Mencintai Dalam Diam

Mencintai Dalam Diam
MDD episode 77


__ADS_3

Gadis yang sangat tangguh. Menyimpan tangis dalam senyumannya. Seakan-akan tak ada beban yang sedang di pikirkannya. Sedang sisa tangisnya masih membekas di pelupuk matanya yang sembab. Satya masih memandangi wajah Rose. Seakan ingin menyelami isi hati Rose,dan melihat seberapa parah lara yang sedang di simpannya. "Adakah kesempatan untukku membantu menyembuhkan lara yang ada di hatimu Rose...."monolog Satya dalam hatinya.


Rose yang sedang mengobrol asyik dengan Janti merasakan dirinya sedang di perhatikan. Ekor matanya menangkap Satya sedang mengamatinya. Dan pandangan matanya bersirobok dengan manik mata Rose yang saat ini sedang meliriknya. Satya mencoba mencari kejujuran di hati Rose lewat pandangan matanya. Walaupun hatinya begitu tergetar melihat mata tajam Rose,namun tak ada keinginan mengalihkan pandangannya dari sana.


Rose yang sedang merasa di kuliti hatinya lewat tatap mata Satya,mengalihkan pandangannya dan kembali mengobrol sambil menundukkan kepalanya.


"Kenapa anak ini seakan ingin tahu apa yang aku pikirkan,apa tadi dia sudah mengamatiku saat aku sedang sendiri."tanya hati Rose.


" Kalian nggak mau gabung ke teman-teman di pendopo ?" tanya Rose. Kini dia memandang Jantu dan beralih ke Satya dengan menutupi perasaan gundahnya yang sedang mengganggunya sejak kemarin.


Senyumnya terkembang membentengi kesedihannya. Dirinya tidak mau orang lain membuka tirai lukanya saat ini.

__ADS_1


"Di sini saja....melihat sandiwara hati kelihatannya lebih menarik di banding keramaian di pendopo." jawab Satya. Sorot matanya masih menelisik menghujam manik mata Rose. Ada perasaan tak rela,melihat gadis yang akhir-akhir ini hadir dalam mimpinya dalam keadaan hatinya terluka.


"Apa maksudmu sandiwara hati ?" jawab Rose. Hatinya mencelos,ada yang bisa meraba perasaannya yang sudah di bentenginya dengan kuat.


" Nggak mba....maksudku aku yang sedang bersandiwara hatinya. Pada dasarnya aku nggak suka keramaian. Aku lebih senang dengan suasana yang tenang seperti ini. Damai...." kata Satya. Ia berdiri membelakangi Rose dan tangannya menopang pada tembok teras. Kaos sport warna hitam yang di kenakannya memperotontonkan otot bisepnya yang kokoh.


" Kira-kira berapa jarak dari sini sampai laut ya...koq kedengeran bunyi ombaknya. Jadi ingin ke pantai ?" kata Satya.


"Ich...kalian berdua ternyata sama-sama suka pantai ya ?" tanya Janti menimpali perkataan Satya.


"Besok kita ke pantai rame-rame. Biar kalian nggak penasaran seperti saat ini. " jawab Rose. Jawabannya seperti sedang membujuk adik-adiknya yang saat ini merajuk ingin bermain.

__ADS_1


"Nggak usah besok....sekarang aja kalau mau. Yu Rose....ayo kita ke pantai sekarang !" rengek Janti. Lagi-lagi tangannya bergelayut manja di tangan Rose.


"Ish....apaan sich ini. Lama-lama pundakku sengkleh ke kiri lho....nanti aku nggak cantik lagi." kata Rose. Tangan kanannya menggeser kepala Janti yang dengan nyamannya bersandar di pundaknya. Tawanya berderai memperlihatkan lesung pipinya.


Satya tertegun melihatnya. Semakin cantik jika Rose tertawa. Lesung pipi di sebelah kiri baru di lihatnya saat ini. Barisan gigi putih nan rapih nampak begitu kontaras diantara bibir sensual warna merah muda. Membuat jiwa lelaki Satya bergejolak melihatnya. Dan dirinya mengingat kembali saat tadi menyesap minuman dengan sendok bekas bibir Rose. Membayangkan begitu penuh bibir Rose jika di kulumnya. Hasratnya muncul,namun untung dirinya segera tersadar,dan menepis pikiran kotornya.


Satya melihat sisi hangat dari Rose. "Ternyata dia bisa bercanda dan perkataannya mampu mengundang tawa." kata hati Satya. Selama ini Satya menilai Rose, adalah pribadi yang serius dan cenderung galak.


"Aku ngantuk Jan....kalau kalian mau ke pendopo bergabung dengan temen-temen silahkan aja. Aku mau tidur. " kata Rose seraya bangkit dari duduknya.


Janti yang pada dasarnya penakut,menarik tangan Rose yang akan berjalan di depannya. Sedikit keras menarik sehingga Rose terhuyung dan akan jatuh. Untung Satya yang berada di belakang Rose sigap menangkap pinggang Rose dengan tangan kokohnya. Rose terkesiap dan mandang Satya. Begitupun Satya memandang manik mata Rose dan berkata " Tidurlah dan berdoa minta petunjuk-Nya,supaya hatimu tenang mba...."

__ADS_1


Rose segera tersadar dan bergerak menjauh dari tubuh Satya yang ia rasakan begitu intim saat ini.


" Makasih " jawab Rose tersenyum sambil berlalu berjalan menyusul Janti yang sudah berjalan mendahuluinya dan Satya.


__ADS_2