Mencintai Dalam Diam

Mencintai Dalam Diam
MDD episode 52


__ADS_3

Senja mulai turun. Semburat warna jingga di ufuk barat menampilkan cakrawala nan cantik. Seorang gadis di dalam kamar berkutat di depan lemari pakaian. Di bolak-baliknya deretan gaun-gaun yang di milikinya. Sesekali diambilnya gaun dan di tempelkannya di tubuhnya,bercermin sembari mematut diri,kira-kira mana yang cocok di kenakannya malam ini. Hari ini ada pesta ulang tahun temannya,dan malam ini dia akan menghadiri pesta di dampingi oleh Nugraha. Gadis itu adalah Anastasya,putri komandan Nugraha.


Akhirnya diambilnya gaun berwarna merah dengan bentuk leher V,yang menampakkan anggota bagian tubuhnya jika di kenakan nanti.


Anastasya bergegas untuk membersihkan diri di kamar mandi. Berendam air hangat dalam bathup,dengan aromatherapy lavender di dalamnya membuat dirinya rilek. Dalam angannya terbayang dirinya berjalan memasuki area pesta, dengan menggandeng lengan kekar Nugraha. Sangat tampan. "Pasti nanti teman-temanku akan sangat terkejut melihatku bersama kak Nugraha. Mereka pasti akan iri melihatku." monolognya dalam hati.


Sedangkan Nugraha masih santai-santai di dalam kamarnya. Bahkan terkesan enggan untuk beranjak dari tempat tidurnya.


"Nug......" terdengar ketukan pintu dan suara Agus manggil namanya.


"Masuk.....ada apa.?" tanya Nugraha masih dalam posisi berbaring dengan sebuah buku novel di tangannya.


"Ish.....kamu itu bagaimana. Kan hari ini jadwalmu mengawal tuan putri ke pesta. Koq masih malas-malasan." kata Agus sambil menyingkirkan kaki Nugraha,supaya dia bisa duduk di ujung tempat tidur Nugraha.

__ADS_1


"Berisik luh.....sana kamu aja yang berangkat. Aku males banget rasanya." kata Nugraha sambil beringsut untuk duduk dan bersandar di bagian kepala tempat tidurnya.


"Bukan aku yang di suruh ya.....kalau aku yang di suruh pasti aku sudah wangi saat ini." kata Agus sambil tergelak.


"Udah jam brapa ini....buruan bergegas. Nanti di marah komandan lho......" kata Agus mengingatkan.


"Iya.....cerewet kaya mak-mak luh......!" kata Nugraha sambil beranjak dan menyambar handuk mandinya. Ia bergegas masuk ke kamar mandi . Tak selang berapa lama Nugraha sudah keluar kamar mandi dengan handuk yang melilit tubuhnya sebatas pinggang.


"Kampret luh.....aku masih normal ya. Nggak mungkin juga aku main anggar sama kamu." kata Nugraha sengit. Agus tergelak,senang sekali menggoda Nugraha.


"Tapi kalau yang melihat tubuh polosmu itu Ana, pasti akan kelepek-kelepek dia....mungkin sampai netes ilernya kali ya.....?" kata Agus sambil terkekeh. Imajinasi liar membayang,ketika pikirannya terlintas, jika tubuh polos Nugraha di mikmati oleh pandangan mata Ana.


" Dasar gila luh Gus.....

__ADS_1


Siapa juga yang akan memamerkan tubuhku ke Ana. Sudah sana keluar....aku mau ganti baju dulu." usir Nugraha menghalau Agus yang masih betah di dalam kamarnya.


" Iya....iya.....


Di dalampun aku nggak bakal minta. Aku juga punya." kata Agus sambil berlalu menuju ruang tamu.


"Cah edan....." ketus Nugraha. Dan di sambut dengan tawa Agus di luar kamarnya.


Bergegas Nugraha mengenakan pakaian. Dia hanya mengenakan celana panjang warna krem dan kaos sport warna hitam. Sangat pas mepekat di tubuhnya. Sehingga mencetak bentuk tubuhnya yang tegap. Serta sebuah jaket senada dengan warna celananya, pemberian Rose saat ulang tahun waktu di SMA,bertengger di pundaknya.


"Wuih....ganteng amat....mau kemana Nug....?" tanya Agus menggoda. Sambil menelisik penampilan Nugraha yang menurutnya seperti gaya anak kuliahan.


"Mau kerja..."jawab Nugraha sambil mengenakan sepatu kets nya.

__ADS_1


__ADS_2