
"Mas?"
"Mas, baik-baik aja sayang maap yah bikin kamu khawatir. Musibah kan gak ada yang tau kapan datengnya, udah jangan sedih, jangan nangis mas gapapa kok sayang" ucap Barkah dengan senyum merekahnya.
"Gapapa apanya itu kepala diperban juga" jawab Fitri lalu memeluk Barkah dengan erat.
"Mas gapapa sayang, coba panggilin dokter lewat tombol itu yang di deket nakas, mas yakin sekarang mas sudah bisa pulang" ucapnya
"Jangan pulang dulu sebelum mas sembuh" jawab Cepat Fitri
"Mas dirawatnya dirumah aja sama istri mas yang cantik ini" usilnya dengan mencubit sedikit ujung hidung Fitri.
Fitri mendengar itu langsung tersenyum malu, dia pun lalu memanggil lewat tombol pemanggil dokter untuk memeriksa Barkah.
"Kondisi Pak Barkah tidak ada yang cukup serius, hanya saja luka dibagian jidatnya jangan dulu terkena air" ucap Dokter
"Jadi saya boleh dirawat dirumah saja dok?" tanya Barkah
"Boleh pak"
"Terimakasih dok kalo begitu"
__ADS_1
"Baik saya kembali keruangan saya, permisi"
Sesudah dokter pergi, Fitri mulai memberesi perlengkapan Barkah. Awalnya Barkah akan berjalan saja, tapi karna keinginan Fitri yang gak mau dibantah dengan terpaksa Barkah memakai kursi roda.
"Sayang udah gapapa aku jalan aja jangan pake kursi roda segala" rengek Barkah yang enggan memakai kursi roda.
"Udah nurut aja, atau mau dirawat disini?" ancam Fitri
Akhirnya Barkah pun diam seribu bahasa, ia didorong oleh istrinya sampe parkiran dimana mobil Fitri berada. Fitri hati-hati melajukan mobilnya karna takut Barkah akan pusing jika kebut-kebutan.
Sesampainya dirumah, Barkah dibawa Fitri kekamar mereka dengan bantuan satpam karna Barkah tidak tega jika harus Fitri sendiri yang mendorongnya ke lantai atas.
"Nanti aja bikin buburnya, temenin mas dulu disini" rengek Barkah
Fitri mendelik mendengar perkataan dari Barkah "Kenape nih suami gue berubah jadi manja banget, apa gara-gara kecelakaan ya? " batin Fitri
Fitri pun menemani Barkah diranjang mereka, Fitri mengusap-ngusap lengan Barkah. Barkah pun mulai menutupkan matanya dan tertidur.
"Cepet sembuh ya mas, aku tadi khawatir banget pas ada telpon dari rumah sakit, mas harus hati-hati kalo bawa kendaraan untungnya mas gak ada luka yang parah, aku sayang mas muach" ucap Fitri sambil menatap wajah tidur tenang Barkah dan mengecup pipi sebelah kanannya, Fitri pun keluar dari kamar karna ia akan membuatkan bubur untuk Barkah.
Setelah Fitri pergi dari kamar, Barkah langsung tersenyum dan membuka matanya ternyata dia belum benar-benar tertidur ketika mendengar ucapan sang istri.
__ADS_1
"Masya Allah, bisa romantis juga ternyata dia" ucap Barkah dalam hati dengan senyuman yang merekah. Ia pun melanjutkan tidurnya dengan perasaan bahagia.
Fitri memulai membuat bubur untuk Barkah sesudahnya ia lalu pergi lagi ke dalam kamar dan membangunkan Barkah yang sedag tertidur.
"Mas bangun, ini aku udah buatin bubur buat mas"
Tak ada sautan apapun dari sang suami akhirnya Fitri terpikir ide jahil dan cara ini akan ampuh dan Barkah akan bangun.
"Pasti kalo pake cara ini dia bangun hahahaha" batin Fitri
Hufth
Fitri menghela nafasnya dan ...
Cup
Fitri mencium bibir Barkah dan berbisik didekat telinganya
"Sayang bangun" bisik Fitri
Beberapa detik kemudian Barkah terbangun dengan mata yang melotot kaget.
__ADS_1