Mencintai Dalam Diam

Mencintai Dalam Diam
Episode 22


__ADS_3

Fitri sedang berada di dalam kamar dia sedang membaca novel tiba-tiba ada yang menelponnya, dia adalah Pak Barkah.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


"Fitri besok kita akan menikah, saya sangat ingin cepat-cepat melihat kamu besok"


"Apaan sih mas, biasa aja deh"


"Yaudah kamu cepet tidur jangan begadang gak bagus buat kesehatan"


"Iya mas Barkah yang bawel"


"Selamat tidur assalamualaikum"


Tut..


Fitri belum menjawab salamnya tapi telpon sudah di tutup secara sepihak.


"ingin deh ngomong kasar, dasar emang tapi gapapa harus tetep kiyowo" ucap Fitri


Fitri melanjutkan lagi membaca novelnya, lalu ada yang mengetuk pintu kamarnya dan dibuka ternyata itu kedua temannya yaitu Fani dan Nisa, mereka akan menginap di rumah Fitri, Fitri senang mendengarnya.


"Cieeee yang besok udah mau di unboxing" celoteh Nisa


"Gila lo, apaan unboxing unboxing kaya kado aja di unboxing" sewot Fitri


"Kita udah siapin hadiah spesial buat lo, nanti lo bukanya malem aja pas mau tidur" ucap Fani


"Hadiahnya apaan spill dong" ucap Fitri


"Ya ngga bolehlah nanti gak surprise dong ogeb" sewot Nisa


"Yaudah si jangan sewot juga huhhh, eh tapi gue takut dan deg-degan acaranya besok, terus gue juga kaya engga nyangka bakal nikah muda gini" ucap Fitri


"Ya gapapalah berarti jodoh lo deket, takut si emang pasti ada karna ini pertama bagi lo tapi itu harus tetep di jalani dengan ikhlas" ucap Fani


"Eh nanti live streaming ya pas malam pertamanya" ucap Nisa dengan entengnya menyuruh Fitri live streaming saat malam pertamanya


"GILA LO, pikiran tentang malam pertama mulu, gak ada yang lain apa" sewot Fitri


"Ya kan gue juga pengen tau gimana" ucap Nisa


"Lo nikah aja sanah biar bisa ngerasain, aneh aneh aja nih yakali gue buat live streaming" ucap Fitri

__ADS_1


"Hahahahahahahaha" tawa Fani


...----------------...


Hari minggu jam 08.00 wib.


Para tamu undangan sudah memenuhi gedung acara. Saudara, rekan bisnis dan teman-teman sudah pada berdatangan.


Dimulai dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, lalu penerimaan sambutan, khutbah nikah, dan sekarang saatnya ijab kabul. Mempelai pria sudah duduk di kursi yang disediakan untuk ijab kabul, dan disana juga sudah ada penghulu dan wali.


"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Barkah Alfarizi bin Dito maher dengan anak saya Safitri Nurcahaya dengan mas kawin berupa seperangkat alat sholat dan uang tunai sebesar 50 juta, dibayar tunai." ucap Pak Satria


"Saya terima nikahnya dan kawinnya Safitri Nurcahaya binti Satria dirgana dengan mas kawin tersebut dibayar tunai." ucap Pak Barkah dengan lantang.


"Sah?" ucap penghulu


"Sah" ucap orang tua dan para tamu undangan


Dan dipanggilkannya mempelai wanita yaitu Fitri, Fitri berjalan di iringi oleh Fani dan Nisa. Fitri sangat cantik di baluti dengan kebaya putih dan makeup yang sangat sangat cantik, dan itu membuat Pak Barkah tak bisa mengedipkan matanya.


"Masya Allah istriku cantik sekali" batin Pak Barkah.


Fitri duduk di sebelah Pak Barkah lalu mereka di arahkan untuk menandatangani buku nikah mereka, lalu serah terima mahar dan penyematan cincin.


Ketika Fitri menyematkan jarinya ke Pak Barkah, Pak Barkah membisikkan sesuatu dan itu membuat Fitri malu dan dia hanya tersenyum.


Pada sesi ini keduanya akan mendapatkan pengetahuan tentang apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan sebagai pasangan suami istri.


Setalah nasihat pernikahan, kedua mempelai di arahkan untuk ke tempat duduk yang disediakan untuk menyalami tamu undangan.


Karena acara ini langsung pada resepsi, tamu undangan mulai bersalaman dengan pasangan suami istri yang baru saja sah, mereka mengucapkan selamat dan kado pernikahan.


