
"Buat apa mengorbankan cita-cita untuk orang yang nggak penting Sat.....abaikan saja cewek seperti itu ." kata Madi. Ia sangat paham posisi Satya. Menghadapi perempuan yang tak tahu malu terkadang bikin pusing kepala. Harus ada orang ketiga yang bisa memukul mundur.
"Itulah mas....kadang aku pusing kalau ada May,baik di kampus atau di asrama. Nggak punya urat malu dia. Udah tiap kali di tolak dan di hindari,masih juga ngejar. Pakai cara apa lagi coba buat nyingkirin dia." kata Satya frustasi.
"Nggak usah menghindar Sat....manfaatin aja dia. Minimal kamu bisa ngerasain tubuhnya lah.....asetnya itu lho Sat.....bisa bikin kamu jadi bayi sehat ." kata Bima sambil terkekeh.
"Tapi kamu jadi bayi sehat keberapa,yang dapat nutrisi dari sumbernya langsung !" kata Jati tanpa expresi. Kaum adam kalau sudah kumpul obrolannya terkadang rusuh.
"Nggak lah....takut dosa aku tuch...." jawab Satya
__ADS_1
"Sok alim luh......nanti kalau udah ngerasain,nagih lho....."kata Adi. Mahasiswa tertua yang sudah berkeluarga. Jangan terkejut,karena Adibadqlah salah satu mahasiswa kiriman dari instasi rumah sakit tempatnya bekerja. Makanya dia berstatus suami,bukan lajang lagi.
" Satya sampai kepingin keluar dari kuliah,penyebabnya May itu selalu melabrak cewek-cewek yang di deketin Satya. Kasihan cewek-cewek yang di deketi Satya selalu jadi tumbal kegilaan May. Menurutku bukan cinta tuch si may...tapi terobsesi sama Satya." kata Jati. Bukan rahasia lagi kalau May selalu mengejar cinta Satya.
" Wah....berarti cewek yang deket sama kamu harus yang pemberani tuch Sat.....harus cari yang sama-sama kuat dan berani ngelawan May !" kata Bima menimpali perkataan Jati. Pembicaraan bergeser dari rencana refresing ke masalah Satya. Mereka menyayangkan jika harus kehilangan teman sampai keluar dari kuliah gara-gara teror dari cewek gila.
"Bukannya akhir-akhir ini kamu lumayan deket sama Si Rose itu ya Sat....apa Rose di labrak May juga ?" tanya Adi.
"Seandainya mba Rose yang mengejarku,aku pasti sangat bahagia. Aku tak perlu menghindar,justru aku semakin mendekatinya." monolog hati Satya.
__ADS_1
"Apa iya Satya suka sama macannya aspi,wah....aku punya saingan ini. Padahal udah aku incar sedari masuk kuliah dia,cuma sulit mendekatinya." komentar Bima. Sebenarnya selama ini Bima tertarik dengan Rose. Tapi melihat wajah Rose yang begitu dingin, Bima enggan mendekatinya. Padahal teman-teman Rose banyak yang tebar pesona jika di depan Bima.
"Sayangnya mba Rose udah punya tunangan seoarang angkatan. Sekarang baru dinas di luar pulau jawa. Dan untuk minta tolong ke dia,aku juga nggak berani lah....." jawab Satya sedikit lesu.
"Udah kalah duluan ya Sat....tapi jangan pesimis. Siapa tahu kamu bisa jadi ban serepnya." ceplos David.
" Aku denger dia juga pinter masak ya....kita ajak sekalian aja ke rumah Budi liburan besok. Lumayanlah....kita bisa makan enak. " usul Bima. Sekaligus Bima ingin mencoba mendekatinya jika Rose ikut bergabung. Bima adalah mahasiswa senior. Saat ini sudah di tingkat 3 dan sebentar lagi selesai kuliahnya. Tinggal menunggu ujian akhir.
"Boleh juga....ajak aja temen-temen aspi yang lain. Siapa tahu mereka ingin ikut juga. Supaya tambah ramai." jawab Adi si bapak tua.
__ADS_1
Akhirnya kesepakatan sudah pasti. Mereka akan bersantai sejenak outdoor di desa pinggiran pantai.