Mencintai Dalam Diam

Mencintai Dalam Diam
MDD episode 78


__ADS_3

Satya berdiri mematung memandang punggung Rose yang berjalan di depannya." Sangat cantik dan sempurna. Sama cantiknya dengan hatinya yang lembut. " gumam Satya menilai Rose.


Rose menoleh ke arah belakang,dan mendapati Satya sedang memandanginya. Seulas senyum tersungging di bibir Rose. Manik matanya bertemu dengan manik mata Satya. Dan Rose merasakan ada ketulusan dari hati Satya. Rose berfikir, tak ada salahnya aku bersahabat dengannya.


Satya yang melihat Rose melihat ke arahnya melemparkan senyum tulusnya. Dan berjanji dalam hatinya untuk bisa menjadi sahabat yang selalu ada di sisi Rose. Mungkin ini satu-satunya cara aku bisa mencintainya,walau Satya tahu,di hati Rose sudah ada nama lain yang duduk dan bersemayam di singgasana cinta Rose.


Satya kembali bergabung ke pendopo membaur bersama teman-teman yang lainnya. Hatinya merasa lebih tenang,karena tahu Rose saat ini sedang beristirahat.


"Dari mana kamu Satya.....koq baru kelihatan. Tadi di sini dan tiba-tiba menghilang." tanya Adi sahabatnya.


"Dari keliling sekitar sini. Tadi aku mendengar deburan ombak. Aku pikir dekat. Mau ke pantai tapi sendirian,makanya aku balik lagi."jawab Satya meraih kopi yang nampak masih mengepul.


"Bud....pantai masih berapa kilo lagi dari sini?" tanya Adi.


"Knapa....mau mantai malam-malam apa Di.....?"


Kurang lebih 300-400 meter lagi. Jalan kaki nuga sampai. " jawab Budi.


"Besok aja kiat jalannya...sekarang tidur dulu aja. Yang udah pada ngantuk tidurlah." jawab Bima.

__ADS_1


"Vid....suruh balik kamar tuch Ima,bisa-bisa pulang dari sini kami di kasih keponakan sama kamu ." kata Jati lagi. Yang dari tadi jengah melihat kemesraan David dan Ima. Mereka berdua tidak tahu malu mengumbar kemesraan di depan teman-temannya.


"Iya....ini mau aku antar ke kamarnya." kata David sambil menggamit pinggang Ima. Sedangkan Ima mengalungkan tangannya di leher David. Bibir mereka tak henti-hentinya saling *******.


"Woi....udah-udah.....Ima balik sama temen-temen cewek sana. Nggak usah dianterin David. Mata suci kami ternodai karena ulah kalian." kata Bima sambil menghalau keduanya sambil mengacungkan gitar yang di pegangnya. Dan hal itu mengundang gelak tawa teman-teman semua.


Sedangkan di rumah istirahat wanita,Rose masih membolak balikkan badannya. Pikirannya kembali teringat Nugraha. Namun sekelebat berikutnya terbayang wajah Satya dengan pandangan teduhnya,seakan menawarkan perlindungan untuknya. Hati Rose tiba-tiba menghangat. Namun di tepisnya rasa itu,karena dia sadar dirinya telah di ikat Nugraha.


Dan lamunannya tersadar mendengar suara teman-temannya kembali ke rumah istirahat. Rose pura-pura tertidur. Posisinya menghadap dinding. Karena Rose memilih tidur di tempat paling ujung di ruangan itu. Akhirnya ia benar-benar terlelap setelah berdoa seperti yang di pesankan Satya padanya.


Sementara Satya membayangkan perpisahannya dengan Rose beberapa waktu lalu. Senyum dan tatap mata Rose kembali terbayang di pelupuk matanya. Tanpa si sadarinya Satya menyunggingkan senyum manisnya. Dan itu tak terlepas dari pengamatan Adi sahabatnya.


"Knapa senyum-senyum Sat....kaya baru dapat durian jatuh aja ?" tanya Adi. Lelaki dewasa yang sudah berkeluarga dan bahkan sudah memiliki anak perempuan yang lucu di usianya yang baru 3 tahun.


"Nggak ada....hanya lagi inget sesuatu yang bikin pingin senyum." jawab Satya.


"Lagi jatuh cinta ya Sat....?" tebak Adi kembali.


"Sama siapa....Rose si macan aspi itukah, dari tadi kita berangkat,wajahmu selalu berseri-seri memboncengkan dia. Dan nampaknya kamu juga perhatian banget. Beda sekali kalau sama May.....langsung jutek wajahmu begitu may mendekatimu."kata Adi terkekeh membayangkan wajah Satya.

__ADS_1


"Ada ya....cewek gila seperti mak lampir itu. Takut sumpah aku di buatnya. Apalagi kalau udah nempel-nempel deketin aku. Mending ketemu hantu daripada ketemu dia." kata Satya sambil menghembuskan nafasnya kasar.


"Kalau ketemu Rose jadi adem ya Sat....nyaman dan damai ya.....?" pancing Adi. Pada dasarnya Adi dapat melihat perasaan Satya untuk Rose. Hanya saja Satya berusaha menutupi perasaannya.


"Iya....di balik wajah galaknya,ternyata ada sisi lembut yang aku tangkap. Dan rasa belas kasih kepada orang lain begitu besar. Dia mempunyai jiwa mengayomi untuk orang-orang terdekatnya. " kata Satya. Jawabannya mengalir menyanjung kelebihan Rose.


"Makanya kamu terus jatuh cinta kan.....?" tanya Adi lagi. Satya terlihat sedang terhanyut dengan buaian kelembutan Rose. Maka dari itu Adi mencoba mengorek isi hati Satya. Biasanya orang yang sedang hanyut dalam kekaguman mudah di korek isi hatinya tanpa dia sadari.


"Iya....aku jatuh cinta pada Rose....aku kagum padanya. Sayang sekali sudah bertunangan dan akan segera menikah ." jawab Satya berubah sendu.


"Baru mau menikah kan....masih ada kesempatan lah.....wong yang menikah aja bisa cerai,apalagi yang baru mau menikah." bisik Adi. Mungkin jika seperti di film-film,Adi adalah sosok peri jahat yang senang memprofokasi perasaan orang lain.


Satya menoleh ke arah Adi. Dan kesadarannya kembali dalam pikirannya. Melihat wajah Adi dengan senyum smirknya membuat Satya tersadar.


"Sialan luh pakdhe....manfaatin kelemahanku aja." kata Satya sambil meninju lengan Adi. Satya tersenyum malu,rahasia hatinya terkorek oleh Adi.


Adi tertawa terbahak melihat Satya tersadar dari lamunanya. Dan tahu jika sedang di kerjainya.


"Udah kita tidur aja,semoga kamu mimpi ketemu Rose. Dan wujudkan mimpimu sobat." kata Adi menepuk pundak Satya. Dan keduanya terlelap bersisian di pendopo itu.

__ADS_1


__ADS_2