Mencintai Dalam Diam

Mencintai Dalam Diam
MDD episode 133


__ADS_3

"Apa kamu mau mengurung diri selamanya di dalam mobil.....apa kamu nggak merindukanku Nug......" tanya Rose kepada Nugraha.


Walaupun hatinya begitu sakit,namun Rose mencoba untuk bersikap biasa saja. Di tekannya perasaan dan emosinya yang selama ini bersemayam di hatinya.


"Rose......maafkan aku......" kata Nugraha tak berani menatap netra Rose.


"Sudahlah....ayo kita masuk. Jangan ngadi-adi. Masalah nggak akan selesai kalau kita hanya diam saja. Kita bicarakan semuanya di dalam bersama orang tua kita." kata Rose.


Nugraha sangat paham dengan perkataan tegas Rose. Ternyata sudah hampir 3 tahun sifat keras Rose masih begitu nyata. Inilah Rose,gadis yang sangat di cintainya.


Nugraha keluar dari dalam mobil. Nugraha memberanikan diri menatap netra Rose,netra dengan manik berwarna hitam,semakin menambah aura dingin bagi yang melihatnya.


Rose tak kalah memandang manik mata Nugraha. Seakan tengah menjelajah sesuatu yang tersembunyi di balik pancarannya. Tak lagi ada degub dan getar-getar yang biasanya menggelitik hati Rose. Tak ada rona wajah bersemu karena tersipu. Yang ada hanya kehampaan bagaikan di padang pasir gersang yang di rasa dalam kalbu sang pemilik hati.


"Bagaimana kabarmu Nug....."tanya Rose mengulurkan tangannya untuk menyalami Nugraha.

__ADS_1


Sedangkan Nugraha terperangah,tak menyangka jika Rose akan menyambutnya dengan begitu tenang. Bayangannya Rose akan menyambutnya dengan kemarahan dan caci maki. Namun di luar prediksi,sambutan Rose begitu tenang seakan tak ada masalah diantara mereka.


"Bolehkah aku memelukmu Rose......?" tanya Nugraha kepada Rose. Rasa yang sesungguhnya tiba-tiba muncul manakala mendapat uluran tangan penuh kehangatan.


"Peluklah kalau kamu menginginkannya." jawab Rose sembari merentangkan tangannya.


Lagi-lagi Nugraha terkejut dengan reaksi Rose. Pelukan yang di berikan Rose tak sama seperti pelukan yang di berikan manakala mengantarkannya ke jenjang pendidikan.


Pelukan yang di berikan saat ini,sama persis seperti pelukan mana kala mereka sekolah SMA dulu. Tak ada keintiman dinatara keduanya.


"Adakah yang kamu lakukan yang bisa mbuatku marah Nug.....kenapa bertanya seperti itu." balik perkataan Rose.


Alih-alih menjawab,Nugraha melempar pandang ke arah lain. Rose nya sudah sangat-sangat berubah. Hatinya benar-benar merasa hancur. Firasatnya mengatakan jika semuanya akan tidak baik-baik saja. Dan semua itu karena lesalahannya.


Hingga kini keduanya sudah masuk ke ruang keluarga,dimana tengah duduk bersama orang tua Rose dan orang tuanya. Nugraha menyalami kedua orang tua Rose dengan penuh takzim.

__ADS_1


"Kalian sudah di sini. Alangkah baiknya papa langsung membicarakan ke inti pokok permasalahannya. Supaya kita sama-sama merasa lega. Bagaiamana mas Hadi....bisa kami memulai ?" kata pak Yudha meminta pendapat ayah Rose.


"Saya rasa itu lebih baik mas Yudha....tapi nggak usah terlalu formal. Di sini kita adalah keluarga,alangkah baiknya kita bicarakan semuanya dengan kepala dingin,supaya suasananya juga adem." kata pak Hadi ayah Rose.


"Benar mas Hadi....akan saya mulai pembicaraan kita." kata pak Yudha. Dan selanjutnya pak Yudha menceritakan panjang lebar tentang hal yang terjadi dengan Nugraha. Dan sekali-sekali Nugraha ikut menimpali perkataan papanya,jika dirasa kurang pas dengan aslinya.


"Dengan kejadian kemarin,kami mengharap hubungan Nugraha dan Rose tetap berjalan seperti rencana awal kita ." kata pak Yudha.


"Maksud mas Yudha itu bagaimana ?" tanya pak Hadi butuh penjelasan.


"Anak-anak kita tetap kita nikahkan sesuai rencana kita 2 tahun yang lalu mas Hadi....." kata pak Yudha.


"Mas Hadi setuju kan.....yang jelas untuk menutup omongan orang-orang tentang pertunangan anak kita. Jika batal tidak sesuai renncana,kami takut akan membuat malu keluarga kita." sambung pak Yudha.


" Kami tidak bisa menyetujui langsung mas Yudha,karena yang akan menjalani anak-anak kita. Alangkah baiknya mereka yang memberi keputusan . Karena mereka sudah sama-sama dewasa yang pastinya sudah bisa memilah baik buruknya." jawab Pak Hadi.

__ADS_1


Pak Hadi menyerahkan semua keputusan kepada Rose. Karena pak Hadi tahu,Rose lah yang akqn menjalani semuanya.


__ADS_2