Mencintai Dalam Diam

Mencintai Dalam Diam
MDD episode 40


__ADS_3

*Teruntuk Nugraha....


Hai......


Apa kabarmu saat ini.


Pasti kamu sangat bahagia ya Nug....


Cita-citamu sudah tercapai


Hari ini pasti kamu sangat tampan,dengan seragam kesatuanmu. Tubuhmu pasti semakin terbentuk....😊😊😊 jadi pingin peluk......


Nug......


maafkan aku......


Pastinya kamu sangat kecewa....


Aku tak bisa memenuhi permintaanmu kali ini


Di penobatanmu bersamaan dengan ujian semestaranku.....


Aku yakin Nug mengerti kesulitanku saat ini


Aku juga ingin succes seperti kamu Nug...


Aku kepingin mendampingimu sekaligus menjadi wanita karir


Nug.....


Jangan marah ya.....


Aku bener -bener merindukanmu. Merindukan kebersamaan kita sehari terakhir keberangkatanmu.


Aku merindukan perlakuan manismu kala itu.


Percaya nggak Nug.....

__ADS_1


Enam bulan di sini aku merasa sangat-sangat dekat denganmu. Setiap hari setiap saat seakan kamu hadir di sisiku.


Kamu ada di hatiku Nug.....


Cintamu sangat berasa di hatiku. Menyebut namamu selalu menghangatkan hatiku.


Aku hampir tak percaya.....ternyata aku sangat mencintaimu.


Kebersamaan kita selama ini bagaikan rangkaian mimpi. Dan aku ingin meraih mimpi itu bersamamu.....


Nug.....


Aku menunggumu....


Menunggu jemputanmu dan menunggu kamu menghalalkanku.....


Aku tagih janjimu.....


Sampai kapanpun aku pasti menunggumu......


Nug.......


Aku mencintaimu....


Merindukanmu.....


Aku ingin ada dalam dekapanmu...


Love You Nug.......


Rose⚘*


Dipeluknya sepucuk surat dari Rose di dadanya. Ada perasaan teriris di hatinya. Begitu perih. Orang yang dicintainya dan di rindukannya tak bisa hadir.


"Rose....aku juga sangat merindukanmu. Sangat mencintaimu.....


"Tunggu aku Rose.....tunggu aku menjemputmu dan menghalakanmu.....

__ADS_1


"Aku ingin bahagia bersamamu,merajut mimpi dan meraih cita-cita bersamamu......


"Rose.....aku sangat merindukanmu" monolog Nugraha dalam hatinya.


Membaca surat dari Rose semakin membuat rindunya membuncah.


Tok.....tok....tok.....


Pintu kamar hotel dimana Nug menginap malam ini beserta keluarganya di ketuk dari luar.


Nugraha memang segera masuk ke kamar hotel,karena ingin segera membaca surat dari Rose. Sedangkan kedua orang tua Nugraha dan Arya adiknya masih di luar hotel. Karena ada keperluan yang di selesaikan.


Nugraha bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan menuju pintu dan membukanya.


" Mah....pah.....udah selesai keperluannya?" tanya Nugraha begitu melihat kehadiran kedua orang tuanya.


"Sudah Nug....sudah beres. Kita bisa santai 3 hari ini. Sebelum keberangkatanmu untuk tugas pertamamu." jawab pak Yudha menimpali pertanyaan putra bungsunya.


"Mah....pah.....kalau kita pulang saja dulu, ke rumah kita bagaimana.....


Bisa nggak mah......naik pesawat saja supaya cepat. Kita turun di Jogja dan sekaligus menghampiri Rose?"kata Nugraha menyampaikan pendapatnya.


"Memangnya ada apa Nug.....apa administrasi keberangkatan tugas pertamamu sudah siap semua?" tanya pak Yudha. Beliau mengkhawatirkan akan ada kendala jika menuruti permintaan putranya.


"Iya juga sich Pah.....tapi aku merindukan Rose...


Rose juga merindukanku." jawab Nugraha. Keinginannya untuk bertemu Rose sangat mengganggunya.


"Jangan seperti anak kecil Nug.....Rose pasti sangat tidak suka kalau kamu nekat seperti ini.


Walaupun Rose sangat merindukanmu,tapi dia dewasa pemikirannya. Dia mau menunggumu. Jangan kecewakan dia." jawab Bu Maria menenangkan putranya. Sambil mengelus lengan Nugraha yang kini hanya terbalut kaos sport yang begitu pas di badannya.


"Justru karena Nug nggak ingin mengecewakannya Mah....ingin sekali bertemu walau hanya sebentar saja." jawab Nugraha dengan mempertahankan egonya.


"Kamu bisa telephon Rose.....lagi pula saat ini Rose sedang ujian semester. Pasti waktunya banyak di gunakan untuk belajar.


Nanti kalau kamu datang menjenguknya,justru kamu kesulitan sendiri. Karena jam kunjungan keluarga hanya hari minggu,pasti kamu nggak akan ketemu." jelas bu Maria menyadarkan putranya.

__ADS_1


__ADS_2