Mencintai Dalam Diam

Mencintai Dalam Diam
MDD episode 114


__ADS_3

"Mba....aku sangat berterimakasih. Hari ini mba Rose mau menemaniku bertemu orang tuaku. " kata Satya.


"Ish....kamu nggak asyik. Kamu tadi menjebakku kan......parah luh......!" kata Rose mengomentari kata-kata Satya. Keduanya saat ini berada di taman kecil depan kamar Satya. Mereka kembali ke asrama selepas Ashar.


"Kata siapa aku ngejebak kamu mba....kan tadi aku bilang,mba Rose nanti berhenti di masjid kalau nggak mau ikut masuk.....nggak salah kan aku....?" jawab Satya sambil terkekeh. Dalam hatinya sangat senang sudah bisa mengerjai Rose yang selalu menolak jika diajak ke rumah Buliknya.


"Ya mana aku tahu kalau masjidnya ada di depan rumah keluargamu. Dan yang heran lagi kenapa beliau bisa mengenaliku. Kan aku dan mereka belum pernah ketemu. !" jawab Rose sambil menahan malu.


"Tahu nggak.....aku kaya orang bodoh tadi itu.....tengak tengok kaya orang ilang saat Bulikmu dan Windi panggil-panggil aku. Kamu sungguh keterlaluan. " protes Rose sambil memukul lengan Satya. Dan Satya justru tergelak mengingat reaksi Rose tadi siang.


"Iya lah....mereka langsung paham kalau gadis yang bersamaku adalah kamu mba....kan aku sering cerita ke mereka perihal mba. Dan dari ciri-cirinya pasti mereka langsung mengenali lah....." jawab Satya sambil terkekeh. Hari ini Satya nampak sangat bahagia karena sudah mempertemukan Rose dan kedua orang tuanya.


"Dan ceritamu sungguh-sungguh hiperbolis. Terlalu di dramatisir ceritanya tau......!" sungut Rose.Lagi-lagi mencubit pinggang Satya. Dan sang empunya hanya mampu mendesis kesakitan.


"Jangan KDRT dong Yang.......sakit......." jawab Satya sambil merebahkan kepalanya di pundak Rose.

__ADS_1


"Ich......ich......ngelunjak ya lama-lama......" kata Rose melepas cubitannya dan di ganti dengan pukulan bogem di lengan Satya.


"Owh.......bener-bener galak ini orang. Tapi aku suka......" jawab Satya sambil berbisik di telinga Rose. Sontak bisikan Satya membuat tengkuknya meremang,karena nafas Satya mengenai titik sensitif Rose.


"Cah edan......!" kata Rose sembari menjauhi Satya.


"Mba.....mau tahu nggak.....kalau aku lagi jatuh cinta sama seorang gadis. Tapi aku belum menembaknya sich.....!" kata Satya sambil memperhatikan wajah Rose


"Oh ya.....syukurlah kalau begitu. Berarti pacaran kontrak kita selesai nich.....?" jawab Rose. Ekspresi wajahnya biasa- biasa saja. Dan itu membuat Satya agak kecewa.


"Justru itu mba....aku ragu buat nembak dia. Takutnya di tolak sama cewek incaranku itu."kata Satya. Wajahnya nampak murung.


"Anak Aspi bukan?" tanya Rose. Rose sangat serius menanggapi perkataan Satya. Jika memang benar,Rose akan membantu mendekatkan Satya dengan gadis incarannya.


"Iya mba....anak aspi lah......kan aku nggak kenal dan nggak ketemu sama perempuan manapun selain cewek aspi." jawab Satya serius.

__ADS_1


"Aku mau bantu kamu Sat....untuk bilang ke cewek itu. Karena kebersamaan kita selama ini ,aku takut cewek itu akan menolakmu." kata Rose.Dirinya merasa perlu mengklarifikasi jika gadis yang di incar Satya nantinya akan menolak.


"Nggak usah terburu-buru mba....aku sendiri yang belum yakin menembaknya. Nanti kalau waktunya tepat,pasti aku akan mengutarakan perasaanku padanya." jawab Satya.


"Terserah kamu saja Sat......tapi kalau ada kendala dan itu penyebabnya aku,jangan pernah sungkan ngomong. Aku pasti bantuin. Aku nggak mau menutup jodoh orang lain." jawab Rose.


"Siap mbakku sayang.......tunggu aku tembak ya.....!" jawab Satya.


"Apa....?" tanya Rose yang tidak begitu mendengar perkataan Satya.


"Nggak ada berita ulang ." jawab Satya.


"Ya udah. Aku pulang ya. Makasih untuk hari ini." kata Rose sambil berdiri.


"Pulanglah.....nanti sehabis maghrib aku jemput ke asrama. Kita makan di luar. Ada jatah dari ayah untuk kita tadi." kata Satya sambil mendorong tubuh Rose dari belakang. Sebenarnya Satya ingin merengkuh pundak Rose,namun keinginannya di tahan.

__ADS_1


"Apa kamu tak bisa membaca pikiranku dan merasakan perasaanku Rose....kamu terlalu jujur dan totalitas dalam membantu. Aku semakin mencintaimu." batin Satya. Pandangan matanya masih menatap punggung Rose sampai hilang di balik pintu masuk asrama putri.


__ADS_2