
Tiga bulan berlalu,mid semester tengah di hadapi. Kegiatan kemasyarakatan tengah menanti untuk syarat akhir kelulusan nanti.
" Mba Rose......ada ayah dan ibunya datang. Sudah aku suruh tunggu di ruang tamu." kata Lina adek tingkat Rose yang kebetulan berjaga di kantor asrama.
"Oh ya....makasih Lin......' kata Rose. Namun hati kecilnya bertanya-tanya. Untuk apa kedua orang tuanya datang di jam kunjungan sore..Bagaimana nanti pulangnya,atau ayah bunda mau menginap di kota ini.
Bergegas Rose mengganti pakaiannya dan menuju ke lantai satu untuk menemui orang tuanya,walaupun hatinya masih penuh dengan tanda tanya dengan kegadiran kedua orang tuanya yang di rasa tak seperti biasanya.
"Mba Rose.....ini ibu....." sapa bu Dewi,ibunda Satya kepada Rose.
"Eh....ibu....bapak...maaf tidak tahu kalau bapak ibu di sini ." jawab Rose sembari menyalami dan mencium tangan kedua orang tua Satya bergantian.
"Sebentar ya Pak....Bu.....saya tinggal sebentar mencari ayah bundaku." pamit Rose sembari hendak melangkah keluar ruang tamu asrama.
"Yang datang kami mba....tadi kami yang bilang kalau kami ayah ibunya mba Ros...." kata Bu Dewi sembari merengkuh pundak Rose dan menuntunnya untuk duduk.
__ADS_1
"Maafkan kami ya mba......sudah membuatmu kaget ." sambung bu Dewi melihat kebingungan di wajah Rose.
"Oh....saya yang minta maaf Pak Bu....karena tidak menyadari jika Bapak dan Ibu yang bertamu." kata Rose mengatasi kecanggungannya.
"Bapak Ibu mau ketemu Satya....biar saya panggilkan dulu ke asrama putra." kata Rose sembari bangkit akan menjemput Satya.
" Nggak mba Rose.....bapak ibu mau ketemu mba Rose,tidak mengganggu kan?" tanya pak Maulana suami bu Dewi.
"Oh.....nggak pak....tidak mengganggu. Ada apa ya....bapak ibu memcari saya.." kata Rose nampak bingung.
"Ini saya jadi deg-degan lho....." kata Rose lagi sembari mencari tahu dari sorot mata kedua orang tua Satya.
" Nggak ada apa-apa mba Rose.....hanya sekedar ingin ngobrol saja." sahut pak Maulana.
"Begini mba......kedatangan kami hanya mau mengucapkan banyak terima kasih kepada mba Rose. " jawab bu Dewi terjeda.
__ADS_1
"Berterima kasih untuk apa ya Pak.....Bu.....?" tanya Rose semakin bingung.
"Untuk pertolongan mba Rose kepada anak saya selama ini. Satya bisa lanjut kuliah dengan tenang,tanpa punya keinginan lagi untuk keluar. Bahkan nilai-nilainya juga memuaskan." jawab Bu Dewi.
"Ya Allah Bu......itu bukan apa-apa. Itu juga karena kecerdasan mas Satya juga. Kalau saya hanya sekedar saling support antara sesama anak sekolah. Nggak usah terlalu di besar-besarkan Pak....Bu.....itu adalah hal wajar,karena kami berteman,jadi tidak ada salahnya saling membantu." jawab Rose lugas.
"Mba Rose.....apa ibu boleh bertanya masalah pribadi?" tanya bu Dewi dengan hati-hati.
"Perihal apa ya Bu......kalau saya bisa jawab,in sta Allah saya jawab." kata Rose dengan mode serius.
"Begini mba Rose......Satya pernah berbicara dengan kami,kalau Satya sebenarnya suka dengan mba Rose. Apa mba Rose sudah punya calon pendamping,maaf kaĺau pertanyaan ibu lancang ." kata bu Dewi.
" Tidak mengapa Bu.....Pak......kalau saya bisa jawab pasti akan saya jawab.
Batin Rose " seperti menghadapi ujian saja rasanya"
__ADS_1
# Mohon maaf,hampir 1 pekan ini tidak up,karena baru saja mengkhitankan anak. Semoga pecinta karya ku, tidak kecewa 🙏🙏🙏#