Sekarang waktu sudah menujukkan jam 12.00 siang, dan kedua mempelai di persilahkan untuk mengganti bajunya yang kedua. Fitri dan Pak Barkah beriringan jalan kearah kamar hotel mereka, ketika mereka sudah masuk kamar hotelnya Pak Barkah langsung merebahkan badannya di kasur king size itu, dan Fitri melihat itu hanya menggelengkan kepalanya lalu dia masuk ke kamar mandi.


Fitri sudah keluar dari kamar mandinya dan dia melihat Pak Barkah tertidur, lalu Fitri membangunkannya karena mereka harus segera siap-siap.


"Mas bangun, cepet kita harus siap-siap lagi" ucap Fitri, tak ada jawaban dari Pak Barkah, dia langsung membalikan badannya dan akan membuka pintu karna periasnya sudah ada di depan pintu, ketika Fitri akan melangkah tangannya di tahan oleh Pak Barkah lalu di tariknya, membuat Fitri jatuh diatas tubuhnya Pak Barkah.


Jantung Fitri seperti lari marathon, dia deg-degan. Lalu dia berusaha bangun tapi tangan Pak Barkah malah mempererat pelukannya.


"Mas apaan sih, di depan udah adah ada yang mau ngerias aku, cepet lepasin" sewot Fitri


"Cium saya dulu" ucap Pak Barkah dengan etengnya dia berbicara seperti itu, membuat Fitri membulatkan Matanya.


"Hah apasih, udah iiihhhh jangan becanda itu ud-" ucapan Fitri terpotong karna Pak Barkah langsung mengecup bibirnya, hanya sebentar lalu dia melepaskan tangannya dan dia lalu ke kamar mandi.

__ADS_1


"Ih mas, dasar mesum" teriak Fitri, lalu Fitri lari kearah pintu karna sudah daritadi tukang riasnya sudah ada didepan pintu.


"Maap ya mbak saya lama buka pintunya" ucap Fitri tidak enak sambil senyum sedikit.


"Iya tidak apa-apa mbak wajar ko, saya juga pernah muda hahahahahaha" jawab mbak rias itu.


Dan sekarang Fitri dan Pak Barkah pun sudah berada di kursi yang tadi mereka duduki untuk menerima tamu undangan, Fitri belum melihat kedua temannya sesudah acara ijab kabul tadi, Fitri bertanya-tanya kemana mereka.


"Nyari siapa? tamya Pak Barkah karna melihat Fitri seperti mencari seseorang.


"Fani dan Nisa Mas"


"Nanti juga mereka datang"


Lalu mereka menyalami tamu udangan, dan akhirnya Fani, Nisa dan Adam sang kaka mendatangi ke arah Fitri.


"Selamat ya besti, semoga sakinah mawadah warahmah jangan lupa live streaming hahahahaha, ini kado dari gue sama Fani" ucap Nisa


"Apaan sih ngaco aja, btw makasih ya kalian selalu ada" ucap Fitri sambil memelu Fani dan Nisa, Fitri sedikit terharu dan menitikkan air matanya saking terharunya.


"Udah jangan nangis gue gak kuat, selamat ya Fit, Pak Barkah jagain Fitri ya jangan sakiti dia karna bapak adalah cinta pertamanya" ucap Fani membuat Fitri membulatkan matanya, bisa-bisanya dia memberitahunya tentang itu.


"Hahaha iya sebisa mungkin saya akan menjaganya sebisa saya, terimakasih" ucap Pak Barkah diringi sedikit senyuman.


"Selamat ya dek, bro gue titip adik gue yang bandel ya, nih kado dari gue" ucap Adam


"Makasih kakaa, jangan ngeledek loh nanti kangen sama gue hahahah" ucap Fitri


"Blwe, gue turun ya mau liat-liat makanan" ucap Adam


"Cepet nyusul kaka ku sayang" ucap Fitri dengan tengil


Adam langsung pergi kebawah, dia maju kearah stand makanan tapi sebelum itu ada yang menubruk dia secara tak sengaja dari berlawan arah dan untungnya mereka gak jatuh ke lantai.


"Aduh sorry sorry gue ga sengaja" ucap wanita itu


"Kalo jalan liat nya ke jalan bukan ke hp" ketus Adam sambil melengos jalan meninggalkan wanita itu. Wanita itu kesal "Kan gue sudah meminta maap tapi kenapa dia ketus" batinnya.


...----------------...


Hai gais maap ya udah lama ga upload karna bener-bener mentok ide tapi semoga aja kedepannya bisa update lebih banyak lagi.


Dan soal pernikahan itu saya liat di google karna saya tidak tau soalnya belum menikah heheheheheheh, mohon maklum ya jika ada yang salah.


Maap kalo ceritanya garing tapi semoga terhibur, ambil sisi positifnya dan buang sisi negatifnya. Saya sangat menantikan saran dan kritik nya. Jangan lupa like, komen dan vote ya.

__ADS_1


see u


__ADS_2