Mencintai Dalam Diam

Mencintai Dalam Diam
MDD episode 50


__ADS_3

Nugraha duduk masih dengan mandangi telephon yang baru saja di letakkannya. Wajahnya sudah tidak nampak frustasi lagi. Ia hembuskan nafas,seakan menghempaskan beban yang baru saja menghimpit dadanya.


Agus melihat wajah Nugraha yang sudah tampak binar keceriaan. "Pantas saja Nugraha begitu mencintai tunangannya. Ternyata suaranya begitu lembut dan menenangkan." batin Agus.


"Udah legaan.....?" tanya Agus sambil tersenyum memperhatikan wajah Nugraha.


"Kamu dengar sendiri kan Gus.....walaupun kami berjauhan,tapi kata-katanya selalu bisa menguatkan aku. Tunanganku itu dewasa banget dalam pemikiran. Terkadang malah aku yang kesannya manja dan kekanak-kanakan." kata Nugraha sambil menerawang. Wajah tenang dan mata tajam Rose memberikan kekuatan untuknya. Walaupun terkesan dingin. Tapi perkataanya selalu mendamaikan hatinya. Sebuah senyum tercetak di bibir Nugraha.


"Aku jadi penasaran. Seperti apa wajah tunanganmu Nug.....suaranya begitu lembut menenangkan." kata Agus penasaran.


Nugraha melorot dompet dari saku seragamnya. Dan menunjukkan dua foto berbeda dengan wajah sama. Satu dengan seragam SMA dengan rambut panjangnya,dan satu lagi dengan seragam perawat lengkap dengan kap putih bertengger di atas kepala Rose.


"Cantik Nug.....terutama pandangan matanya begitu tajam. Kalau di lihat tampangnya judes,tapi kalau mendengar suaranya koq beda jauh ya....lembut menenangkan. Cocok jadi perawat."kata Agus masih memandangi wajah Rose di dompet Nugraha. Cepat-cepat di raihnya dompet dari tangan Agus.

__ADS_1


"Sudah sini,jangan pandangi Roseku....nanti kamu malah jatuh cinta sama dia." kata Nugraha sambil memandangi dan mengelus wajah Rose, yang tersimpan di dompetnya dengan lembut.


"Kalau boleh Rose buat aku saja Nug.....kan kamu bisa jadi mantu komandan. Cantik lho dek Ana itu.....hahahaha......" Agus terkekeh menggoda Nugraha.


"Buat kamu saja sana....aku sudah punya Rose...dan hanya Rose......" jawab Nugraha ketus.


"Jangan seperti itu Nug......saat ini kamu menjalin hubungan jarak jauh. Apalagi dengan kondisi kita yang tidak bisa berkomunikasi setiap saat. Surat dan sambungan interlokal yang bisa kita lakukan. Belum lagi kalau kita sedang bertugas ke daerah,itu sangat menjadi kendala." kata Agus.


"Bener Gus.....itu juga sering aku rasakan. Untung saja Rose bukan type gadis manja yang suka menuntut. Justru Rose selalu memberi pengertian supaya aku bersikap dewasa. Aku bangga punya Rose...." kata Nugraha sambil mengulum senyum. Ada perasaan hangat di hatinya setiap kali mengingat dan menyebut nama Rose.


"Makanya cepet cari pacar. Biar bisa merasakan seperti yang aku rasakan." jawab Nugraha terkekeh.


"Enak kalau dapat seperti tunanganmu....lha kalau dapetnya seperti pacar Petrus,yang harus setiap hari absen mengabari bagaimana....?"

__ADS_1


Bukan semangat tapi malah tambah stress aja nantinya....."derai tawa keduanya menemani tugas di pos penjagaan malam ini.


"Rose itu tinggal dimana Nug.....koq tadi kamu menitipkan ke ibu-ibu yang menerima telephon?" tanya Agus penasaran.


"Rose ada di asrama perawat. Tadi itu ibu asramanya. Makanya aku menitipkan Rose kepada beliaunya"jawab Nugraha.


"Nikahin aja knapa Nug....supaya kamu tenang."saran Agus.


"Mana bisa seperti itu.....Rose masih terikat kontrak pendidikan. Tidak di ijinkan menikah sebelum lulus kuliah.Sekarang baru tingkat dua. Masih ada satu setengah tahun lagi. Kalau sampai melanggar pasti akan di DO dia......" jawab Nugraha memberi penjelasan kepada Agus.


"Seperti itukah.....?" tanya Agus kaget.


" Semoga dalam waktu satu setengah tahun nggak ada masalah ya Nug....!" jawab Agus.

__ADS_1


Nugraha terdiam. Seakan jalan panjang telah menantinya. Dalam hati Nugraha berdoa,semoga tidak ada kendala berarti dalam hubungannya dengan Rose.


__ADS_2