Mencintai Dalam Diam

Mencintai Dalam Diam
MDD episode 39


__ADS_3

Upacara wisuda kelulusan peserta didik kepolisian hari ini begitu mengharu biru. Peserta didik dari seluruh Indonesia hari ini akan di lantik menjadi anggota POLRI. Rona bahagia terpancar di wajah mereka.


Nugraha....hari ini nampak gagah dengan baju seragamnya dengan pangkat Bribda.


Setelah usai acara wisuda Nugraha menemui kedua orang tuanya.


"Selamat ya Nug.....mamah bangga padamu nak.....


Puji Tuhan,semua di lancarkan dan cita-citamu tercapai. Jadilah abdi negara yang melindungi dan mengayomi ya nak....." dengan linangan air mata Bu Maria memeluk Nugraha. Keduanya saling melepas rindu.


"Makasih Mah....." jawab Nugraha. Dan beralih memeluk pak Yudha.


"Pah....makasih ya Pah....dukungannya selama ini buat Nug....."kata Nugraha sembari memeluk papanya.


"Selamat Son....kamu hebat. Papa bangga padamu....." kata pak Yudha sambil menepuk-nepuk punggung Nugraha.

__ADS_1


"Selamat ya Kak....."kata Arya sambil memberikan tanda hormat kepada Nugraha.


" Masih waras kamu Aya...." celoteh Nugraha sambil memeluk Arya.


"Setan lu kak....punya adek ganteng seperti ini di kiranya gelo apa....?" Sungut Arya


Tawa mereka pecah mendengar seloroh Arya.


"Mah....Rose kenapa nggak diajak..?" tanya Nugraha. Ia sangat ingin ketemu dengan Rose.


" Ini.....kemarin mama ke asramanya dan dia menitipkan ini,ada salam rindu darinya buat kamu. Percayalah dia sangat mencintaimu. Mama tahu dari pancaran matanya dan tutur katanya begitu tulus. Rose minta maaf karena tidak bisa hadir mendampingimu...." kata bu Maria mengelus pundak Nugraha yang kini semakin tegap.


"Aku kangen Rose Mah......kami jarang berkomunikasi. Terakhir telephonan,Rose bilang tidak berani berkirim surat,takut aku kena sangsi katanya...." jawab Nugraha. Pandangan matanya sambil menerawang.


" Apa Rose baik-baik saja Mah.....seperti apa dia sekarang....?" pertanyaan Nugraha menerawang. Seakan-akan dia sedang mencari sosok Rose dalam bayangan. Mengingat kembali memori kebersamaannya sebelum berangkat pendidikan.

__ADS_1


"Rose baik-baik saja. Semakin tampak anggun sekarang. Pembawaannya yang tenang semakin menunjukkan sisi kedewasaannya." jawab Bu Maria.


"Bacalah suratnya....untuk mengurangi rasa rindumu. Nanti kamu juga bisa telephon dia. Supaya kangennya terobati."saran Bu Maria.


"Iya Mah....nanti aku mau telephon Rose"jawab Nugraha


"Mah....aku si tempatkan di pulau ini. Dan segera bertugas. Waktunya sangat sempit. Kemungkinan besar aku belum bisa pulang ke jawa Mah....


Bagaimana ini,apakah Rose tidak akan marah nantinya?" tanya Nugraha. Hatinya sangat kalut saat ini.


"Nanti kita bicarakan di hotel saja Nug....bagaimana baiknya. Kita berembug dengan Papa juga. Percayalah....semua ada jalan keluarnya. Lagipula Rose bukan type wanita yang suka menuntut. Dengan penjelasan yang benar,mama yakin Rose mengerti." jawab Bu Maria memberikan pengertian kepada putranya.


Sebenarnya Bu Maria juga merasakan hal yang sama. Bukan berarti akan menggantung Rose,tapi kondisi memang yang menjadikan semua rencana tidak berjalan semestinya


Mereka bergerak keluar dari area tempat wisuda menuju hotel,dimana keluarga Yudha Permana menginap. Sepanjang perjalanan ,dengan mobil rental yang di sediakan pihak hotel, mereka tak banyak bicara. Masing-masing seakan larut dalam dunianya sendiri-sendiri.

__ADS_1


__ADS_2