisa mengalir nyaman.
"Mas ojeknya siap setiap saat mengantarkan,apalagi yang diantar bidadari cantik ya Sat....?" sambung pak Maulana menimpali,dari tadi hanya menyimak dan sekalinya berkomentar sungguh di luar dugaan. Ternyata ayah Satya type orang yang senang bercanda.
" Betul Yah.....jadi kang ojek seumur hidup juga mau,hanya saja takut nanti di tembak pak polisi." jawab Satya sambil memperhatikan raut wajah Rose.
"Maksudnya apa Sat.....?" tanya bu Tri penasaran sambil memandang Satya dan Rose bergantian.
"Nggak ada Bu.....Satya hanya senang mengada-ada ." jawab Rose sambil mencubit kecil pinggang Satya.
"Ach sakit Rose........"desis Satya sambil meremas jari-jari Rose yang bertengger di pinggangnya.
__ADS_1
Mereka tertawa melihat kelakuan kedua remaja yang bertingkah absurd di depan mereka.
Windi si gadis kecil juga ikut tertawa padahal tak tahu apa yang terjadi di antara mereka. Dan hal itu membuat yang berada di ruang tamu itu tertawa semakin berderai.