
Rose ingin merebahkan tubuhnya,namun mendengar suara gemuruh ombak dirinya teringat Nugraha.Rose berjalan keluar rumah dan duduk di balai-balai teras rumah Budi. Suasana lebih tenang di rumah yang ditempati Rose dan teman-teman perempuannya. Sehingga Rose bisa menyendiri dan berkomunikasi dengan hatinya sendiri.
Waktu di bangku SMA,Nugraha seringai menemaninya di pinggir pantai. Bukan untuk bermain,tapi untuk melepaskan kegundahannya, disaat ada masalah yang membebaninya. Dan baru akan kembali jika dirinya sudah merasa nyaman. Biasanya Rose akan menjerit sekuat tenaga di tepi pantai,menghempaskan penat dan kegundahan yang mengganggunya.
"Nug.....biasanya kamu yang menemaniku untuk melepas kegundahanku. Tapi kenapa sekarang justru dirimu yang mengirimkan kegundahan untukku. Mengapa kamu masih saja tidak bisa berfikir panjang. Aku masih kepingin meraih cita-citaku Nug.....aku belum siap menikah muda." rintih hati Rose saat itu. Buliran air mata mengambang menutupi netranya,hati Rose terasa lelah. Dadanya bagaikan tertimpa batu besar dan membuat terasa sesak. Ingin sekali Rose menjerit ,menumpahkan keluh kesahnya kepada angin,melempar kegundahannya di tengah lautan dan di lebur oleh deburan ombak.
" Mengapa hidupku begitu rumit ya.....aku benar-benar lelah ya Allah......tolong aku. Bantu aku mengurai masalah ini. Tunjukan jalan kebenaran-Mu ya Allah." monolog Rose dalam hati. Kriatal-kristal air mata sudah luruh membasahi pipi mulus Rose.Dirinya merasakan sepi di tengah keramaian.
Sementara Satya sedang mencari-cari sosok Rose dengan mengedarkan pandangannya ke segala penjuru. "Apakah Rose sudah tidur....kenapa tidak ada diantara teman-teman wanita lainnya?" batin Satya.
Sedangkan Janti juga merasa kebingungan karena tidak menemukan Rose diantara teman-temannya.
"Bukankah tadi Yu Rose sudah keluar kamar terlebih dulu ya...
__ADS_1
Koq nggak kelihatan ngumpul di sini. Kemana dia?" gumam Janti.
" Jangan-jangan yu Rose masih kepikiran hal yang kemarin." sambil celingak celinguk mencari Rose. Hanya saja dirinya tidak berani pergi sendiri mencari Rose.
Mau mwngajak teman mencari Rose juga takut kalau Rose marah padanya. Karena swlama ini Roae masih merahasiakan masalahnya. Hanya bu Ati dan dirinya yqng tahu rencana pernikahan yang di minta tunangannya.
Satya yang merasa penasaran pura-pura bertanya kepada Janti. Satya tahu jika Janti teman sekamar Rose di asrama putri.
"Cari yu Rose....kemana dia ya. Koq nggak ada di sini. Padahal udah keluar dari rumah terlebih dulu lho.....!" jawab Janti tanpa menoleh kepada penanya. Wajahnya tampak cemas.
"Apa dia masih kepikiran tentang kemarin ya....gara-gara kemarin dia jadi tampak murung kalau sedang sendiri, sampai sekarang." gumam Janti. Walaupun kata-katanya lirih,namun masih terdengar jelas di telinga Satya.
" Apa sedang ada masalah ?" tanya Satya penasaran.
__ADS_1
" Bukan masalah sich....tapi ajakan tunangnannya untuk menikah kelihatannya menjadi beban pikirannya. Di depan banyak orang sich biasa,bisa sembunyikan beban pikirannya. Tapi kalau udah sendiri mesthi terus melamun." jawab Janti.
"Apa....mau menikah ?" tanya Satya kaget. Hatinya tidak percaya dengan apa yang di dengar telinganya.
Sontak Janti pun terkejut. Karena dirinya tidak menyangka ada orang yang mendengarkan kata-katanya. Sedari tadi dirinya tidak sadar jika ada Satya di belakangnya dan bertanya tentang Rose. Janti terlalu fokus mencari keberadaan Rose,mengakibatkan dirinya tidak fokus dengan sekitarnya.
"Koq kamu ada di sini. Sejak kapan ?" tanya Janti menatap curiga kepada Satya.
" Belum lama mba....hanya heran aja mba Janti celingak celinguk sendiri seperti mencari seseorang." jawab Satya pura-pura tidak mendengar kata-kata Janti tadi.
"Nggak ada....cuma lagi nungguin Rose lama. " jawab Janti.
"Mungkin mba Rose ketiduran. Coba cari aja ke rumah penginapan tadi mba..."saran Satya. Sebenarnya Satya pun sedang mencarinya. Namun sungguh kaget mendengar jika Rose akan menikah. Hatinya tiba-tiba terasa perih.
__ADS_1