Mencintai Dalam Diam

Mencintai Dalam Diam
MDD episode 123


__ADS_3

" Selamat sore...." sapa seorang pemuda kepada petugas yang berjaga di kantor asrama putri.


"Selamat sore.....mau cari siapa ya mas.....?" tanya Aning yang saat itu berjaga di kantor asrama putri.


"Bisa ketemu dengan mba Rose....saya Arya adiknya.....!" kata Arya adik Nugraha.


"Silahkan masuk dan tunggu di ruang tamu ya mas......sebentar saya panggilkan mba Rosenya. "jawab Aning sembari mempersilahkan Arya duduk di ruang tamu.


"Mba Rose ada di sebelah tuch....di ruang diskusi." kata Weni.


Aning segera ke ruangan sebelah kantor asrama.


Ruang diskusi adalah ruang tamu tapi khusus untuk anak-anak asrama putri dan asrama putra jika sedang mengerjakan tugas kelompok.


" Mba Rose.....ada adiknya mencari. Udah tak suruh nunggu di ruang tamu." kata Aning adik tingkat Rose.


" Oh ya....makasih Ning......!" jawab Rose. Dengan wajah penuh tanya Rose memandang Satya yang ada di depannya.


"Sapa ya Sat......?" tanya Rose kepada Satya.


"Mana aku tahu......emang kamu punya adik apa,sejak kapan?" tanya Satya yang juga merqsa heran. Karena setahu Satya,Rose adalah anak tunggal.

__ADS_1


"Temui gih..... biar aku nunggu di sini !" perintah Satya. Rose bangkit dan berjalan ke arah ruang tamu tak jauh dari tempatnya bersama Satya.


"Arya......?" tanya Rose begitu melihat calon adik iparnya di ruang tamu.


"Iya mba.....bagaimana kabar mba Rose. Kenapa tangannya di gendong,mba habis kecelakaan apa.?" tanya Arya sembari menghampiri Rose dan memeluknya.


"Iya.....tapi udah nggak papa koq...."jawab Rose.


"Duduk dulu Ar.....sebentar mba pamit dulu ke teman mba di sebelah. Barusan lagi diskusi mata kuliah." jelas Rose. Ia ingin berpamitan dulu kepada Satya untuk menemui Arya calon adik iparnya.


"Sat.....aku tinggal sebentar ya.....ada adiknya Nug datang." kata Rose memberitahukan Satya.


"Ok....aku pulang ke aspa aja,takutnya mengganggu. Tugas yang lain aku bawa dulu,nanti kalau udah selesai dengan calon adik ipar, telephon aja ke aspa ya....nanti aku balik lagi kesini . " jawab Satya sambil berdiri dan membawa tugas-tugas Rose yang akan di kerjakannya.


"Maaf Ar.....agak menunggu. Bagaimana kabar keluarga Ar....mama papa sehat.?" tanya Rose sembari duduk di hadapan Arya.


Sebenarnya Rose ingin bertanya tentang Nugraha juga,tapi Rose mencoba menahannya,pikirnya biarkan Arya yang membuka pembicaraan dulu tentang Nugraha. Walaupun rasa penasarannya teramat besar untuk menanyakan keberadaan Nugraha.


"Puji Tuhan....mama papa sehat mba...."jawab Arya.


"Alkhamdulillah.....mba senang mendengarnya. Sudah lama sekali nggak pernah berkomunikasi semenjak mama papa pulang dari jenguk Nug waktu itu....!" kata Rose sedikit menggiring pembicaraan.

__ADS_1


"Iya mba.....mungkin mama dan papa lagi banyak urusan ." jawab Arya. Nampak ada sesuatu hal yang di sembunyikan Arya,melihat dari gestur tubuhnya yang nampak gelisah.


"Tumben kamu ke sini Ar.....apa nggak pulang. Ini kan hari Sabtu,biasanya anak kost memilih pulang ke rumah.


"Nggak mba.....hampir 1 bulan ini aku nggak pulang, padahal biasanya setiap seminggu sekali aku pulang mba...."kata Arya dengan wajah nampak sedih.


"Kenapa......apa kamu lagi ada masalah. Koq menyalahi kebiasaan. Kalau mama papa khawatir dan terus cari kamu bagaimana ?" tanya Rose. Jiwa dewasanya kembali muncul manakala mendengar keluh kesah calon adik iparnya.


"Lagi males pulang aja mba.....rasanya pingin emosi aja kalau di rumah."jawab Arya lagi sambil menundukkan kepalanya. Rose memahami,di usia-usia Arya terkadang egonya lebih dominan di banding sikap dewasanya.


"Ada masalah apa.....kalau mba boleh tahu,siapa tahu mba bisa bantu mecahin dan cari solusinya."jawab Rose dengan lembut.


"Mba kecelakaan di mana......kenapa nggak ngomong ke kami ?" tanya Arya mengalihkan pembicaraan.


"Wong cuma jatuh,ini juga udah hampir sembuh. Seminggu lagi udah lepas gips." jawab Rose mengikuti arah pembicaraan Arya.


"Mba....tahu nggak aku marah sama papa mama karena apa?" tanyq Arya. Pandangannya menelisik ke arah Rose.


"Ya mana mba tahu....kamu kan belum cerita..." jawab Rose sembari tersenyum menanggapi sifat kekanak-kanakan Arya.


" Mba.....pokoknya mba lupain kak Nug yang brengsek itu.....aku nggak mau mba Rose sakit hati terlalu lama. Mama papa juga sama saja. Nggak punya perasaan...!" kata Arya dengan emosi.

__ADS_1


Rose terkejut dengan perkataan Arya. Batinnya menangkap ada hal yang tidak wajar telah terjadi.


__ADS_2