Mencintai Dalam Diam

Mencintai Dalam Diam
MDD episode 63


__ADS_3

Hampir dua bulan menetap di daerah konflik sangat menguras tenaga dan fikiran. Acap kali membuat anggota mengalami penurunan daya tahan tubuh dan terserang penyakit.


Kali Nugraha harus tumbang. Badannya demam tinggi dan tidak mampu beraktifitas. Sudah 3 hari ini Nugraha dan anggota yang lain di pulangkan ke markas pusat. Nugraha mendapat perawatan di rumah sakit angkatan.


"Bagaimana kondisi Bripda Nugraha Dok?" tanya Ana kepada dokter Harun,dokter yang menangani kondisi sakit Nugraha dan anggota lainnya.


"Kondisinya belum stabil. Demamnya masih naik turun. Angka lekositnya tinggi dari pemeriksaan laborat,tandanya kondisi tubuhnya terinfeksi virus. Coba nanti jika hasil laborat yang lain sudah jadi,bisa kita lihat virusnya jenis apa." kata dokter Harun menjelaskan. Dr. Harun adalah dokter spesialia penyakit dalam yang usianya hampir sama sengan Mayor Ilyas,ayah dari Ana. Dan keduanya adalah sahabat. Sedangkan Ana sudah dianggapnya sebagai putrinya sendiri.


"Koq yang di tanyakan hanya kondisi Nugraha,kelihatannya dia begitu istimewa buatmu Ana ?" tanya dr. Harun . Dari 3 anggota yang sakit,Ana memang lebih fokus dan lebih perhatian terhadap kondisi Nugraha.


"Biasa saja koq Dok....kebetulan saya mendapat tugas untuk melaporkan perkembangan kondisi mereka." elak Ana dengan sedikit tersipu. Karena perhatiannya terhadap Nugraha bisa terbaca oleh dr. Harun.


"Luar biasa juga nggak mengapa Ana....toch masih sama-sama single. Siapa tahu berjodoh denganmu. Jangan lupa om Harun di undang ya....!" goda dr. Harun kepada putri sahabatnya.

__ADS_1


"Om Harun bisa saja. Tapi terima kasih doanya ya Om.....Semoga Tuhan kabulkan doanya." jawab Ana sambil mensejajari langkah dokter Harun keluar dari ruang rawat inap tempat Nugraha di rawat.


"Berarti beneran ini ya Ana.....kalau Nugraha dan kamu ada hubungan?" tanya dr. Harun.


"Sebenarnya belum ada hubungan apapun Om ....


Ana yang suka sama kak Nugraha. Tapi dirinya sudah bertunangan. Mungkin Ana terlalu bosoh Om.....karena mengharapkan cinta dari orang yang sudah punya kekasih. Tapi hati ini tidak bisa di bohongi. Biarlah sementara ini aku bersabar untuk mencintainya, walaupun cintaku bertepuk sebelah tangan." jawab Ana menerawang.


"Sampai kapan mau mencintai dalam diam seperti itu,sama saja kamu menjaga jodoh orang lain Ana." kata dr. Harun sambil mengamati wajah Ana.


"Aku harus mendapatkannya,apapun caranya." monolog hati Ana.


"Duduk dulu Na....kita berbincang-bincang sebentar." kata dr. Harun mengajak Ana duduk di taman rumah sakit, dekat dengan kamar Nugraha di rawat.

__ADS_1


"Iya Om....."jawab Ana. Keduanya duduk berhadapan di taman itu. Tempatnya yang agak jauh dari akses jalan koridor rumah sakit,sehingga bisa menjaga privacy keduanya dalam berbicara.


"Papa dan Mamamu tahu tentang perasaanmu kepada Nugraha?" tanya se. Harun.


"Maaf,bukan berarti om mencampuri urusan perasaanmu. Tapi om sudah menganggapmu sebagai putriku sendiri. Om tidak mau hatimu kecewa nantinya,kalau menurut Om Harun,sebelum perasaanmu semakin jauh,alangkah baiknya kamu mulai menjaga jarak dan mulai sedikit demi sedikit melupakannya.


Tapi kalau kamu yakin akan perasaanmu,bermainlah sportif untuk mendapatkan hatinya." nasihat dr. Harun kepada Ana.


"Papa mama tahu Om....dan mereka berdua juga mengatakan hal yang sama dengan om Harun,tapi Ana akan memperjiangkan perasaan ini dulu Om....." jawab Ana tertunduk. Sudah beberapa orang dewasa menasehatinya,tapi hatinya benar-benar sudah terpaut pada Nugraha.


"Walaupun sakit akan kamu terima jika tidak sesuai harapan?" tanya dr. Harun lagi.


"Itu sudah resiko Om.....mungkin aku terkesan jahat,karena menyakiti sesama wanita dengan mencintai kekasihnya. Tapi aku kan juga punya hak untuk bahagia Om....." jawab Ana mempertahankan keyakinannya.

__ADS_1


"Berjuanglah Ana.....jika memang Nugraha pantas di perjiangkan. Dan mundurlah jika dia tak pantas untukmu." kata de. Harun sambil bamgkit dan mengelus puncak kepala Ana.


"Sekarang pulanglah.....tak baik jika kamu terlalu memperlihatkan perhatianmu untuk Nugraha.Toh di sini sudah ada sesama anggota yang bergantian menjaga." nasihat dr. Harun,yang di jawab dengan anggukan kepala oleh Ana..


__ADS_2