
Memasuki area asrama dan menuju pos penjagaan. Bertemu dengan teman-temannya yang bertugas saat ini.
"Darimana Nug,koq wajahmu tampak berseri-seri.....?" tanya Bripda Agus,teman seangkatan Nugraha.
"Dari wartel....telephon keluarga." jawab Nugraha.
"Kenapa harus di wartel,bisa koq telephon lewat telephon batalyon" kata Agus lagi. Yang merasa aneh dengan Nugraha. Harus telephon lewat telephon luar.
"Nggak papa....sekalian cari udara di luar,lagian kalau telephon di sini, pasti kamu gangguin" jawab Nugraha sambil tersenyum.
"Wah....telephon pacar ini pasti...... Pantesan wajahnya tampak gembira,ternyata habis dapat doping." kata Agus terkekeh.
"Bisa aja kamu......"jawab Nugraha mengulum senyum, dengan bersemu merah.
"Jatuh cinta......berjuta rasanya......" Senandung Agus dan mendapat tinjuan di lengannya. Keduanya tergelak.
"Orang mana.....?" tanya Agus lagi.
"Siapa.........?" jawab Nugraha balik bertanya.
"Pacarmu Nug.....orang mana.....?"seru Agus dengan wajah emosi.
"Hahaha......aku nggak punya pacar Gus...." jawab Nugraha masih dengan senyumnya.
__ADS_1
" Pastinya.....calon mantu komandan. Mana berani punya pacar." gelak Agus mengolok Nugraha.
"Asal aja.....aku nggak punya pacar. Yang aku punya calon istri. Aku udah bertunangan." jawab Nugraha tegas.
" Beneran apa...?" jawab Agus kaget.
"Kapan kamu tunangan.....bukankah selama dinas kita belum pernah balik ke kampung kita,mana bisa seperti itu?" jawab Agus masih belum percaya.
"Aku bertunangan tanpa kehadiranku. Tunanganku aku lamar di wakili mama papaku." kata Nugraha serius..
"Dia bisa terima seperti itu....nggak nuntut harua ketemu kamu?" tanya Agus penasaran.
"Nggak.....kami sudah saling percaya. Karena kami sudah bersahabat lama. Tapi menyadari kalau kami saling jatuh cinta saat aku berangkat pendidikan." jawab Nugraha.
"Nggak Gus....waktu itu Rose sedang ujian semester. Jadi nggak bisa datang. Dan liburan semesternya waktu itu aku gunakan buat ngelamar dia." jawab Nugraha.
" Gercep kali kau Nug......memang dia kuliah dimana....sapa tadi namanya?" tanya Agus antusias.
"Rose......namanya Rose. Teman SMA ku,dan kami dulu satu kelas,bahkan 1 bangku. Sekarang dia masuk kuliah tingkat 2 di Akademi Perawat di kota Jogja. "jawab Nugraha bangga.
"Mantap......!" kata Agus mengacungkan 2 jari jempolnya kepada Nugraha.
"Kenali aku dong....sapa tau nanti aku bisa dapat temennya juga. Kita sama-sama punya istri perawat,!" jawab Agus.
__ADS_1
"Nanti aku kenalkan, kalau Rose datang ke sini." jawab Nugraha lagi.
"Kapan dia kesini.....?" tanya Agus.
"Nanti.....pas pengajuan nikah kantor. Dia pasti akan ke sini." jawab Nugraha yakin.
" Sudah dekatkah......terus bagaimana dengan anak komandan,kelihatannya doi naksir berat tuch sama kamu......." kata Agus menggoda Nigraha.
"Mana bisa......nggak mungkin lah itu.....ngarang aja kerjaanmu Gus......." kata Nugraha.
"Kapan aku ngarang. Jelas-jelas kelihatan koq.....
Saat berhadapan sama kamu,cara memamndangmu penuh damba. Selalu mencuri-curi pandang ke kamu Nug......
Apa kamu nggak sadar akan itu....." tanya Agus. Selama ini mereka sering mengamati cara pandang putri komandannya kepada Nugraha. Terlihat sangat jelas kalau putri komandannya menaruh hati kepada Nugraha.
"Komandan juga nampak beda ke kamu Nug.....tampak lebih sayang dan perhatian." kata Agus lagi.
" Aku nggak merasa tuch....beliau tampak sama ke kita. Perasaan kalian saja itu. Lagi pula aku juga sudah punya tunangan. Nggak mungkin aku menghianati tunanganku." kata Nugraha lagi.
"Selamat sore kak Nug....kak Agus.." sapa seorang gadis melewati pos penjagaan.
"Sore dek Ana....dari mana?" tanya Agus menjawab sapaan Anastasya sang putri komandan. Panjang umur,baru di bicarakan sudah muncul.
__ADS_1
"Dari rumah. Oh ya kak Nugraha.....nanti di minta Papa ke rumah setelah apel sore."kata Anastasya sambil berlalu.Agus dan Nugraha saling berpandangan.