
Pagi menjelang. Rose terbangun dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan di lanjutkan untuk sholat subuh. Semantara yang lain masih tertidur pulas. Mungkin karena masih terlalu pagi,udara juga masih terasa dingin.
Di pondok belakang rumah yang di tempati Rose dan teman-temannya beristirahat terdengar suara kesibukan orang memasak di dapur. Rose berjalan ke arah sumber suara tersebut. Rose melihat kakak perempuan Budi dan dua orang wanita setengah baya sedang berkutat memasak.
"Selamat pagi semuanya....!" sapa Rose kepada mereka.
"Selamat pagi.....eh mba koq sudah bangun, masih gelap lho ini..." jawab seorang Ibu.
"Rose Bu....nama saya Rose ." jawab Roae memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangan dan menjabat tangan mereka.
"Eh tangan kami kotor mba Rose....nama saya Ijah,dan ini Siti." jawab bu Ijah sambil mengulurkan lengan tangannya yang tidak kotor.
"Saya Diah...kakak kandung Budi." kata mba Diah mengulurkan tangannya bersalaman.
"Iya mba...maaf ya,kedatangan kami merepotkan keluarga mba Diah dan ibu-ibu semua. Mau masak apa ini mba....boleh aku bantu-bantu?"
Kalau sekedar kupas bawang sama potong-potong cabe,bisa lah....." seloroh Rose mendekat dan duduk di tikar yang terbentang di lantai dapur.
" Nggak usah mba Rose...nanti tangannya kotor lho....biar kami saja." kata Bu Siti.
__ADS_1
"Nggak papa bu Siti,sekalian belajar ." jawab Rose dengan senyum manisnya. Kemudian Rose menggelung rambutnya supaya tak ada yang jatuh ke makanan saat memasak nanti.
"Masak apa pagi ini kita mba Diah....?" tanya Rose lagi.
"Nasi goreng aja kali ya....buat sarapan. Terus mau masak lodeh tempe cabai hijau untuk makan siang,nanti lauknya ikut kalian saja. Katanya hari ini ada rencana bakar-bakar ayam dan ikan laut. Ada makanan khas daerah sini juga,tiwul juga gathot." kata mba Diah menjelaskan.
"Wah enak itu mba....aku bantuin masaknya ya .....aku mau belajar bikin bumbu nasi goreng,biar aku yang uleg bumbunya ya mba...." kata Rose menawarkan diri.
Dengan cekatan Rose menyiapkan bumbu dan mengulegnya. Masak nasi goreng di lakukan 2 tahap karena porsinya yang besar dan wajannya tidak cukup jika untuk sekali masak. Rose audah terbiasa masak. Dan mereka yang di dapur takjub melihat cara Rose memasak. Toping timun,bawang goreng dan telur ceplok juga kerupuk sudah siap. Teh panas dan kopi hitam buat para cowok pecandu kopi juga sudah tersedia.
Mba Diah menata menu makanan masakan Rose di meja makan,lengkap dengan topingnya. Minuman dan camilan lain di tempatkan di meja yang berbeda.
"Wah....aroma kopinya menggoda. Sapa yang bikin kopi mba....." tanya Budi sambil menyampirkan tangannya di pundak mba Diah.
"Sapa mba...koq aku nggak lihat sedari semalam. Bohong pasti." jawab Budi sambil mencomot kerupuk dari dalam toples.
"Wah....udah ada sarapan nasi goreng. Bikin cacingku meronta ini mba Diah...."kata Bima,sembari menciduk nasi goreng dari dalam wadah besar dan di masukkan ke piringnya. Di lengkapi juga dengan toping yang sudah di sediakan.
"Woi....bangun.....sarapan dulu,setelah itu kita jalan-jalan ke pantai." seru Jati. Dan mereka yang tadinya masih bermalas-malasan bangkit dan mengantri untuk mengambil makan pagi.
__ADS_1
" Mba Diah pinter masak nasi gorengnya. Enak....👍👍👍 ." kata Bima menyanjung masakan yang di santapnya.
"Buka resto aja mba.....ini bener-bener enak." kata yang lain. Hampir semua puas dengan nasi goreng yang Rose bikin. Mba Diah menerima banjir pujian dari menu yang di sajikan pagi ini.
"Ini bukan masakan mba Diah....sumpah mba nggak masak. Kalau nasi goreng buatan mba Diah nggak bakal seperti ini rasanya. Tanya aja ke Budi...."kata mba Diah lagi. Mba Diah nggak mqu di puji karena memang bukan masakannya.
"Ach terserah lah siapa yang masak,yang penting aku mau nambah. " kata Bima sembari bangkit dan membawa piringnya ke arah meja makan.
Bersamaan dengan Rose yang keluar dengan membawa piring berisi telur ceplok yang belum di sajikan,karena tadi masih dalam proses menggoreng.
" Nha.....ini dia koki kita datang.....Rose yang pagi ini menyiapkan sarapan kita ." kata mba Diah sambil membuka kedua tangannya memperkenalkan Rose. Rose hanya tersenyum melihat gaya mba Diah.
"Nggak enak ya....maaf masih amatiran. Barusan minta di ajari mba Diah,bu Siti dan bu Ijah di dalam.," jawab Rose merendah.
"Sempurna Rose.....boleh nggak aku selalu dimasakin setiap kali makan?" tanya Bima.
"Itu sich melamar Rose secara nggak langsung namanya..." jawab Jati yang mendekat dan menambah sarapannya.
"Bukan mas Jati.....aku mau di jadikan asisten rumah tangga di rumah mas Bima." jawab Rose terkekeh. Bima yang mendengar jawaban Rose membatin " gadis ini benar-benar nggak peka terhadap sanjungan."
__ADS_1
"Jangan ngelamar atau menggoda mba Rose....nanti kena tembak pak Polisi lho......" jawab Satya sambil melirik Rose. Dan Rose menatap Satya sambil tersenyum.
" Halah....itu sich alasan Satya aja yang cemburu melihat Rose di goda Bima." kata Adi. Wajah Satya berubah bersemu merah karena tebakan Adi. Sedangkan Rose hanya datar-datar saja. Walaupun sebenarnya ada sebersit rasa hangat mendengar pembelaan Satya.