
Minggu terakhir praktek keperawatan jiwa akan segera terlewati. Makalah dan laporan tugas untuk di presentasikan telah di siapkan. Semua mahasiswa tengah di sibukkan dengan berbagai laporan yang begitu menumpuk. Banyak tugas yang harus di gandakan.
" Huft.....Jan,kalau kita foto coppy diatas boros banget. Biayanya tiga kali lipat kalau kita foto coppy di kota. Yang habis jaga malam ada yang rencana turun nggak ya?" tanya Rose kepada sahabatnya Janti.
"Listya rencana turun Yu....mungkin kita titip aja ke dia. Bilang aja ke Satya supaya nanti sore dia anter naik. " saran Janti.
"Janganlah.....kasihan dia,udah sering kita repotin terus. Hari ini aku masuk pagi,biar aku aja yang turun nanti selepas jaga,buat ambil foto coppyannya. "jawab Rose.
" Dia kan seneng kalau kamu repotin Yu....." jawab Janti sambil terkekeh.
" Itu namanya memanfaatkan keadaan. Kasihan Satyanya dong......dia mau ngadepin ujian juga. " protes Rose atas usulan Janti.
"Widih ......udah mulai kasihan-kasihan dan perhatian nich......rupanya ada yang mulai bersemi ." komentar Janti sembari menaik turunkan alisnya untuk menggoda Rose.
"Tak ada bersemi-bersemi. Karena yang sudah bersemi bahkan layu sebelum berkembang." jawab Rose asal.
"Dalem banget jawabannya. Dari hati banget nampaknya...." jawab Janti sembari terbahak.
"Berisik......,ini titipan foto coppyanku. Tolong nanti di tiip ke Listya ya. Aku berangkat jaga pagi dulu." jawab Rose sembari menggendong tas ranselnya.
__ADS_1
" Ok. Hati-hati Yu." seru Janti dari depan teras rumah kost,dan di sambut dengan lambaian tangan Rose.
************
Rose tengah bersiap-siap untuk pergi ke kota untuk ambil foto coppyan yang tadi pagi di titipkan ke Listya sahabatnya.
Dengan berbonceng sepeda motor dengan Arum sahabatnya,Rose menuju kota. Namun tiba-tiba motor yang di kendarai Rose tergelincir saat berada di tikungan yang posisi jalan menurun.
Kecelakaan tunggal terjadi. Motor Rose jatuh dan kedua gadis itu pun ikut tergelincir.
"Rum.....kamu nggak papa......?" tanya Rose yang masih bisa mengontrol keadaaan kendaraannya dan segera mematikan mesinnya.
"Nggak papa Yu....hanya lecet sediki. " jawab Arum sembari memperlihatkan sikunya yang sedikit lecet dan juga kaki kanannya.
"Alkhamdulillah.....bisa berdiri nggak.....kita balik ke kost aja atau mau lanjut ke kota?" tanya Rose khawatir temannya kenapa-kenapa.
"Aku nggak papa Yu.....lanjut aja. Motor aman kan?" tanya Arum.
"Aman kelihatane Rum. Kita jalan pelan-pelan aja. Maaf ya Rum.... kamu jadi ikut celaka." kata Rose ke kepada Arum merasa bersalah.
__ADS_1
" Nggak papa Yu......!" jawab Arum sembari mengelus pundak Rose.
"Hati-hati mba.....barusan ada mobil yang olinya tumpah. Jadi bikin jalannya licin." kata seorang bapak yang membantu Rose dan Arum.
"Oh pantas.....licin jalannya pak....
"Matur nuwun ya pak....sudah bantu kami." kata Rose sambil menangkupkan tangannya.
" Iya sama-sama mba......kalian mau kemana. ?" tanya sang bapak.
"Kami mahasiswa perawat yang sedang praktek di RSJ pak.....dan ini mau ambil tugas ke kota." jelas Rose sembari menaiki motornya dan mau menstater motornya.
"Owh......tanganku....." jerit Rose. Pergelangan tangannya terasa sangat ngilu. Dan ternyata nampak bengkak dan membiru.
"Yu.....nampaknya dislokkasi dech tanganmu. Kita segera turun aja ya....langsung ke rumah sakit." kata Arum.
"Iya.....kamu di depan nggak papa kan Rum.....?" tanya Rose.
"Nggak mengapa......kita pelan-pelan saja." jawab Arum. Keduanya meluncur ke rumah sakit yayasan di mana mereka menerima pendidikan keperawatan.
__ADS_1