
Keluarga Yudha Permana saat ini sedang berada di restorant hotel tempat mereka menginap. Mereka makan malam sekaligus membicarakan hal yang berkaitan dengan rencana pertunangan Nugraha dan Rose.
Pak Yudha duduk bersebelahan dengan Bu Maria. Sedangkan Nugraha duduk berdampingan dengan Arya. Mereka sedang menunggu menu pesanannya datang.
"Nug.....bukan berarti Papah dan Mamah ngelarang keinginanmu menemui Rose,tapi menurut papah sangat tidak efisien waktu. Coba setelah makan malam ini,kamu telephon Rose. Jelaskan maksudmu dan apapun yang akan kamu sampaikan. Papa yakin Rose mengerti." kata pak Yudha memberikan pengertian untuk putranya.
"Nug hanya merasa nggak bakal ketemu Rose lagi Pah......" jawab Nugraha. Kepalanya tertunduk terpekur. Hatinya begitu perih. Menahan rindu kepada kekasih hatinya.
Sambil menepuk punggung tegap putranya,pak Yudha berkata " Kamu harus semangat. Dan nggak boleh pesimis seperti ini. Rose pasti akan sedih melihatmu. Berjuanglah.....untuk tugasmu dan untuk hubunganmu dengan Rose. Dia bukan gadis manja. Papa yakin dia akan menunggumu."
Bu Maria hanya bisa mengatupkan bibirnya,ikut merasakan kesedihan putranya.
"Kami orang tuamu,akan bertanggung jawab untuk kebahagiaanmu. Untuk acara pertunanganmu dan Rose akan tetap berjalan,tanpa hadirmu sekalipun. Papa berjanji untukmu Nug...
Papa dan Mama akanewujudkan impianmu. Tugasmu saat ini hanya fokus untuk penempatan tugasmu." kata pak Yudha lagi.
Apa yang dikatakan orang tuanya membuat hati Nugraha sedikit lega. Setidak-tidaknya niat dan keinginannya mempersunting Rose akan tetap berjalan.
__ADS_1
"Aku harus kuat menahan semuanya,sekaligus aku berikan kamu waktu Rose....untuk meraih cita-citamu." monolog Nugraha dalam hati. Tekadnya sudah bulat,untuk bisa meraih mimpi bersama Rose kekasihnya.
Makan malam dengan keluarganya,sambil membicarakan segala rencana akhirnya usai.
Manakala mereka hendak bangkit dari meja makan di restoran itu,Nugraha melihat Komandannya beserta seorang gadis seusianya,yang mungkin putrinya.
"Selamat malam Ndan....." kata Nugraha sambil memberikan tanda hormat.
"Malam......" jawab lelaki tegap dan gagah di depan Nugraha.
"Kamu makan malam di sini.....bersama siapa?"
"Selamat malam Pak.....saya Yudha,dan ini Maria istri saya. Kami orang tua kandung Nugraha. Dan yang ini Arya,adik kandung Nugraha...."kata pak Yudha memperkenalkan diri kepada pimpinan Nugraha.
"Saya Ilyas....dan ini putri saya Anastasya." mereka saling berjabat tangan memperkenalkan diri masing-masing.
Pandangan Anastasya tertuju pada Nugraha. "Tampan dan gagah." monolog Anastasya dalam hatinya.
__ADS_1
Melihat putrinya yang nampak mengagumi Nugraha,pak Ilyas sedikit mengulas senyum. Dan berkata
"Mari bergabung untuk makan malam dengan kami !" ajak pak Ilyas komandan Nugraha
"Siap Ndan.....terimakasih. Kami sudah selesai makan malam. Ijin undur diri." kata Nugraha menolak ajakan komandannya.
"Kami ijin untuk undur diri,silahkan di lanjutkan. Kami mohon pamit." kata pak Yudha meminta ijin.
"Silahkan pak Yudha...."jawab pak Ilyas
Mereka berpisah untuk melanjutkan kegiatan masing-masing.
"Hayo.....malah lihatin anak orang." kata pak Ilyas.
"Ganteng Pah.....baru pengangkatan ya....?" tanya Anastasya kepada pak Ilyas.
"Kenapa.....suka?" tanya pak Ilyas menggoda anaknya.
__ADS_1
"Kalau kamu suka nanti Papa masukan ke batalion kita." kata pak Ilyas.
Anastasya putra pak Ilyas adalah staf tenaga sipil di batalion kesatuan yang di komandani pak Ilyas.