Mencintai Dalam Diam

Mencintai Dalam Diam
MDD extra part 11


__ADS_3

Sepeninggal Nugraha dari asrama Rose membuat gadis itu sedikit terguncang hatinya. Pertahanan yang Rose bangun untuk menguatkan hatinya melupakan kenangan bersama Nugraha,kembali terbuka. Rasa perih di hatinya bagaikan luka lama yang tertoreh dan meninggalkan luka yang kembali menganga.


"Apakah kamu masih mencintainya mba....?" tanya Satya membuyarkan diamnya Rose.


"Entahlah Sat....yang jelas aku tak mau lagi mengingat kejadian itu. Biarlah dia bahagia dengan jodohnya. Walaupun aku merasa terluka,tapi aku yakin luka itu akan sembuh dengan sendirinya. Mungkin ini sudah takdirku." jawab Rose. Pandangan matanya menerawang.


"Bagaimana kalau kita keluar sore ini. Mungkin mba Rose butuh udara segar untuk menenangkan diri ." usul Satya.


" Boleh juga Sat.....aku benar-benar merasa sangat penat." jawab Rose.


"Teman-teman ada yang mau ke pantai malam ini. Bagaimana kalau kita ikut mereka saja. Mumpung malam minggu,kita bisa pulang besok pagi seperti mereka.." kata Satya mengusulkan.


" Ya.....boleh lah....." jawab Rose.


Walaupun idenya sedikit gila,karena harus keluar asrama dan tidak kembali sampai keesokan harinya,namun karena malam minggu kebanyakan anak asrama kembali ke rumah,membuat peraturan terkadang di langgar oleh para penghuninya.


Debur ombak memecah keheningan malam. Angin pantai yang dingin pun tak menyurutkan sepasang muda-mudi yang saat ini tengah berkecamuk dengan pikiran penatnya.


Rose dan Satya duduk kursi bambu di sebuah warung-warung terbuka di pinggiran pantai. Warung yang biasanya di gunakan para penjual makanan di siang hari untuk menjajakan makanannya.

__ADS_1


" Mba.....apa aku boleh bertanya sesuatu ?" ucap Satya mengurai diam diantara mereka.


"Bertanyalah Sat.....apa yang ingin kamu ketahui lagi tentang aku ." jawab Rose.


" Apa benar kalau kita sudah di takdirkan untuk berjodoh,seperti yang mba sampaikan tadi manakala mantan tunangan mba datang?" tanya Satya sembari mengamati Rose.


Walaupun malam temaram,namun sinar bulan masih mampu membuat netra Satya melihat wajah Rose dengan jelas. Dan malam ini Rose nampak begitu cantik di mata Satya.


" Entahlah Sat......aku hanya menjawab sesuai dengan kata hati saja. Maafkan aku kalau perkataanku tidak berkenan di hatimu." jawab Rose sembari mengayun-ayunkan kakinya di kursi bambu tempat duduk mereka. Kedua tangannya menopang tubuhnya di samping kanan kiri badannya.


"Andai yang mba Rose sampaikan adalah kenyataan,aku sangat bahagia. Dan itu yang aku harapkan selama ini." jawab Satya sembari mengamati wajah Rose.


"Tapi aku nggak mau kamu menjadi tempat pelarianku Sat....." jawab Rose sembari memandang wajah Satya.


Pandangan mata mereka saling beradu. Masing-masing mencari kejujuran dari setiap lisan yang terucap.


Seperti ada yang menggerakkan tangan Satya,di sentuhnya pipi mulus Rose dengan lembut dan perlahan bergeser ke bibir sensual Rose. Di usapnya dengan ibu jarinya. Suasana malam yang dingin seakan mendukung kedua insan berlainan jenis itu untuk menyalurkan perasaannya lewat sentuhan yang tercipta.


Rose menunduk,dirinya sangat malu. Namun sensasi yang di berikan oleh tangan Satya di wajahnya memberikan kehangatan yang selama ini berasa beku.

__ADS_1


Tanpa di sadari,kepala Rose telah bersandar di pundak Satya. Di nikmatinya rasa yang begitu indah yang dirasakan keduanya. Satya merengkuh pundak Rose dan membawanya ke dalam pelukannya.


"Apa kamu benar-benar mencintaiku Satya.....?" tanya Rose sembari mendongakkan kepalanya yang berada dalam dekapan Satya.


"Apa penantian dan perhatianku selama ini masih kurang meyakinkan hatimu Rose ?" tanya Satya sembari mendaratkan sebuah ciuman kecil di kening Rose.


Rose menahan nafas untuk menetralisir perasaannya. Ciuman Satya si keningnya yang dirasakan begitu dalam,seakan menyalurkan kehangatan tersendiri,yang mampu mencairkan hatinya yang selama ini membeku. Tanpa di sadarinya,kedua tangan Rose yang tadinya menjuntai bebas,kini melingkar di dada Satya yabg bidang,meniknati kehangatan yang Satya berikan.


Keduanya berpelukan begitu erat. Satya merasa kini hati Rose sudah dalam genggamannya.


" Ijinkan aku mencintaimu dan mengisi hari-harimu untuk selamanya Rose....?" bisik Satya di telinga Rose.


Rose hanya mampu mengangguk,mengiyakan perkataan Satya. Hatinya kini benar-benar bahagia. Getar-getar dalam hatinya yang selama ini di rasakan jika berdekatan dengan Satya,sudah tak tertutupi lagi.


"Aku berhak bahagia. Aku berhak mencinta dan di cintai.." monolog hati Rose.


" Kamu mau menjadi pendamping hidupku Rose.....?" tanya Satya.


" Halalkan aku jika itu maumu Sat.....dan bahagiakan aku ." jawab Rose sembari mengurai pelukannya.

__ADS_1


Satya menangkup pili Rose dengan kedua tangannya. Di elusnya bibir sensual Rose. Di kecupnya kedua pelupuk mata Rose. Dan akhirnya ditutupnya bibir sensual Rose dengan anggota tubuh yang sama milik Satya. Kini mereka resmi mengibarkan bendera cinta yang bertahta di hati mereka.


" SELESAI"


__ADS_2