Mencintai Dalam Diam

Mencintai Dalam Diam
MDD episode 93


__ADS_3

Sebulan berlalu. Kesehatan Nugraha sudah di nyatakan membaik. Amnesia yang di deritanya sudah dinyatakan sembuh walaupun belum total. Nugraha sudah mengingat semuanya kecuali ingatannya kepada Rose.Namun hubungannya dengan Ana justru semakin menghangat. Nugraha sudah mulai beraktifitas seperti sedia kala,namun masih belum di ikutkan untuk kegiatan di lapangan atau di kirim ke daerah konflik.


Sedangkan pak Yudha dan Bu Maria sudah kembali ke pulau jawa,seminggu setelah Nugraha sudah tidak dalam perawatan. Kala itu....


"Nug.....kondisimu sudah membaik,hampir 2 minggu juga mama dan papa di sini. Besok mama papa mau kembali ke jawa,jaga diri dan jaga hati,hidup di perantauan harus selalu berhati-hati,jangan gegabah dalam mengambil keputusan. Dan ingat Nug.....ada seseorang yang tengah menungumu." kata Bu Maria mengingatkan. Dan perkataan Bu Maria sebenarnya mengundang tanya dan menjadi teka-teki buat Nugraha.


"Siapa yang menungguku Mah.....ada hubungan apa denganku ." pertanyaan Nugraha menelisik,ingin mengetahui siapa yang di maksud mamanya.


Apa ada kaitannya dengan gadis yang selalu hadir dalam mimpinya. Samar kemunculannya dalam mimpi,hanya sinar matanya yang sangat tajam yang selalu membayanginya. Ada tanya dalam hatinya "siapa dia sesungguhnya"


"Nug....sebenarnya kamu sudah bertunangan dengan Rose,teman SMA mu. Sekarang dia masih kuliah di jawa dan tidak bisa menengokmu ke sini. Tapi justru dari Rose lah mama dan papa tahu kalau kamu kecelakaan beberapa waktu itu." di ceritakan semuanya kepada Nugraha hal yang terjadi,berharap Nugraha segera mengingat kembali hubungannya dengan Rose.


"Tapi kekasihku namanya Ana mah.....mamah nggak nggak lagi bohingin Nug kan....dan mamah nggak lagi jodoh-jodohin aku sama gadis lain kan Mah...."jawab Nugraha dengan keras.


"Pertanyaan dan tuduhan macam apa itu Nug.....apa kamu juga sudah lupa dengan tabiat mamamu sendiri,racun apa yang sudah kamu makan sampai-sampai kamu berani ngomong kasar ke mama." jerit bu Maria. Hatinya sangat sedih mendengar tuduhan putra kesayangannya.Dan muncul perasaan sakit hati,namun mengingat kondisi putranya Bu Maria mencoba mengalah dan berusaha memahami perasaan putranya.

__ADS_1


"Karena mama nggak setuju hubunganku dengan Ana kan....?" kata Nugrha. Suaranya meninggi.


"Sudah-sudah hentikan.....aku nggak mau kamu ngomong kasar ke mamamu. Dan yang mamamu katankan adalah kenyataan Nug. Tapi semua terserah ke kamu. Semua resiko kamu yang tanggung. Jangan sampai tuduhanmu ke mama membuatmu menyesal di kemudian hari." jawab Pak Yudha melerai keduanya.


Hari itu juga Pak Yudha dan Bu Maria pulang ke Jawa. Walaupun dengan perasaan yang masih mengganjal,namun mereka berfikir dan berharap semoga kesehatan Nugraha benar-benar pulih seperti sedia kala dan mengingat semuanya.


Kepulangan pak Yudha dan Bu Maria di antarkan oleh Bribda Agus menuju bandara,atas perintah pak Ilyas sebagai komandan dari kesatuan Nugraha dan Agus berdinas.


"Nak Agus.....apakah nak Agus satu divisi dengan anak kami Nugraha?" tanya Pak Yudha.


"Benar Pak...kami satu divisi dan satu angkatan juga waktu pendidikan. Maaf Pak....Bu.....saya hanya sekali menemui Nugraha saat sakit. Karena saya ada tugas luar dan semalam baru pulang,jadi belum sempat menjenguk Nugraha lagi." jaqab Agus merasa tidak enak dengan orang tua Nugraha.


"Apa nak Agus tahu....sejak kapan Nugraha dekat dengan nak Ana putri dari pak Ilyas." sambung pertanyaan Bu Maria.


Sekilas Agus melihat ke arah spion depan dan mengamati Bu Maria,dan tatapannya mengandung tanya.

__ADS_1


"Maksud pertanyaan Ibu bagaimana ya ....maaf. Saya agak kurang paham dengan pertanyaan Ibu." tanya Agus ingin meyakinkan pertanyaan Bu Maria.


" Begini nak Agus....Nugraha pasca kecelakaan mengalami amnesia. Dan sebagian memorinya seperti hilang,Nug lupa...termasuk dengan statusnya yang sudah bertunangan. Dan anehnya lagi,saat ini dirinya mengatkan kalau kekasihnya adalah Ana, putri dari pak Ilyas komandannya.." jelas pak Yudha mengurai kebingungan Agus.


"Nug melupakan Rose pak....?" tanya Agus.


"Mana mungkin dia lupa,selama ini Nugraha begitu mencintai Rose. Bahkan Nugraha sudah meminta Rose untuk mengirim berkas pengajuan pernikahan Pak....!" jawab Agus. Dirinya benar-benar kaget dengan penuturan orang tua Nugraha.


"Ya Tuhan.....bagaimana ini Pah....kasihan Rose." jerit bu Maria. Matanya berkaca-kaca mendengar penuturan Agus.


" Untuk Ana....sebenarnya selama ini dia selalu mengejar Nugraha pak...bu....namun tak pernah di tanggapi oleh Nug. Makanya saya kaget,jika Nug sekarang mengklaim Ana adalah kekasihnya." jawab Agus masih dalam keterkejutannya.


"Kita lihat perkembangannya nanti saja Mah....jangan gegabah ." jawab pak Yudha. Sepertinya beliau tengah mengingatkan kembali pembicaraannya kemarin dengan istrinya.


"Saya titipkan anak saya nak Agus....bantu dia untuk mengingat kembali tunangannya. " kata Bu Maria. Wajahnya nampak sangat bersedih.

__ADS_1


"Akan saya coba ibu....semoga Nug memorinya segera pulih sempurna." jawab Agus mencoba menghibur bu Maria.


Sepeninggal orang tuanya Nugraha selalu kepikiran dengan kata-kata dari mama papanya. Apa benar jika dirinya sudah bertunangan. Apakah ada hubungannya dengan gadis bermata tajam yang selalu hadir di mimpinya.. Memikirkan hal itu Nugraha kembali merasakan pusing di kepalanya.


__ADS_2