Mencintai Dalam Diam

Mencintai Dalam Diam
Episode 35


__ADS_3

Acara menonton film selesai, Barkah pergi kekamar mandi sebentar dan ia meninggalkan handphonenya. Tiba-tiba handphonenya berbunyi notif pesan masuk Fitri membukanya dan ia kaget bukan main melihat isi chat tersebut.


(Sayang aku kangen, udah lama kita gak ketemu. Ayo kita ketemu!!) *begitulah isi chatnya.


Marah? kecewa? cemburu? sedih? jelas. Itulah yang dirasakan Fitri sekarang, ia tak menyangka bahwasanya suaminya mempunyai wanita lain selain dirinya. Fitri juga belum tau keadaan sebenarnya apa yang terjadi tapi ia sudah termakan kekecewaan. Ia tak bisa menahan tangisannya, ia berlari kearah kamar yang berada dilantai bawah karna ia sedang tidak mau menatap suaminya itu.


"Hiks hiks, ini maksudnya apa Ya Allah, harusnya aku tidak boleh mempercayai isi pesan itu yang belum tau kejelasannya bagaimana, tapi rasanya sangat sakit jika memang kenyataannya seperti itu" ucap Fitri sembari nangis sesegukan.


Disisi lain Barkah sudah kembali dari kamar mandinya, ia pun melihat handphonenya dan melihat pesan dari seseorang.


"Ini pesan dari siapa kok sudah dibaca" batin Barkah, ketika ia melihat poto profilnya ia kaget bukan main ternyata itu masalalunya dan apa jangan-jangan Fitri sudah melihatnya, wajah Barkah berubah panik kalau benar Fitri melihat itu.


"Sayang kamu dimana?" teriak Barkah


Ia mencari keberadaan Fitri dimanapun tapi tidak ada, tiba-tiba handphonennya berdering suara telpon ia pun mengangkatnya dan ia langsung pergi tanpa persiapan dan mengabaikan sakitnya.


Fitri sudah berhenti menangis dan ia akan keluar dari kamar ia akan melihat Barkah sedang apa sekarang, tapi nyatanya ia tak melihat Barkah dimanapun. Dan pikiran ia pun kembali teringat dengan pesan chat itu.


"Apakah mas Barkah menemuinya bahkan ketika ia sedang sakit?" batin Fitri, sakit rasanya ia akan menanyakannya langsung maksud dari pesan itu.

__ADS_1


Perasaan Fitri sekarang sudah tak karuan, ia terlalu overthinking takut benar-benar kalo Barkah selingkuh dibelakangnya dan ia juga khawatir karna keadaan Barkah belum benar-benar pulih 100%. Sudah berjam-jam Fitri menunggu dan Barkah belum saja pulang.


Fitri menunggu di sofa ruang tamu dan sekarang sudah jam 22.00 malam, ia sudah mengantuk tapi ia menahannya sampai Barkah pulang.


"Dia kemana ya kok sampe jam segini belum pulang juga?" batinnya.


Beberapa menit kemudian suara deru mobil terdengar di garasi mobil rumahnya, dan ia melihat dijendela bahwa benar kalau itu Barkah sudah pulang.


Ketika pintu dibuka Barkah terkaget dengan keberadaan Fitri yang sedang berdiri didekat kaca.


"Kamu belum tidur?" tanyanya


"Dia kenapa kok ketus banget?" batinnya.


Barkah pun menyusulnya dan ketika membuka pintu kamar dilihatnya Fitri sudah tertidur di kasur. Barkah lalu membersihkan tubuhnya dan ikut berbaring disisi istrinya, ada keanehan ketika ia melihat mata sang istri seperti yang sudah menangis tapi ia tidak terlalu menggubris mungkin karna mengantuk bisa begitu.


"Maap yah aku perginya lama karna ada sesuatu yang harus aku selesaikan, good night sayang" ucapnya sambil mengecup pipi Fitri.


Barkah pun ikut terlelap dengan tangan yang melingkar di pinggang Fitri.

__ADS_1


Pagi hari Fitri bangun agak siang, dan ternyata Barkah sudah tidak ada dikamarnya.


"Sekarang gue harus gimana, gue mau nanya juga orangnya udah pergi. Kalo ketemu rasanya pengen marah-marah tapi ia tak bisa dan berakhir hanya bisa nangis" gumamnya dengan pandangan kosong.


Fitri turun kelantai bawah, dan ternyata Barkah belum berangkat ia sedang duduk di meja makan sambil sarapan.


"Mas kemarin darimana? kan lagi sakit." ucap Fitri tanpa melihat kearah Barkah.


"Kalo bicara itu lihat orangnya" jawabnya


"Jangan mengalihkan pembicaraan, tinggal jawab aja kok susah" ketusnya


"Kamu kenapa sih, dari kemarin malem kok ketus banget"


"Hufth.. Mas aku hanya butuh jawaban yang aku tanyakan" kesal Fitri


"Aku sudah menemui seseorang, maap membuatmu menunggu" jawabnya.


"Emang ya kalo buat selingkuhan mah selalu ada, bahkan lagi sakit pun bela-belain buat ketemu" ucap Fitri lalu pergi dan ia sudah tidak berselera untuk sarapan.

__ADS_1


__ADS_2