Mencintai Dalam Diam

Mencintai Dalam Diam
MDD episode 67


__ADS_3

Nugraha menceritakan semua yang terjadi selama dirinya bertugas dalam kurun waktu hampir 2 tahun ini. Keinginan untuk sekedar mengambil jatah cuti pun selalu tidak bisa terlaksana,karena tuntutan tugas yang di embannya. Hingga seorang gadis bernama Ana,yang notabene putri dari komandannya,yang akhir-akhir ini mendekatinya. Walaupun tak terungkap kata,namun dari gerak-gerik dan pandangan mata Ana,Nugraha bisa memgambil kesimpulan jika Ana menaruh hati padanya.


Tak ada satupun terlewatakan,Nugraha menceritakan semuanya. Hingga akhirnya....


"Sayang......aku takut khilaf. Untuk menghindari semuanya,aku mau sayang segera mengirimkan berkas untuk pengajuan nikah kantor. Mau kan sayang......?" tanya Nugraha penuh permohonan.


"Yang kamu takutkan khilaf karena apa Nug.....?" tanya Rose menelisik. Keinginan Nugraha yang tiba-tiba membuat dirinya khawatir. Walaupun Rose percaya,tentang jodoh,rejeki dan mati adalah kehendak-Nya.


"Aku takut khilaf karena berjauhan denganmu,aku takut nantinya aku berpaling darimu sayang.....!" jawab Nugraha frustasi.


"Apakah rasa cintamu sedangkal itu untukku Nug.....hingga kamu takut khilaf. Aku mempercayakan cintaku untukmu. Aku rela menunggumu sampai kamu menghalalkanku. Apakah masih kurang ?" jawab Rose mengungkapkan isi hatinya.


"Karena aku tahu pengorbananmu sayang....makanya aku ingin segera menghalalkanmu. Supaya ikatan kita semakin kuat dan tak ada lagi yang mengganggu hubungan kita." jawab Nugraha

__ADS_1


"Tak akan ada gangguan yang berarti kalau kita berpegang teguh pada prinsip. Aku percaya kepadamu,tentunya kamu juga harus bisa memegang dan nggak mensia-siakan kepercayaanku Nug.....jangan merajuk seperti anak kecil. Kita harus berfikir logis Nug......" jawab Rose.


"Justru karena aku berfikir logis sayang....makanya aku meminta hal yang sudah kita rencanakan jauh-jauh hari. Apa waktu dua tahun masih membuatmu ragu sayang....?" jawab Nugraha. Ada sedikit unsur pemaksaan yang di rasakan oleh Rose. Ini pasti karena Nugraha merasa tertekan jiwanya. "Aku harus mengikuti alurnya,supaya hati Nug tenang ." batin Rose.


"Nug......aku tak akan pernah menolak permintaanmu,selagi itu demi kebaikan. Tapi apakah Nug lupa.....kalau saat ini aku masih berstatus mahasiswa,yang sudah terikat kontrak untuk tidak menikah dulu sampai aku selesai pendidikan." jawab Rose sembari mengingatkan posisinya saat ini.


"Dalam artian sayang menolak halus dengan permintaanku?" rajuk Nugraha. Hatinya sedang dalam kondisi tidak stabil,oleh karenanya jawaban Rose dianggap bentuk penolakan halus untuknya.


"Mengapa aku harus menolak. Malah justru aku senang Nug....sangat-sangat senang. Artinya keinginan hatimu yang seperti itu merupakan wujud dari rasa cinta dan sayangmu untukku,yang begitu dalam." jawab Rose menenangkan emosi Nugraha.


"Aku setuju Nug.....pastikan kapan aku harus kirim berkasnya. Pastinya calon suamiku ini harus konfirmasi dan perijinan kantor terlebih dahulu kan ?" jawab Rose. Walau sebenarnya hatinya gamang,karena masih satu tahun lagi untuk lulus menjadi profesi yang di tempuhnya.


"Iya....aku pasti kabari. Semoga tidak ada lagi kendala untuk hubungan kita ya sayang......" jawab Nugraha. Hatinya merasa lega. Karena Rose menyetujui idenya.

__ADS_1


"Biasanya untuk proses pengajuan sampai di acc butuh berapa lama Nug...." jawab Rose. Dirinya ingin mengetahui sejauh mana nantinya dirinya akan bertindak.


"Ada yang cepat ada yang lama juga. Tapi semoga akan cepat di setujui." jawab Nugraha.


"Baiklah Nug....kabari saja kapan waktunya aku harus mengajukan. Dengan syarat Nug harus menyampaikan untuk acara pernikahannya menunggu aku lulus kuliah dulu. Tinggal 1 tahun lho Nug.....apa kamu nggak kasihan dengan pengorbananku selama ini dalam menempuh pendidikan." jawaban Rose kembali menggiring Nugraha untuk kembali ke perjanjian awal hubungan mereka.


"Sekarang kondisimu bagaimana Nug.....apa sudah membaik ?" tanya Rose mengalihkan pembicaraan.


"Sayang.....aku sudah sehat. Mendengar suaramu membuatku jauh lebih baik. Boleh di kata aku udah sembuh. Aku nggak akan sakit lagi kalau sayang selalu menemaniku ." jawab Nugraha. Terdengar suaranya lebih riang di bandingkan pas awal tepephon.


"Syukurlah kalau sudah baikan. Jangan berfikir yang macem-macem. Percayakan semuanya kepada takdir Allah. Aku mencintaimu dan akan selalu mencintaimu. Jangan pernah ragukan perasaanku ya....


Sekarang istirahatlah. Aku nggak mau kamu akan lebih sakit karena kurang istirahat. Love you Nug....aku menunggumu ." kata Rose mengungkapkan perasaannya.

__ADS_1


"Aku akan menjemputmu sayang.....jangan tinggalkan aku. Love you to Roseku....." jawab Nugraha penuh dengan perasaan.


"Iya....aku tutup telephonnya ya....Assalamuallaikum." kata Rose mengakhiri sambungan telephonnya dan di jawab salam dari Nugraha di seberang telephon.


__ADS_2