Mencintai Dalam Diam

Mencintai Dalam Diam
MDD epiaode 73


__ADS_3

Rombongan anak-anak asrama putra dan putri yang akan menuju kota tempat tinggal Budi,di pesisir pantai selatan pulau jawa mulai bergerak. Jarak tempuh sekitar 1 jam perjalanan mereka lalui dengan bersepeda motor. Berjalan beriringan dengan kecepatan sedang, melewati jalan raya di tengah-tengah hutan jati,dengan medan yang berkelok-kelok. Udara yang masih sangat segar walaupun menjelang sore hari.


Rose berboncengan dengan Satya. Entah karena suatu kebetulan atau memang sudah di rencanakan oleh teman-temannya,Rose tidak tahu. Dan Rose sendiri tak pernah ingin tahu. Tujuannya, dirinya ingin sedikit mengurai rasa


penat dalam pikirannya,mengingat keinginan Nugraha kemarin.


Rose sangat suka dengan laut. Deburan ombak di pesisir pantai menimbulkan ketenangan jiwanya. Oleh karena itu Rose langsung setuju saat Tya mengajaknya untuk pergi bersama-sama dengan teman-teman kuliahnya.


Senja sudah turun. Jalanan sudah mulai gelap. Mereka berencana berhenti di tengah perjalanan yang di namakan bukit cinta. Di sana bosa melihat pemandangan kota di malam hari. Dari atas bukit bisa melihat kendaraan yang menyemut,dan yang tampak hanya lampu-lampu kendaraan yang tampak berkerlap-kerlip bagaikan ribuan kunang-kunang.


Rose memandangi lampu-lampu kota dan kendaraan yang berlalu lalang denga takjub. Matanya bagaikan melihat ribuan bintang yang bertebaran. Hawa dingin mulai membuai lembut kulit Rose. Celana panjang hitam dengan kaos berwarna moca lengan panjang,malam ini membungkus tubuhnya. Rambut panjang dan sebatas lutut hanya di kepang di biarkan menjuntai indah di punggungnya.


"Mba nggak pakai jaket. Pasti kedinginan. Pakailah jaket ini," kata Satya sembari mengangsurkan jaketnya kepada Rose.


" Eh...nggak usah nggak papa. Kamu aja yang pakai. Lagian kamu yang di depan boncengin aku. Kamu lebih butuh jaket daripada aku. Angin langsung menerpa tubuhmu. Aku kan bisa berlindung di belakangmu. Santai aja..." jawab Rose menolak jaket Satya. Hawa dingin sudah terbiasa menemaninya,karena di daerah tempat tinggal Rose udaranya juga cukup dingin.

__ADS_1


" Baiklah....tapi minum ini dulu. Supaya badan lebih berasa hangat." kata Satya sambil mengangsurkan semangkuk sekuteng. Aroma jahe menguar dari minuman panas yang ada di dalam mangkuk itu.Rose menghirup aroma jahe dalam-dalam dengan memejamkan matanya. Aromanya membuat rilek pikirannya. Satya memandangi wajah Rose dari samping. Satya terpana,gaya Rose menghirup aroma minumannya nampak begitu cantik dan anggun.


"Sangat cantik" gumam Satya lembut.


"Apa...?" tanya Rose tersentak dan membuka matanya manakala mendengar perkataan Satya.


" Ech itu mba....pemandangannya sangat cantik." jawab Satya tergagap. Pandangannya dilemparkan ke arah bawah,dimana lampu-lampu kota dan kendaraan nampak berkelap kelip.


"Iya...sangat cantik. Tengah kota di lihat dari sini di malam hari sangat cantik." kata Rose sambil mengikuti arah pandang Satya. Sesekali ia menyesap minuman yang di berikan Satya dengan sendok yang di pakainya.


"Yah....jatuh sendokku...." kata Satya.


"Kamu kurang hati-hati pegangnya. Aku mintakan sendok lagi aja ke penjualnya ya....." kata Rose sambil bangkit dari duduknya.


" Nggak usah mba....pakai sendok yang di pakai mba aja ya....gantian." jawab Satya sambil meraih sendok di mangkuk sekuteng Rose.

__ADS_1


"Ih...itu bekas mulutku lho....cuci dulu pakai air mineral ini ya..."kata Rose seraya akan mengambil sendok yang di pegang Satya. Namun keburu Satya mengulumnya dengan mulutnya sambil menyesap minumannya.


"Nggak papa ya Sat....kali ini mengesap sendok bekas bibir Rose, siapa tahu besok bisa menyesap bibirnya seksinya langsung." kata Bima yang ternyata sedari tadi mengamati interaksi keduanya.


Rose dan Satya menoleh ke arah sumber suara. Wajah Rose bersemu merah karena malu mendengar candaan Bima. Sedangkan Satya benar-benar merasa bahagia,ada desir aneh yang Satya rasakan. Berdekatan dengan Rose membuat hatinya menghangat.


" Mas Bima....?" Rose terkejut mendengar suara Bima.


"Hai Rose.....dari tadi aku perhatikan kalian asyik banget ngobrol berdua." kata Bima mengomentari


"Biasa saja sich Mas Bim....cuma lagi melihat keindahan kota. Dilihat dari atas sini sangat cantik." kata Rose.


"Iya.... Cantik sepertimu." jawab Bima lagi.


" Cantik mas....karena aku cewek. Kalau mas Bima dan Satya kan ganteng karena cowok." jawab Rose datar.

__ADS_1


Batin Bima " bener-bener cewek dingin. Nggak mempan rayuan."


__ADS_2