Mencintai Dalam Diam

Mencintai Dalam Diam
MDD episode 85


__ADS_3

Ketika suatu hubungan sudah tak lagi di dasari saling percaya,maka tak ada lagi keharmonisan tercipta.


Sambil menunggu waktu,Rose membuka-buka buku pelajaran. Ujian semesteran semakin dekat,tinggal menunggu beberapa hari lagi. Tak ada lagi waktu untuk bersantai dan bersenang-senang. Rose ingin ujiannya mendapat nilai yang baik. Saat ini Rose tidak ingin memikirkan apapun,apalagi tentang urusan nikah kantor. Rose merasa kebetulan sekali hari ini Nugraha akan menghubunginya. Rose ingi mengajukan keberatannya untuk segera nikah kantor. Rose merasa punya hak penuh untuk dirinya dan untuk membahagiakan orang tuanya. Tak terbayangkan kesedihan orang tuanya jika dirinya gagal.


Sayang sekali biaya yang begitu banyak sudah di keluarkan untuk biaya kuliahnya. Tekadnya untuk menjadi wanita karir sudah bulat.


Bunyi telephon berdering menyadarkan Rose dari kegiatan belajarnya. Segera Rose bangkit dan mengangkat pesawat telephon dan memjawab panggilan. Saat ini Rose di kantor sendiri,karena Bu Ati sedang ada keperluan dengan keluarganya. Mba Ami pengganti beliau menyerahkan kantor kepada Rose,karena ada jadwal asisten praktek mandiri dokter.


"Selamat malam asrama putri dengan Rose....ada yang bisa di bantu?" jawab Rose sesuai standar operasional tata cara menerima telephon di suatu instansi.


"Assalamuallikum sayang......udah menungguku ya....?"jawab Nugraha dari seberang telephon.


"Waalaikumusallam Nug......maaf,kemarin telephon ya......aku lagi ada acara di luar kampus bareng temen-temen.Nggak kepikiran kalau kamu mau telephon lagi." jawab Rose.


"Kemarin telephon ada apa ya Nug....apa sudah ada informasi apa saja yang harus aku siapkan ?" tanya Rose seakan menantang keinginan Nugraha. Walaupun bertentangan dengan apa yang ada di dalam hatinya.


" Sayang.......apa kamu marah dengan keinginanku untuk mengajukan persyaratan menikah ?" tanya Nugraha.


"Aku nggak marah. Aku malah bangga,berarti kamu sungguh-sungguh dengan hubungan ini,dan ingin segera merealisasikannya. Walaupun kamu sedikit melupakan komitmen awal kita. Sedikit melupakan impianku.... dan kedua orang tuaku." Rose menjeda perkataannya. Tiba-tiba dirinya merasakan sesak di dadanya. Emosinya dirasa sedikit muncul. Rose tidak mau emosinya pecah dan itu akan merugikannya. Tujuannya untuk mengarahkan Nugraha menunda pengajuan bisa-bisa gagal dan berakhir perseteruan.


"Iya....memang aku terlalu egois sayang.....tapi semua aku lakukan karena aku takut. Aku takut kalau Anna akan terus mengganggu hubungan kita."kata Nugraha.


"Aku ingin menunjukkan kepadanya kalau aku sudah memiliki kamu dan nggak akan ada yang bisa menggantikanmu di hatiku yang.....!" seru Nugraha. Nada bicaranya sudah mulai meninggi. Emosinya mulai tersulut.

__ADS_1


"Nug.....apa dengan kita menikah segera,kamu bisa menjamin kalau Ana tidak akan mendekatimu lagi,apa kalau kita menikah nanti cintanya ke kamu akan hilang dan akan membuatnya berhenti mengejarmu ?" ada penekanan kata di setiap kalimat Rose. Harapan Rose Nugraha bisa mencerna setiap kata yang di ucapkannya.


"Kenapa yang kamu pikirkan hanya dia.....supaya dia.....


"Kenapa kamu nggak memikirkan cita-citaku.....harapan kedua orang tuaku dari anak satu-satunya. Orang tuaku pastinya menggantungkan mimpinya, supaya aku succes di kemudian hari,dan aku sebagai anaknya wajib untuk mewujudkan impian mereka. Kalau aku berhenti di tengah jalan.... dan untuk mengikuti keinginanmu yang tergesa-gesa ini,apa kamu bisa membayangkan betapa sedihnya mereka.....betapa malunya mereka.....!"


"Sebenarnya dengan keinginanmu kemarin aku merasa lelah Nug.....aku mohon pengertianmu."


