
Nugraha masih bermain dengan pikirannya. Sekelebat bayangan kebersamaannya dengan Rose, manakala masih di bangku sekolah kembali melintas. Rose adalah tempatnya untuk berkeluh kesah. Dan perkataan Rose yang menasehatinya membawa ketenangan di hatinya. Perkataan Rose selalu membawa solusi.
"Rose.....aku merindukanmu....sangat merindukanmu...." gumam Nugraha tak di sadarinya terucap dari mulutnya.
"Cie.....yang lagi rindu berat,sampai nggak nyadar juga ada temen di dekatnya." kata Bribda Agus sambil terkekeh. Pikir Agus " ternyata orang jatih cinta seperti orang gila ya....tak sadar lingkungan dan bisa ngomong sendiri" batinnya.
" Gus....." Nugraha mendesah. Dari wajahnya nampak sarat dengan beban pikiran.
"Kenapa Nug....jangan tegang sepertj ini, rilek aja. Kalau ada masalah sampaikan saja. Siapa tahu aki bisa bantu solusi. Apa berkaitan dengan komandan. Hari ini kamu disuruh menghadapnya kan?" tanya Agus menebak kegundahan Nugraha.
Dengan kedua tangannya Nugrahq menyapu wajahnya untuk mengusir kegelisahannya. Setelahnya Nugraha menceritakan semua yang dialaminya saat memenuhi panggilan dari komandannya.
"Hahahaha.....kenapa koq malah stres begitu Nug....harusnya seneng lah kamu....sebentar lagi aku punya teman calon mantu komandan." kata Agus sambil tergelak. Agus merasa lucu dengan kefrustasian Nugraha.
"Kamu dapat rejeki nomplok tapi malah bingung. Seharunya seneng dong.....
Jangan lupa traktir temen kalau dapat rejeki ." kata Agus sambil memukul lengan Nugraha.
Nugraha hanya diam saja dengan pukulan temannya. Bahkan Nugraha sampai kepalanya tertunduk di berbantalkan tangan kirinya,dan tangan kanannya memukul meja berkali-kali. Sama persis seperti waktu masih di SMA,jika dirinya mengalami dilema. Dan tangan Rose yang mengelus punggungnya akan meredakan kegundahannya kala itu.
"Rose.......!' Nugraha menyebut nama Rose. Agus merasa heran bercampur kasihan kepada Nugraha. Tak tahu apa yang harus di lakukannya.
"Telephon Rose sekarang,kalau itu akan membuatmu tenang Nug." saran Agus.
__ADS_1
"Jangan sampai tugas kita berantakan karena pikiranmu yang sedang tidak bagus." katanya lagi.
Nugraha mengangkat kepalanya. "Mungkin ini yang terbaik." pikirnya.
Nugraha menekan tombol nomor telephon yang sudah sangat di hafalnya.
Tut.....tut.....tut.....
"Halo selamat malam asrama putri PR dengan Bu Ati." sahutan telephon Nugraha diterima ibu asrama Rose.
" Selamat malam Bu....saya Nugraha tunangan Rose. Apa kami bisa bicara sebentar Bu....?" tanya Nugraha dalam telephonnya.
"Maaf ya mas....kami mohon jangan mengganggu anak asrama kami,karena kami punya peraturan." jawab Bu Ati melindungi anak asramanya.
"Baik....saya kasih kesempatan,tunggu sebentar" jawab Bu Ati.
"Baik Bu....saya tunggu."jawab Nugraha. Jari-jarinya ia ketuk-ketukkan di meja dekat telephon. Wajahnya nampak tidak sabaran.
Lamat-lamat ia mendengar suara dari ujung telephon walaupun tidak jelas. Nugraha menejan tombol loudspeaker di pesawat telephonnya.
"Assalamuallaikum......ini dengan Rose." jawab Rose dari seberang telephon.
"Rose....ini aku Nugraha...."
__ADS_1
"Iya Nug.....kamu kenapa,kamu baik-baik saja kan?" jawab Rose dengan tenang.
"Katakan kalau ada yang perlu di bicarakan,supaya hatimu lega."jawabnya lagi. Nugraha menceritakan semuanya tentang tugas yang di berikan komandan kepadanya tanpa ada yang di kurangi atau di lebihkan.
Rose mendengarkan semua keluh kesah Nugraha dan perasaannya, yang saat ini membebani pikirannya sampai selesai.
"Nug.....bukankah tugas yang diberikan komandan adalah sebuah perintah buatmu. Lakukan dengan profesional. Jangan pernah membawa perasaan dan main hati untuk sebuah tugas. Tepis semua pikiran negatif yang muncul.
Aku percaya dengan hatimu. Janga sia-siakan kepercayaanku. Lakukan dengan baik tugasmu sesuai koridor pekerjaanmu.
Nug kan hanya bertugas mengawal,komandan tidak menugaskan untuk menjadi kekasih putri komandan kan....?" kata Rose dengan lembut.
" Bekerjalah dengan baik....aku menunggumu. Jangan pikirkan apapun. Aku percaya....kalau Nug bisa membawa diri,dan memegang janji. Demi cita-cita kita. Hatiku hanya untukmu. Dan hatimu hanya untukku. Selamat bertugas Nugrahaku......" Rose memberi semangat dengan kata-katanya untuk Nugraha.
"Iya Rose....aku sudah lega. Terimakasih sudah selalu ada untukku. Boleh aku bicara dengan Bu Ati." tanya Nugraha.
Rose mengulurkan gagang telephon kepada Bu Ati,yang saat ini berada di dekat Rose mengawasi. Dan telephon asrama pun sudah di loud speaker karena curiga. Itu semua di lakukan bu Ati untuk menjaga anak-anak asramanya.
"Hallo mas Nug....." jawab Bu Ati lebih lunak di bandingkan awal menerima telephon.
" Hallo Bu Ati....saya nitip Rose. Saya benar-benar tunangan Rose. Dan saya tidak akan mengganggu Rose sampai Rose lulus kelak. Terimakasih atas waktunya. Lain waktu saya akan berkomunikasi dengan Bu Ati jika di ijinkan." kata Nugraha di dalam telephonnya.
" Baik Mas Nugraha. Maaf kalau perkataan ibu tadi agak kasar." jawab Bu Ati.
__ADS_1
"Tidak mengapa ibu. Itu semata-mata karena tanggung jawab Ibu. Sekali lagi titip Rose. Selamat malam"Nugraha mengakhiri sambungan telephonnya. Ada perasaan lega yang tergurat di wajahnya.