
Setelah Fitri selesai berenang ia membersihkan badannya lalu duduk disofa yang ada diruang keluarga, tiba-tiba ia kepikiran dengan rencana membuat usaha.
"Usaha apa ya? Kalo gue buka butik gue gak bisa buat baju, apa gue buka toko bunga aja ya" ucap Fitri
Dan akhirnya ia memutuskan untuk membuat rencana akan membuka usaha toko bunga kecil-kecilan, karna ia suka dan sedikit tau tentang tanaman atau bunga-bunga. Fitri akan memberitahu rencana ini kepada Barkah jika sudah pulang.
Fitri mulai mencari tau apa saja yang harus dilakukan untuk membuka toko pemula, apa saja yang harus dipersiapkan dan sebagainya, tak lupa ia juga mencatatnya.
Dan ia berharap Barkah akan setuju dengan rencana usaha ini dan mendukungnya.
Hari sudah siang dan ini saatnya makan siang, ketika Fitri sedang makan di meja makan ada yang menekan bel, ia langsung menghampiri dan membukakan pintu dan ternyata itu adalah Barkah.
Terlihat senyum mengembang di bibir Fitri, ia senang Barkah pulang siang tapi heran juga karna tidak biasanya dia pulang siang.
"Loh mas kok udah pulang" tanya Fitri
"Iya mas mau makan siang dirumah sama istri dan calon anak" ucap Barkah sambil tersenyum.
__ADS_1
Mendengar itu Fitri tak henti-hentinya tersenyum, dan pipinya mulai kemerahan karna malu.
"Mas bisa aja, ayo masuk kebetulan aku juga lagi makan" jawab Fitri
"Ouh kamu lagi makan?"
"Iya mas. Mas sih gak bilang dari pagi kalo mau makan siang dirumah, Kalo tau gini kan aku bisa nungguin mas" rengeknya
"Maaf yah, sebagai permintaan maaf nanti kita belanja buat keperluan anak kita" ucap Barkah
"Astaghfirullah mas, masih lama bahkan kita belum tau jenis kelamin anak kita perempuan atau laki-laki" jawab Fitri cepat
"Ya tapikan mas aku mau nya semuanya dari peralatan, baju dan sebagainya harus senada sama jenis kelamin anak kita. Misalkan kalo anak kita laki-laki berarti warnanya biru, kalo cewe warnanya pink gitu loh mas" Ucap Fitri
"Masya Allah istriku ini, yaudah kita beli buat kebutuhan ibu hamil aja ya?" tanya Barkah mengakhiri perdebatan itu.
"Mmmm boleh tuh, nah ini baru bener. nanti aja kalo kita udah tau laki-laki atau perempuan baru kita beli keperluan buat anak kita, kalo gak salah aku liat di google cek jenis kelamin janin itu di minggu 16 minggu dan itupun harus cek ulang di minggu 18-20 minggu atau 4-5 bulan gitu mas" ucap Fitri panjang lebar memberi tahu suaminya.
__ADS_1
"Ouh gitu yah, yaudah mas mau makan sekarang laper" ucapnya
Fitri pun menyendokkan nasi dan lauknya di piring Barkah, Fitri juga melanjutkan makannya yang tadi sempat tertunda. Sesudah mereka selesai makan siang, Barkah akan kembali kekantor karna dia pulang hanya ingin makan siang dan tentunya ingin melihat istrinya.
"Mas kekantor lagi yah, nanti malem kita jalan-jalan sambil belanja" ucapnya
"Iya mas"
Tiba-tiba Barkah jongkok didepan Fitri, lalu ia mengusap-usap perut Fitri yang masih rata tapi sudah ada sosok janin didalamnya.
"Sayang, Daddy berangkat kekantor lagi yah kamu sehat-sehat didalam sini. Daddy sama Mommy nunggu kamu, i love you" ucap Barkah lalu ia berdiri dan mencium kening Fitri, lalu Fitri menyalami tangan Barkah.
"Mas pergi dulu yah, Assalamualaikum" ucapnya
"Iya mas hati-hati yah, Waalaikumsalam"
I'M BACK MAAP TEMAN-TEMAN SEBULAN KEMARIN SAYA TIDAK UPDATE DISINI SAYA BINGUNG KARNA MENTOK IDE, SEMOGA SETELAH INI SAYA BISA LEBIH BAIK LAGI DALAM MENULIS KARYA.
__ADS_1
SEKALI LAGI MAAP DAN TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA ATAU MENSUPPORT KARYA SAYA, SEMOGA KALIAN SEHAT SELALU AAMIIN.