"Kalau Ana mengejarmu dan mencintaimu....jangan kamu hindari. Jawab apa adanya posisimu,keadaanmu. Katakan tentang hubungan kita sudah sejauh apa. Kalau memang dia bener-bener mencintaimu,tak mungkin kalau dia akan terus berusaha untuk mendapatkan cintamu. Kecuali dia terobsesi ke kamu. Kuncinya ada di kamu Nug.....kamu yang bisa mengehentikan perasaannya. Aku bener-bener lelah Nug......!" jawab Rose mulai melemah. Kesedihan kini merambat di hatinya. Bayangan kedua orang tuanya melintas di pelupuk matanya. Rose merasa sangat berdosa kalau tak mampu mewujudkan impian orang tuanya.


"Sayang.....aku minta maaf....aku membuatmu sedih. Aku hampir saja mengorbankanmu dengan masalahku. Hampir saja aku merenggut kebahagiaanmu,cita-citamu dan juga harapan impian bapak ibu. Aku emosi saat itu. Kamu mau memaafkanku kan Yang.....?" tanya Nugraha di seberang telephonnya. Hatinya merasa perih,dengan ungkapan perasaan Rose.


"Aku sudah memaafkanmu dari jauh-jauh hari Nug....tanpa kamu mintapun aku sudah memaafkanmu. Syukurlah akhirnya kamu mengerti. Tentang pengajuan itu,tetap jalankan saja. Tapi pelaksanaannya mintalah nanti setelah aku lulus Nug.....sesuai komitmen awal kita." jawab Rose. Rose berusaha bersahabat dengan keadaan saat ini.


" Kalau mau ngegombal jangan nanggung-nanggung Nug...."jawab Rose. Dan terdengar suara tawa Nugraha mendengar gerutu Rose.


"Jangan menggerutu....aku jadi bayangin bibirmu. Rasanya manis....jadi pingin......."


"Dasar omes....!" jawab Rose memotong perkataan Nugraha. Gelak tawa Nugraha semakin pecah. Nugraha semakin senang menggoda Rose. Pasti wajah Rose saat ini berubah merah karena candaannya.


"Kemarin jalan-jalannya bagaimana. Asyik nggak?" tanya Nugraha mengalihkan topik pembicaraan.


"Biasa aja sich....tapi lumayan bisa sedikit merilexan pikiran." jawab Rose.

__ADS_1


"Naik apa perginya....?" tanya Nugraha.


"Naik motor berbonceng-boncengan"


"Sayang boncengan sama siapa,cowok apa cewek? Introgasi Nugraha.


"Bonceng adek tingkat. Cowok" jawab Rose datar.


"Koq boncengan sama cowok sich Yang.....nggak bisa bonceng sama temen yang cewek apa,terus kamu boncengnya pegangan pinggangnya gitu.....?" protes Nugraha.


" Ya nggak tahu....kan aku tinggal bonceng aja. Nggak mikir juga mau sama siapa-siapanya. Yang penting sampai lokasi. Trus selama ini apa aku pernah pegangan pinggangmu kalau bonceng....nggak kan?" jawab Rose sewot. Pertanyaan Nugraha membuat moodnya kemabali memburuk.


"Lain kali jangan boncengan sama cowok lagi....aku nggak mau dengernya ." ultimatum Nugraha untuk Rose.


" Nggak jelas banget....itu sama aja kamu nggak percaya sama aku. Buang dech....pikiran-pikiran negatif seperti itu. Bikin penyakit tahu....!" jawab Rose sengit.


"Bukan aku nggak percaya,tapi yang namanya orang bisa aja lupa. Karena kulino boncengan bareng,lama-lama ada rasa nyaman dan akhirnya suka. Itu bisa terjadi ke siapa saja kan Yang......?" kata Nugraha menggebu-gebu.


"Berarti kamu juga bisa....nggak usah menilai orang lain....nilai dulu diri sendiri. Kemarin sapa yanh udah ketakutan "aku takut khilaf yang...." jawab Rose sambil mengulang kata-kata Nugraha. Mendengar itu membuat Nugraha kicep.


"Kita bangun kepercayaan Nug....nggak usah main curiga-curiga. Capek....!" kata Rose lagi.


"Iya maaf Yang.....

__ADS_1


"Ya udah aku tutup dulu. Selamat belajar. Untuk syarat-syarat pengajuan nanti aku kirim via pos. Love you sayang....." Nugraha mengakhiri telephonnya. Ada kelegaan yang Rose dapat. Nugraha bisa diajak kompromi untuk tetap menunggu Rose selesai kuliah.


__ADS_2