Mencintai Dalam Diam

Mencintai Dalam Diam
MDD episode 62


__ADS_3

Ana berkutat di meja kantornya. Banyak sekali tugas pelaporan yang harus di selesaikan. Diantaranya adalah tentang pengiriman logistik untuk para anggota yang sedang berdinas di daerah konflik.


Entah karena skenario komandan atau tidak,Nugraha di tunjuk untuk mengelola perencanaan segala kebutuhan logistik anggota, dalam kesatuannya.


Mau tidak mau sering terjadi komunikasi antara Ana dan Nugraha. Perasaan enggan di hati Nugraha harus di kesampingkan,mengingat harus bekerja secara profesional. Apalagi untuk kepentingan bersama.


"Nug....ini daftar kebutuhan dari kompi 3 sudah tercatat semua. Kapan pengajuan ke kantor pusat?" tanya Agus.


" Semua daftar sudah masuk, dari kompi yang lain. Segera terhubung dengan kantor pusat supaya segera di kirim,sebelum kebutuhan kita benar-benar habis." jawab Nugraha.


"Aku lelah Gus.....ingin segera selesai dan segera pulang ke pusat."komentar Nugraha lagi. Waktu 2 bulan dalam tugas di daerah konflik sangat memforsir tenaga dan juga pikiran.

__ADS_1


"Kita butuh refresing Nug....kalau nanti kita selesai bertugas,semoga ada waktu untuk cuti. Supaya kita bisa pulang kampung. Udah kangen emak bapak ini." bincang keduanya.


" Semoga kalau dapat cuti berbarengan dengan libur semesteran Rose,udah kangen berat aku. Hampir 2 tahun nggak ketemu. Akumerasa berdosa banget sama Rose,mengikatnya tapi komunikasipun sangat jarang. Untung Rose orangnya dewasa dan pengertian." kata Nugraha,sambil mengerjakan tugas-tugasnya,merekap semua kebutuhan seluruh anggota untuk di kirim ke kantor pusat.


"Tapi kan udah ada gantinya...tiap hari bisa komunikasi walaupun untuk urusan kebutuhan anggota."jawab Agus menggoda.


"Asal kamu....kalau komunikasinya dengan Rose senanglah aku....tapi ini justru dengan orang yang sebenarnya ingin sekali aku hindari."jawab Nugraha.


"Ngaco kamu Gus....sama aja kamu nyumpahin hubunganku sama Rose supaya nggak langgeng." jawab Nugraha sewot.


"Kata siapa aku nyumpahin hubunganmu sama Rose nggak langgeng. Tapi kita kembali ke takdir Allah Nug....kita manusia hanya bisa berencana,tapi tetep Allah yang menentukan. Kalau takdir Allah kamu bertunangan dengan Rose tapi berjodoh dan menikah dengan putri komandan,mana bisa kamu mengelak...

__ADS_1


Suami istri saja bisa cerai,apalagi baru bertunangan Nug......"jawab Agus panjang lebar. Semua yang di katakan berdasarkan fakta yang sering terjadi.


"Diam luh....bikin aku takut aja. Merinding nich aku...."kata Nugraha sambil meraba tengkuknya yang tiba-tiba meremang.


"Udah....kita fokus ke tugas kita dulu. Kita pulang selamat aja kita sangat beruntung. Semoga Allah masih mempertemukan kita dengan orang-orang terkasih kita Nug...."jawab Agus.


"Aamiin." jawab Nugraha.


"Ya Allah.....lindungi kami dari segala mara bahaya,kembalikan kami dalam kondisi sehat, pertemukan dan satukan perasaan kami dengan orang-orang terkasih. Jaga Rose untukku ya Allah....."doa Nugraha dalam hati. Mendengar kata-kata Agus hatinya bagai tersayat belati,tiba-tiba ada perasaan perih,takut dirinya tak akan kembali bertemu dan bersanding dengan Rose.


Hatinya saat ini benar-benar merindukan Rose. Terbayang perpisahannya kala itu,dan terngiang kata-kata Rose yang akan menunggu untuk dihemput dan di halalkan.

__ADS_1


"Aku akan mewujudkan mimpi kita Rose....kita harus berjuang bersama-sama." monolog Nugraha dalam hati menguatkan perasaannya.


__ADS_2