Mencintai Dalam Diam

Mencintai Dalam Diam
MDD episode 51


__ADS_3

Rose duduk di hadapan Bu Ati kepala asramanya. Pembawaannya yang tenang,menutupi perasaan khawatirnya. Rose takut akan mendapatkan sangsi karena sudah ketahuan jika dirinya sudah bertunangan. Dia lepaskan nafasnya yang perlahan berusaha untuk menetralisir beban yang menghimpit di dadanya. Namun demikian Rose sudah bertekad menerima apapun jika dirinya mendapat sangsi.


Sedangkan Bu Ati duduk di hadapan Rose,dan memandang wajah Rose dengan intens. Tidak di temukan kebohongan di wajah Rose.


"Rose.....sudah berapa lama kamu bertunangan dengan Nugraha?" tanya Bu Ati penuh selidik.


"Kurang lebih 9 bulan yang lalu Bu....saat liburan semester. Dan kami bertunangan tanpa di hadiri Nugraha Bu...hanya kedua orang tuanya dan beberapa sanak saudaranya." jawab Rose apa adanya.

__ADS_1


" Lha Nugraha kemana koq tidak ikut?" tanya Bu Ati lagi.


" Nug setelah pendidikan langsung ditugaskan di kota UP Bu.....kami sama-sama menjalani pendidikan. Nug di pulau S sedangkan saya di sini. Jadi selama ini kami berhubungan jarak jauh Bu...."jawab Rose. Jawaban yang jujur berharap tidak akan mendatangkan sangsi untuknya.


"Namun walaupun jarak jauh,ibu berharap hubungan kamu dan tunangan kamu tidak akan mengganggu pendidikanmu Rose. Orang tuamu pastinya berharap kamu bisa menyelesaikan pendidikanmu sampai selesai. Bukankah menjadi perawat adalah cita-citamu Rose....."Bu Ati mengingatkan tujuan Rose saat ini.


Bu Ati juga harus mempertanggung jawabkan tugasnya, mengawasi anak-anak dalam asrama. Beliau tidak mau anak-anak asramanya gagal dalam menempuh pendidikan,karena masalah external yang mengganggu pikiran karena perihal percintaan.

__ADS_1


"Baguslah Rose....kalau kamu menyadari akan tujuanmu berada di sini. Ibu mendukungmu. Dan ibu akan menjagamu seperti pesan Nugraha dalam telephon tadi. Hubungan jarak jauh sangat berat Rose,kamu harus bisa menjaga hati dan harus menjaga diri di lingkungan. Hubungan jarak jauh seringkali mendapat cobaan dengan hadirnya orang ketiga. Baik dirimu ataupun tunanganmu. Kalian harus sama-sama berkepala dingin dan saling percaya satu sama lain,komunikasi juga harus baik. Jangan mainkan emosi,karena itu akan memperburuk hubungan." nasihat Bu Ati menguatkan hati Rose.


Dalam hatinya Rose merasa dirinya akan aman. "Aku harua berjanji pada diri sendiri untuk selalu bisa menjaga hati ini. Demi kebaikanku." batin Rose.


" Iya Bu....terima kasih sekali atas nasihat-nasihat Ibu. Maafkan Rose jika selama di asrama sering membuat ulah." jawab Rose sambil tertunduk.


"Selama ini Ibu melihatmu lebih dewasa di bandingkan teman-temanmu seangkata. Dan kamu juga termasuk penghuni asrama yang jarang pulang. Malah ibu dengar dari Ami,kamu sudah mulai ikut menjadi asisten di tempat dokter praktek. Ibu bangga padamu Rose....manakala yang lain masih senang berhura-hura,kamu malah justru berkutat dengan kuliah dan berlatih bekerja. Semoga tidak mengganggu tugas utamamu Rose." Bu Ati memberikan penilaian sikap Rose.

__ADS_1


"In sya Allah tidak mengganggu Bu....itu juga untuk mengisi kekosongan waktu. Daripada tidur terus di asrama." jawab Rose sambil tersenyum . Ada seraut kelegaan, karena kekhawatirannya mendapat sangsi tidak terbukti.


"Baiklah....sudah malam. Kembalilah ke kamarmu dan istirahatlah." perintah Bu Ati sambil mengelus kepala Rose. Jiwa keibuannya memberikan ketenangan untuk anak-anak asrama asuhannya.


__ADS_2