
Apel sore telah usai. Bergegas Nugraha menuju kediaman komandannya. Ada segurat pertanyaan di hatinya,karena pemanggilannya sore ini.
Tok....tok....tok....
"Eh kak Nug.....masuk kak......!" sambil meraih lengan tangan Nugraha dan menggandengnya masuk ke dalam rumah.
" Maaf Dek Anna....saya tunggu di luar saja" kata Nugraha sambil menghindar halus supaya tangan Anastasya terpepas dari lengannya.
"Ah....iya. Sebentar saya panggil papa dulu." jawab Anastasya. Wajahnya nampak berseri-seri. Bahagia dengan kehadiran Nugraha.
Nugraha duduk dengan sikap siaga. Ia tahu Anna sedang mengintipnya dari balik jendela,sesaat setelah pamit memanggil pak Ilyas ayahnya,namun Nugraha pura-pura tidak tahu,bangkit dan berdiri menjauh memunggungi Anastasya.
"Nug....." sapa pak Ilyas
__ADS_1
"Selamat sore Ndan....." Nugraha memberikan hormat kepada komandannya.
"Duduk Nug...." kata pak Ilyas lagi. Seraya beliau duduk di kursi berhadapan dengan Nugraha. Dari sikapnya yang santai Nugraha merasa bukan hal penting yang akan di hadapi,atas di panggilnya dia menghadap. Namun hatinya tidak nyaman,karena sikap Ana kepadanya. Dia merasa jengah sendiri karena sikap akrab putri komandan yang dianggapnya berlebihan.
"Siap Ndan.." masih dengan sikap hormat,Nugraha duduk di hadapan komandannya. Nugraha duduk dengan posisi siap,dan sedang menunggu sang komandan memberikan perintahnya.
"Rilek saja Nug.....ini bukan hal kedinasan."kata pak Ilyas mencairkan suasana.
"Siap Ndan.....tidak ada." jawab Nuhgraha tegas.
"Aku mau minta tolong Nug.....antar Ana putriku ke acara ulang tahun temannya. Karena acaranya malam, saya tidak ijinkan Ana untuk berangkat sendiri. Kebetulan saya melihat jadwalmu tidak ada di jaga pos. Makanya aku minta kamu antarkan putriku. Apa kamu bersedia?" tqnya pqk Ilyas meminta kesediaan Nugraha.
"Siap Ndan....Bisa." jawab Nugraha tegas. Walaupun dalam hati Nugraha sebenarnya tidak berkenan,namun perintah komandan pantang bagi bawahan sepertinya menolak. Dalam hati Nugraha kenapa hatus aku yang di perintah. Andai diberi kesempatan menolak pasti akan di tolaknya. Karena Nugraha merasa ada gelagat yang tidak baik yang dirasakan Nugraha dari sikap putri komandannya. "Maafkan aku Rose....aku hanya menjalankan tugas." monolog hati Nugraha yang merasa tidak nyaman akan perintah atasannya.
__ADS_1
Percakapan lain mengalir antara bawahan dan komandannya, seputar tugasnya sebagai abdi negara.
"Ijin kembali ke pos Ndan." sambil berdiri dan memberi hormat kepada komandannya.
"Baik Nug.....selamat bertugas." jawab pak Ilyas sambil menepuk pundak Nugraha.
"Siap Ndan." sambil membalikkan badannya dan berlalu. Lagi-lagi ekor matanya menangkap bayangan di balik jendela sedang memperhatikannya. Namun Nugraha pura-pura tidak tahu tentang apa yang lihatnya.
Bergegas Nugraha menuju pos penjagaan. Hari ini Nugraha piket berjaga bersama Agus sahabatnya. Hatinya terasa gundah. Tugas yang di berikan kepadanya,sebenarnya pekerjaan sangat ringan. Namun bagi dirinya terasa berat.
Tidak munafik. Putri komandannya lumayan cantik. Namun hatinya sudah terpaut untuk Rose. Hubungan jarak jauh dengan Rose,justru yqng sangat berat. Karena sewaktu-waktu pasti akan ada godaan yang datang. Seperti saat ini contohnya. Walaupun tidak ada kata-kata terucap dari putri komandan tentang perasaannya,namun Nugraha bisa menangkap sesuatu yang menurutnya berbeda.
Tindakan ekspresif yang di lakukan putri komandannya sangat jauh di luar perkiraannya. Rose sendiri tidak pernah se ekspresif itu kepadanya. Rose begitu lembut dan penuh kasih sayang. Terkadang Rose justru seakan memberikan perlindungan untukku. Dan itu terasa sangat nyaman.
__ADS_1