Mencintai Dalam Diam

Mencintai Dalam Diam
MDD episode 76


__ADS_3

Satya ingin menemui Rose. Dirinya khawatir terjadi sesuatu padanya. Tapi Satya juga ragu-ragu. Takut Rose tidak berkenan akan tindakannya. Apalagi yang di hadapi Rose saat ini adalah masalah privacy,yang mungkin sedang ingin di pendamnya.


Pantas saja kemarin sinar matanya nampak begitu sendu. Namun Satya tidak begitu menghiraukannya. Hatinya sudah terlanjur bahagia karena hari ini bisa pergi bersama Rose,bahkan Rose begitu dekat membonceng padanya.


"Apa kita cari mba Rose saja mba Janti.....?" tanya Satya mengusulkan. Hatinya benar-benar ingin mengetahui Rose saat ini.


"Temani aku ya....aku takut ke arah sana sendirian. Kalau berani sudah dari tadi aku mencarinya." kata Janti.


"Oh ya mba....ayo aku antar. " keduanya berjalan ke arah rumah Budi bagian selatan yang di gunakan untuk tempat istirahat teman-teman dari asrama putri.


Janti masuk ke dalam rumah,dan di carinya ke seluruh ruangan,termasuk kamar mandi yang ada di rumah itu.Namun tidak menemukan Rose di sana. Sementara Satya hanya menunggu di luar rumah. Satya melangkah ke arah samping rumah Budi,firasatnya mengatakan ada seseorang di samping rumah.


Benar saja. Satya melihat Rose sedang tergugu menangis tanpa suara. Kepalanya di topang dengan kedua tangannya yang bertumpu di pahanya. Saat ini Rose menggunakan stelan baju tidur celana panjang warna maroon. Rmbutnya yang di ikat menjuntai di pundak kanannya. Rose tidak menyadari kehadiran Satya yang saat ini ssdang mengawasinya. Jaraknya memang tidak terlalu dekat. Namun Satya bisa melihat wajah kalut Rose. Pundaknya bergetar,menahan tangis tanpa suara.


"Pasti sangat sakit menangis dalam diam seperti itu. Andai aku bisa menghiburnya dan merengkuhnya saat ini,andai dia mau berbagi kesedihannya denganku saat ini. Pasti aku akan dengan senang hati membantunya." monolog hati Satya.

__ADS_1


Hatinya benar-benar tidak rela,gadis yang akhir-akhir ini menghangatkan hatinya,gadis yang selalu di impikan dalam tidur malamnya,kini sedang merasakan kesedihan.


Satya berjalan mendekat,namun baru beberapa langkah dirinya mendengar suara Janti memanghilnya. Satya menoleh dan meletakkan jari telujuknya di tengah-tengah bibirnya. Kemudian berbalik dan mendekati Janti.


"Mba Rose ada di sana. Temuilah. Aku menunggu di sini. Aku takut mba Rose akan malu kalau melihatku di sini. " kata Satya. Dan dengan dagunya ia meminta Janti untuk mendekat ke arah Rose.


"Yu.....ternyata kamu di sini.....aku mencarimu kemana-mana. Eh....yang di cari malah bersemedi di sini. Udah dapat wangsit apa dari hasil semedinya ?" kata Janti mendekat dan menghempaskan bokongnya di kursi bambu panjang,di samping Rose.


Rose yang kaget dengan kehadiran Janti menyeka air matanya dan mengulas senyum walaupun nampak begitu getir. Rose masih belum menyadari kehadiran Satya yang saat ini berada lebih dekat dengannya. Namun karena Rose yang saat ini cenderung membelakangi Satya,karena Janti duduk di samping kiri Rose. Satya duduk di kursi kayu di belakang Rose yang posisinya agak jauh. Namun masih mendengar semua percakapan Rose dan Janti.


" Aku sedari tadi duduk disini. Dengarlah....aku bisa mendengar debur ombak dari sini. Rasanya aku pingin kesana. Bertemu dengan ombak dan menyapanya." kata Rose. Matanya kembali menerawang jauh.


" Ich...yu Rose manakutkan. Masa mau ngobrol sama ombak. Enakan ngobrol sama aku seperti ini. Bisa bercanda...bisa tertawa....." lagi-lagi Janti bergelayut manja. Kepalanya di rebahkan di lengan Rose.


" Ish....apaan sich ini. Kaya anak monyet aja bergelayutan di lenganku. Minggir....berat tau Jan...."kata Rose sambil menonyor kepala Janti.

__ADS_1


Sedangkan Janti hanya cemberut lucu di perlakukan seperti itu olah Rose.


'Duduknya agak jauhan kenapa,tuch di kursi itu. Nanti kalau ada temen kita yang lihat dikiranya kita lagi pacaran. Padahal kan aku masih normal." ledek Rose lagi. Hatinya sedikit terhibur dengan hadirnya Janti.


"Emoh.....di situ agak gelap,aku takut....." kata Janti dengan gaya manjanya.


"Kenapa takut. Aku dari tadi di sini nggak ada apa-apa juga. Lagian kalau takut gelap,kenapa berani mencariku sampai ke sini ?" jawab Rose heran.


Satya yang mendengar dan melihat perubahan expresi wajah Rose sedikit lega. Batinnya mengatakan kalau Rose begitu dewasa dan tenang. Di dalam masalahnya,masih bisa tersenyum dan melontarkan canda. Hanya dalam kesendiriannya Rose mengexpresikan kegelisahan hatinya.


"Kan aku kesini nggak sendiri......tuch ada Satya yang menemaniku mencarimu ke sini ." kata Janti sambil menengok ke arah Satya.


Spontan Rose mengalihkan pandangannya,mengikuti arah pandang Janti. Dan terbersit senyum di bibirnya melihat keberadaan Satya.


"Kenapa duduk di situ. Gabung aja di sini nggak papa. Kan kita bertiga." kata Rose mengajak Satya bergabung. Satya mendekat dan duduk di depan Rose. Dipandanginya wajah Rose,nampak begitu tenang walaupun Satya tahu beberapa waktu yang lalu Rose nampak begitu rapuh. "Sekuat inikah dirimu wahai gadis....aku semakin mengagumimu." batin Satya

__ADS_1


__ADS_2