
Enam bulan berlalu. Nugraha telah menyelesaikan pendidikannya. Tuan Yudha dan Bu Maria sekeluarga menghadiri wisuda putra sulungnya.
Sore itu,aiphone asrama putri lantai 2 blok 2 berbunyi. Salah satu penghuni asrama menerima aiphone tersebut.
Tok....tok....tok....
"Masuk.....pintu nggak di kunci..." jawab Rose dari kamarnya. Hari ini Rose naik jaga malam. Sedangkan ke - 3 temannya jaga sore. Pintu kamar terbuka dan muncullah Margaretha.
"Yu Rose.....di minta turun Bu Ati ke kantor asrama segera..... Kata beliua 10 menit lagi akan ada telpon dari keluarga" Margaretha teman seasrama Rose mengabarkan.
"Ya....makasih Retha...."Rose segera bangkit dari kursinya,merapikan diri sebentar dan segera berlari ke arah kantor asrama yang berada di lantai satu.
Bu Ati yang baru saja keluar dari kantor dan hendak menutup pintu,terkejut karena kedatangan Rose.
"Ish.....bocah ini....ngagetin aja" kata Bu Ati sambil bergaya mau menjitak Rose.
"Hehehe....maaf Bu....takut terlambat." jawab Rose sambil cengenegesan.
"Ya udah....kamu masuk. Sebentar lagi ada telpon buatmu Rose,ibu mau ke dapur ngecek menu sore ini. Sekalian titip kantor ya Rose....."perintah Bu Ati.
"Baik Bu...." jawab Rose.
__ADS_1
Tak berselang lama terdengar bunyi telepon. Rose segera mengangkat panggilan tersebut.
"Selama sore asrama putri rumah sakit PR dengan Rose.....ada yang bisa kami bantu?" jawab Rose sesuai prosedur penerimaan telephon di suatu instansi.
"Selamat sore Rose.....ini Mama...."jawab bu Maria di seberang sana dengan suara lembutnya.
"Iya Mah.....ini Rose,apa kabar Mah.....semuanya sehat?"jawab Rose begitu mendengar sambungan telepon dari Bu Maria .
"Baik Rose.....kami semua baik san sehat." jawab bu Maria
"Alkhamdulillah....🤲🤲🤲
"Begini Rose.....seminggu lagi mamah sama papah dan Arya mau ke Makasar. Masmu Nugraha selesai pendidikan. Kamu ikut ya Rose.....!" pinta bu Maria melalui sambungan telephonnya.
"Berapa hari Mah....di Makasarnya?" tanya Rose menegaskan.
" Satu minggu Rose.....kamu mintalah ijin untuk acara penting ini ya....!" perintah bu Maria kepada Rose.
"Maaf Mah..... Minggu depan Rose jadwalnya untuk semeteran. Kelihatannya nggak bisa Mah.....
Pasti Rose akan ketinggalan ujian nantinya kalau ikut ke Makasar......"jawab Rose. Ada penyesalan di hatinya karena tidak bisa menghadiri acara wisuda sahabatnya dan sekaligus kekasih hatinya.
__ADS_1
"Rose sebenarnya ingin ikut Mah....Tapi jadwalnya bersamaan dengan ujian Rose.
Tolong sampaikan maaf Rose ke Nugraha ya Mah.......Rose bener-bener tidak bisa ikut. " jawab Rose dengan suara pelan penuh penyesalan.
"Ya bagaimana lagi.....semoga Nug bisa mengerti. Mungkin kamu mau menitipkan surat buat Nug,nanti biar kami mampir ke asrama buat ambil suratmu." jawab Bu Maria memberikan solusi.
"Boleh Mah.....nanti aku bikin surat permintaan maafku untuk Nug. Maaf sekali lagi ya Mah.....
Rose tidak bisa ikut walaupun sangat ingin ikut." jawab Rose. Suaranya sedikit bergetar,karena ada rasa takut mengecewakan Nugraha.
"Hei.....kenapa anak Mamah koh malah nangis....?
Nggak apa-apa kalau nggak bisa ikut. Semuanya penting. Tapi lebih penting ujianmu. Nanti Mama jelaskan ke Nugraha juga. Udah.....jangan nangis. Belajar saja yang giat ya....supaya nilanya bagus."jawab bu Maria sambil mensupport Rose. Bu Maria paham. Rose pasti ingin ikut mendampingi Nugraha wisuda.
"Iya Mah.....makasih banget ya Mah....
Mamah bisa ngertiin Rose." jawab Rose lega. Walaupun isak tangisnya masih terdengar.
"Ya sudah....hanya seperti itu saja. Nggak usah di pikirkan. Fokus saja untuk ujiannya. Mama tutup dulu ya telponnya."jawab bu Maria di ujung teleponnya.
"Iya Mah....salam buat Papa dan dek Arya juga keluarga yang lain," jawab Rose. Dan di letakkannya gagang telepon setelah mendapat jawaban salam dari bu Maria.
__ADS_1