
Bulan berganti. Kegiatan perkuliahan semakin padat dengan berbagai kegiatan praktek lapangan. Sama halnya Rose,saat ini tengah praktek keperawatan jiwa di rumah sakit jiwa daerah. Melihat mereka-mereka yang mengalami krisis sosial membuat Rose semakin bersyukur atas limpahan berkah sehat jasmani dan mental yang Allah berikan untuknya.
Setiap dua hari sekali,Satya di sela-sela waktu luangnya, selalu bertandang ke kost kakak tingkatnya untuk sekedar bermain. Yang pastinya dirinya sekedar ingin melihat kondisi Rose dalam keadaan baik-baik saja. Entah mengapa,walaupun Rose tidak membalas perasaannya,namun hati Satya masih terpaut untuk Rose,dan semakin hari perasaan itu semakin kuat.
Namun Satya mampu mengontrol diri,karena Rose sudah mengajukan syarat pertemanan tanpa ada tuntutan. Sikap Rose yang biasa-biasa saja dan cenderung nampak ceria dan fokus belajar,membuat Satya tenang.
"Mba....aku bawakan penyetan dari nevada kesuakaanmu. Mba udah makan belum ?" tanya Satya.
"Wah......asyik nich. Aku lagi pingin banget makan pedes. Kebetulan.....kamu bawain kesini,makasih ya......." jawab Rose. Senyum manisnya mengembang dengan memamerkan lesung pipi kirinya. Bibir sensual dengan warna pink alami menambah aura kecantikannya terpancar. Satya memandangnya dengan tak berkedip.
"Apa......?" tanya Rose sambil meraup wajah Satya dengan tangannya.
"Kalau lihatin kedip dong....nanti kalau kelopak matanya dislokasi trus nggak bisa nutup bagaimana.....?" tanya Rose lagi sambil manyun.
"Semakin banyak senyum semakin tambah cantik ...."jawab Satya menggoda Rose.
"Iya....aku semenjak praktek keperawatan jiwa semakin banyak senyum. Mungkin ketularan pasien-pasien itu ya......?" jawab Rose tertawa lepas. Seumur-umur hampir 2 tahun bertemu Rose,baru kali ini melihat Rose bisa tertawa seperti tak ada beban.
" Janti......aku di bawain penyetan sama Satya....kamu mau minta nggak.....?" seru Rose manggil.Janti. Lagi-lagi ini di luar kebiasaan Rose yang Satya tahu.
"Mau...."jawab Janti dari dalam ruangan lain.
__ADS_1
"Ish...... lama-lama kaya di hutan. Suaranya kenceng-kenceng kaya pakai toa," seloroh Satya. Namun dirinya merasa bahagia karena melihat Rose tak lagi muram.
Dan Rose yang mendengar seloroh Satya semakin tertawa. Rose sendiri merasa heran dengan dirinya. Seakan hatinya sudah tak lagi memikirkan pernak-pernik perasaannya yang selama ini menguras emosinya. Rose hanya ingin menikmati hidup yang sewajarnya.
"Mana penyetannya....?" tanya Janti sambil membawa piring kosong.
"Ish....kamu datang bawa piring kosong. Nasinya mana oneng.. ..?" kata Rose sambil menggeplak lengan Janti.
"Oh....aku pikir udah lengkap sama nasi juga."jawab Janti dengan polosnya.
"Ada mba nasinya,tapi hanya 2 bungkus ." timpal Satya sambil mengacungkan kresek berisi bungkusan nasi.
"Udah buruan ambil nasi. Sekalian nasiku... Takut aku kalap,karena sambalnya begitu menggoda.. "sahut Rose.
"Yu.....ini sambel apa setan....pedes amir....?" tanya Janti..Mulutnya mendesis menahan pedas.
"Kalau sambel rasanya manis brarti bukan sambel Janti......." jawab Rose sambil tersenyum. Bibirnya nampak semakin merah merona pengaruh dari pedasnya sambal. Lagi-lagi Satya terpesona. Jiwa lelakinya muncul begitu saja.
" Eh.....itu gelas bekas Yu Rose.....kenapa buat minum kamu Sat.....?" tanya Janti heran.
"Nggak mengapa mba.....udah terlanjur ." jawab Satya. Entah mengapa dirinya ingin saja minum menggunakan gelas Rose yang pastinya ada bekas bibir Rose di sana.
__ADS_1
"Kebiasaan emang tuch si Satya......." jawab Rose yang kemudian minum dengan gelas yang sama juga.
"Yah......yah.....yah......kalian sama aja kis-kis an secara nggak langsung tuch......." kata Janti sambil menunjuk Satya dan Rose bergantian.
"Sebodo amat....nggak berasa juga...." jawab Rose manyun sambil meneruskan melahap sambalnya dengan semangat.
"Untung TBCnya kamu bukan TBC paru ya Yu.....jadi nggak nularin penyakit. ?" cerocos Jantu yang terkadang agak oneng.
"Kamu pikir aku penyakitan apa.....?" jawab Rose ketus.
" Idih.....nggak nyadar kalau penyakitan. Kan Yu Rose kena TBC varian baru.....tekanan batin cinta....." seru Janti sambil menabrakkan pundaknya ke lengan Rose yang berada di sampingnya.
"Cah edan......mana ada seperti itu. Aku baik-baik saja koq.....," jawab Rose sambil meremas bungkus nasi yang telah habis di makannya.Rose bangkit berdiri dan masuk ke dalam kost nya.
"Kamu suka sama Yu Rose ya Sat.....?" tanya Janti berbisik. Takut yang dibicarakan mendengar suaranya.
" Iya....tapi nggak berbalas. Tak mengapa yang penting aku bahagia melihatnya bisa tersenyum ceria." jawab Satya dengan suara lirih juga.
"Kalian nampak serasi. Semoga berjodoh ya....aku doakan untuk kalian." kata Janti masih dengan berbisik.
" Lagi pada ngomongin apa sich....pakai bisik-bisik segala?" tanya Rose yang keluar dengan membawa mangkuk untuk cuci tangan Satya dan sekotak tissue kering.
__ADS_1
Interaksi Rose dan Satya tak lepas dari pengamatan mata Janti. Dirinya merasa bahagia jika Rose bersama Satya bisa bersama. Hatinya ikut merasa sakit manakala tahu Rose yang cintanya di gantung tunangannya.