Mencintai Dalam Diam

Mencintai Dalam Diam
MDD ektra part 6


__ADS_3

"Kita pulang ya.....sudah hampir jam malam. Nanti aku nggak bisa masuk asrama putri." kata Rose untuk menetralisir hatinya.


" Ok.....kita pulang." kata Satya sembari membawa tas belanjaan mereka.


"Biar aku yang bawa. Nanti kamu susah nyetirnya kalau blanjaan kita di depan." kata Rose.


"Nggak papa....nggak banyak ini. Bisa di taruh depan juga." kata Satya sembari memasukkan belanjaan mereka ke dalam tas rangsel Satya,dan menggendongnya di depan dadanya.


"Pegangan,kita jalannya agak cepet supaya segera sampai asrama." kata Satya.


Namun perintahnya tak di hiraukan Rose. Sehingga otak jahil Satya bekerja. Tiba-tiba motornya mengerem mendadak dalam kecepatannya,dan membuat Rose terhuyung kedepan. Mau tidak mau secara spontan tanga. Rose melingkar cantik di perut six pack Satya.


Satya terkekeh geli dengan kelakuannya sendiri. Dan ia mendapatkan hadiah cubitan kecil di roti sobeknya. Rose kembali akan menarik tangannya dan membonceng pada posisi semula. Namun dengan cekatan tangan Satya menahan tangan Rose untuk tetap menempel di perutnya.

__ADS_1


Di lampu merahpun Satya masih tetap memegangi tangan Rose,supaya tak melepaskan pelukan di perutnya.


Rose merasa sangat malu. Untung saja hari sudah gelap. Semburat merah di pipinya bisa tersamarkan. Namun degub jantungnya seakan bertalu hingga sampai terdengar ke telinganya sendiri. Begitupun detak jantung Satya sampai terasa detaknya di tangan Rose yang menempel tepat di atas jantung Satya.


" Masih ada waktu 1/2 jam sampai habis jam malam. Kita ngobrol dulu di taman kecil depan kamarku" ajak Satya.


"Besok aja.....nggak enak kalau pulang terlalu mepet." kata Rose sembari menundukkan kepalanya.


" Kenapa.....apa kamu sakit. Dari tadi aku lihat wajahmu bersemu merah. " kata Satya sembari meletakkan punggung tangannya di kening Rose,seakan sedang mengukur suhu tubuh Rose.


Satya terkekeh melihat reaksi Rose. Satya sangat gemes dengan tingkah gadis di depannya.


"Suatu saat aku akan menaklukan hatimu Rose. Aku akan mencintaimu dan mengobati luka hatimu." monolog hati Satya.

__ADS_1


"Ayo aku antar sampai asrama putri. Besok cerita ya.....kemana cincin tunangan itu perginya." kata Satya.


" Nggak ada cerita. Lupa ketinggalan di rumah. Jadi aku nggak pakai." jawab Rose berkilah.


" Apa orangnya juga ketinggalan juga nun jauh di sana ?" tanya Satya lagi menggoda Rose.


"Cerewet banget jadi cowok. Diem knapa....?" sungut Rose.


" Karena aku suka kalau yang mengikat di tinggalkan juga." kata Satya sembari memandang netra Rose.


" Jahat banget jadi orang......" kata Rose sembari mengalihkan pandangan matanya.


" Karena cinta bisa membuat orang tiba-tiba menjadi jahat." kata Satya lagi sembari menyenggol pundak Rose dengan pundaknya.

__ADS_1


Rose tercenung dengan perkataan Satya. Mungkin itu sama persis yang di lakukan Ana kepadanya. Menjahati hubungannya dengan Nugraha,hingga akhirnya pertunangannya kandas di tengah jalan. Sangat menyakitkan. Hati Rose terasa perih mengingat hal itu. Dan tanpa sadar Rose menghempaskan nafasnya dengan kasar.


" Jangan di pikirkan. Ada lembaran baru yang masih bersih yang perlu di isi dengan keindahan. Hilangkan sakit hati dan jangan menyesali dengan hal yang telah terjadi. Pasti akan ada hal yang lebih baik menanti." kata Satya sembari merengkuh pundak Rose,layaknya seorang sahabat yang tengah memberi kekuatan dan dukungan untuk teman baiknya.


__ADS_2