
Ada segurat pertanyaan di hati Rose. Apa sekiranya yang akan di bicarakan oleh kedua orang tua Nugraha. Dari nada bicara pak Yudha seakan-akan ada hal penting yang akan di sampaikan.
"Rose....beberapa hari yang lalu,Papa dan Mama main ke kediaman orang tuamu. Ternyata rumahmu ada di bawah bukit ya Rose....tempatnya adem. Anginnya sejuk. Papa dan Mama suka melihatnya. Kapan-kapan kalau papa punya rejeki pingin beli lahan di daerah tempat tinggalmu."kata pak Yudha. Dan perkataan pak Yudha sebenarnya semakin membuat penasaran dan tanda tanya Rose,untuk apa kedua orang tua Nugraha datang ke rumah orang tuanya. Apa mungkin melanjukan niatan untuk perjodohan Nugraha dan dirinya. Banyak pertanyaan berputar-putar di otaknya.
"Rumah kami di gunung Pa....tidak seperti Mama dan Papa yang tinggal di kota."jawab Rose menetralisir suasana.
"Tapi mama dan papa suka. Besok kalau kalian sudah menikah bikin rumah di kampungmu aja Rose. Adem. Pasti sehat buat cucu-cucu mama kelak."jawab bu Maria. Sedikit ada bayangan jika pertemuan kedua orang tua Nugraha pasti mengarah ke perjodohan kami.
"Kalau Nugraha sabar Ma....kan Rose pingin selesaikan kuliah dulu dan pingin jadi wanita karir. Yang nggak hanya mengandalkan pemberian dari suami." jawab Rose menyampaikan keinginannya.
'Mama dukung Rose"jawab bu Maria sambil mengacungkan kedua ibu jarinya.
"Berarti Rose setuju ya....pertunangan kalian akan di langsungkan setelah Nugraha selesai pendidikan. Berarti tinggal 2 bulan lagi." kata pak Yudha kepada Rose. Kaget pastinya yang Rose rasakan. Walaupun sudah bisa diprediksi keinginan orang tua Nugraha,namun tetap saja Rose kaget. Karena dirinya benar-benar akan akan di ikat dalam suatu hubungan pertunangan beberapa bulan ke depan.
__ADS_1
" Yu.....kering tempe udah aku ambil ya....sekalian punya Sara. Uangnya aku titip ke Janti ." tiba-tiba May menjulurkan kepalanya dari balik pintu menjeda perkataan kami.
"Iya....makasih May....." kata Rose menanggapi perkataan May....teman satu blok asramanya.
"Kamu jualan masakan Rose....?"tanya bu Maria kepada Rose.
"Iseng-iseng aja Mah.....temen-temen suka pesen-pesen masakan Rose." jawab Rose seadanya.
"Wah....mantu mama hebat,masih muda udah latihan berbisnis. Type-type wanita mandiri ini...."sanjung bu Maria kepada Rose.
"Bagaimana Rose.....dengan niatan Papa dan Mama,apa Rose setuju?" kata pak Yudha menanyakan kembali tujuannya.
"Rose sudah memasrahkan semuanya kepada Ayah dan Ibu Rose,kemarin waktu Rose pulang kampung. Untuk keputusannya tergantung persetujuan Ayah dan Ibu. Karena pada dasarnya Rose kepingin jadi wanita karir Mah...Pah....maaf." jawab Rose
__ADS_1
"Jika Ayah dan Ibu mengijinkan,Rose tidak masalah. Yang penting hanya sekedar bertunangan dulu. Rose tidak mau putus sekolah di tengah jalan." jawab Rose tegas. Untuk masa depannya dan cita-citanya Rose tidak pernah setengah-setengah menjalaninya. Apalagi usianya belum genap 20 tahun.
"Oh...itu pasti Rose. Mama sama Papa juga mendukung keinginanmu. Selesaikan dulu cita-citamu. Lagipula ini nanti baru pertunangan dulu. Nikahnya setelah Rose lulus kuliah. Bagaimana....Rose setuju kan...?" tanya pak Yudha kembali menegaskan.
"Iya Pah....Mah....itu lebih baik. Supaya Rose dan Nugraha meniti karir terlebih dahulu." jawab Rose.
"Puji Tuhan.....Mama bahagia mendengarnya. Untuk acara prosesi lamaran nanti l,Rose nggak usah mikir macem-macem. Serahkan kepada kami. Papa,Mama dan juga Ayah Ibumu yang akan menangani semuanya." jelas bu Maria dengan rona wajah bahagia. Tangannya merengkuh pundak Rose untuk masuk dalam pelukannya.
"Iya Mah.....silahkan nanti para orang tua saja yang mengaturnya."kata Rose
" Iya pasti.....tugasmu belajar dan belajar. Supaya cita-citamu tercapai." sahut pak Yudha. Anggukan kepala Rose tanda persetujuannya.
Beberapa saat mereka masih berbincang-bincang di ruang tamu asrama Rose tinggal. Dan akhirmya Papa dan Mama Nugraha pamit untuk pulang. Diantarnya mereka sampai ke mobil di parkiran asrama.
__ADS_1
"Hati- hati Mah....Pah.....!"
"Pak Tris.....jangan ngebut-ngebut bawa mobilnya"kata Rose. Ternyata pak Tris supir pribadi yang mengantar keluarga pak Yudha menemui Rose.