
"Aku lelah untuk seakan baik-baik saja Nug......aku juga punya cita-cita untuk memiliki keluarga yang utuh. Dan itu tidak mungkin aku dapatkan dari kamu untuk saat ini. Di sana sudah ada Ana yang menunggu pertanggung jawabanmu. Di sana juga kehidupanmu akan kamu jalani. Jangan persulit dirimu sendiri.Tolong mengerti aku....." pinta Rose kepada Nugraha.
"Kalau Nug sayang dan cinta Rose.....tolong penuhi keinginanku. Cintai Ana seperti cintanya Nug untukku. Jadilah ksatria yang penuh tanggung jawab Nug....Hubungan kita belum sejauh itu melangkah,aku masih bisa menjaga diriku sendiri,tapi Ana.....kasihan dia....mentalnya terbeban dengan kondisinya saat ini. Walaupun itu atas kesengajaannya. Tapi dia tak akan melakukan itu kalau dia tak benar-benar mencintaimu." kata Rose sembari memegang tangan Nugraha.
"Maafkan aku Rose.....aku telah mengkhianati kamu. Aku telah menyalah gunakan kepercayaanmu. Aku sungguh berdosa. Aku memang tak pantas untuk bersamamu." kata Nugraha.
Hatinya benar-benar hancur. Impian yang telah di bangun bersama Rose akhirnya terhempas dan kandas.
"Aku memaafkanmu Nug.....aku pun bersalah kepadamu. Kita perbaiki kesalahan kita dengan dengan menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Kita akan selalu menjadi sahabat dan saudara jika kamu berkenan Nug...." kata Rose sembari menepuk pundak Nugraha.
Nugraha menatap netra hitam Rose,seakan mencari kebenaran dari setiap kata yang terucap. Dan tak di temukan kebohongan di sana. Nugraha berusaha merelakan dan mepepaskan semua apa yang pernah di bangunnya bersama Rose.
__ADS_1
Ada senyum yang tersungging di bibir Nugraha,walaupun terasa begitu getir. Di rengkuhnya jemari Rose dan di kecupnya dengan dalam.
"Sudah Nug....minum dulu supaya hatimu lebih enak. Sebentar aku ijin ke dalam sebentar. " kata Rose sembari undur diri.
"Mas Hadi dan mba Rahayu.....maafkan kesalahan kami. Semua yang di katakan Rose benar adanya. Semoga keluarga mas Hadi masih berkenan menjalin persaudaraan dengan kami." kata pak Yudha.
" Kami sekeluarga merasa sangat malu dengan kejadian ini. Tolong maafkan kami ." sambung bu Maria.
Perasaannya sangat lega. Karena Rose begitu dewasa dalam mengambil keputusan. Sedari tadi perasaan khawatir menghantui pak Hadi,takut jika putrinya salah langkah dalam mengambil keputusan. Pak Hadi khawatir jika kedepannya akan timbul masalah yang lebih besar jika Rose tetap bertahan dengan hubungannya bersama Nugraha.
Rose keluar dari kamarnya dengan membawa sekotak barang.
__ADS_1
"Papa.......mama.....mohon maaf. Ini perhiasan yang dulu pernah papa dan mama berikan kepada Rose. Karena saat ini dan semua ini bukan lagi menjadi hakku. Untuk itu....Rose kembalikan kepada Mama,Papa dan Nug.....sebagai pemilik sesungguhnya." kata Rose sembari mengangsurkan sekotak perhiasan di atas meja ,ke depan keluarga Yudha Permana.
"Tidak Rose.....itu semua untukmu. Dan itu sudah menjadi hak mu. Pakailah. Sebagai kenang-kenangan dari kami ." jawab Bu Maria.
"Terima kasih Ma....tapi Rose tak bisa menerima. Biarkan Rose melupakan kenangan yang Rose bangun dengan Nug tanpa ada hal yang mampu mengingatkannya lagi. Tolong bantu Rose Mah......" kata Rose. Nugraha semakin tertunduk. Dari pembicaraan Rose.....Nugraha bisa menyimpulkan, jika Rose tak ingin lagi bersinggungan dengan masa lalu mereka.
" Baiklah....jika itu kemauanmu. Sekali lagi kami minta maaf ya Rose.....telah menoreh luka begitu dalam di hatimu. Mama tidak tahu,bagaimana caranya supaya mama bisa membantu menyembuhkan luka hatimu." kata Bu Maria sembari memandang lekat wajah ayu Rose.
"Apa kamu bersedia memaafkan kami nak....?" tanya Pak Yudha.
"In sya Allah....tak ada dendam di hati. Rose sudah memaafkan jauh sebelum mama papa dan Nug minta." jawab Rose dengan tenang.
__ADS_1