Mencintai Dalam Diam

Mencintai Dalam Diam
MDD episode 61


__ADS_3

Di sebuah swalayan dua anak manusia beriringan membawa tas belanja masing-masing untuk membeli kebutuhan yang di perlukannya.


"Aku ke arah makanan instant dulu,kalau Satya mau cari yang lain silahkan saja cari,nanti kita ketemu di loby." kata Rose kepada Satya.


"Ya mba....aku ke stand sabun-sabun dulu." jawab Satya. Sebenarnya ia ingin selalu di dekat gadis itu,namun ia harus sedikit menghindar dan cukup mengawasinya dari jauh. Ia takut Rose mengira kalau dirinya selalu membuntuti,walaupun pada dasarnya itu adalah keinginan terbesarnya. Sebenarnya Satya merasa bingung dengan perasaannya,ia merasa tenang dan adem jika berdekatan dengan Rose. Dan hatinya selalu menghangat jika bertatapan mata dengan Rose.


Lain halnya jika dengan Maya,walaupun Maya terang-terangan mengatakan cinta pada Satya,namun hatinya justru merasa risih dan jengah jika Maya ada di dekatnya.


Rose akan mengambil barang yang di butuhkannya di rak paling atas dan kesulitan meraihnya. Tiba-tiba ada sosok tepat di belakangnya membantu meraih barang yang akan diambilnya. Karena kaget Rose mundur,namun justru membentur dada seseorang di belakngnya,dan terhuyung akan jatuh. Grep.....tiba-tiba pinggangnya berada dadekapan tangan kekar seseorang di belakangnya. Reflek Rose melepaskan diri dan mendongak melihat wajah orang di belakangnya.


"Maaf mba....reflek karena mba Rose mau jatuh." kata Satya merasa bersalah. Namun naluri untuk melindungi Rose muncul begitu saja saat di rasa Rose dalam bahaya.

__ADS_1


"Satya.....untung kamu,kalau bukan kamu pasti udah aku gampar." kata Rose. Kata-katanya sedikit kasar tapi dari sorot matanya nampak tersipu.


" Udah selesai belum belanjanya, aku udah selesai tinggal bayar di kasir." kata Rose sambil berlalu menuju kasir,mengusir kecanggungannya.


"Udah mba....masih mau mencari kebutuhan lain atau langsung balik asrama mba....."tanya Satya setelah selesai pembayaran di kasir.


"Udah nggak ada. Tinggal balik aja. Atau kamu mau kemana dulu,mungkin ada keperluan,nggak papa di lanjut saja. Aku bisa pulang jalan kaki." kata Rose. Tidak ingin mengganggu kepentingan Satya.


"Aku langsung balik asrama saja,nggak enak nanti mengganggu kamu."jawab Rose.


"Kalau aku nggak terganggu mba,malah jadi seneng ada temen ngobrol di perjalanan.

__ADS_1


Mba Rose paling....harus pulang cepet karena ada yang menunggu......" kata Satya terkekeh.


"Iya....udah di tunggu sama Bu Ati....hahaha...".jawab Rose terkikik.


"Mending standby di kantor asrama ya mba ....jadi nggak harus lari tergopoh-gopoh sampai nggak pakai sandal." kata Satya spontan mengatakan seperti apa yang dilihatnya tadi siang.


Rose spontan berhenti dan menoleh ke arah Satya yang berjalan di sampingnya. Di tatapnya mata Satya dan "koq dia tahu...." pikir Rose. Dan teringat siang tadi Satya terlihat di samping kantor asrama putri. Apa Satya menguping pas Nugraha telephon,pikir Rose lagi.


Dan yang di tatap hanya nyengir,sambil menggaruk tengkuknya yabg sebenarnya tidak gatal.


"Kamu nguping saat aku terima telephon ya....?" tanya Rose telak.

__ADS_1


"Nggak mba.....mana berani. Tadi hanya terkesima lihat mba Rose,tampilan yang belum pernah aku lihat,sangat cantik dan natural,dengan kostum rumahan dan rambut tergerai" jawab Satya tanpa di saring. Membuat Rose memicingkan matanya. Dan yang di tatap bukannya takut,justru balik menatap dengan pandangan yang seakan ingin menguliti.


__ADS_2