Mencintai Dalam Diam

Mencintai Dalam Diam
MDD episode 104


__ADS_3

Manakala hati terasa buntu,terbelenggu dalam gelap tak berujung,perenungan diri dan bersandar pada sang Kuasa adalah jalan terbaik. Tak di pungkiri,sisi buruk dari umat manusia selalu melupakan kuasa penciptanya. Melupakan dzat yang maha membolak balikkan keadaan. Terpekur menangkup kedua tangan dan tertunduk,mencoba berkominikasi dengan sang pencipta,mengharap petunjuk dari-Nya.


"Ya Tuhan.....penguasa alam semesta,jamah dan urapi hati ini dengan tangan kasih-Mu. Mungkin selama ini aku melupakan-Mu,menjauhi-Mu. Namun aku percaya tangan kuasa-Mu akan selalu hadir untukku.


Ya Tuhan.....bangunkan aku dari mimpi berkepanjangan yang tiada ujung. Kembalikan memoriku yang tertutup,ampuni dosa-dosaku,ampuni kesalahanku. Doa ini aku mohon dalam penyertaan-Mu,Aamiin." keluh Nugraha dalam doanya.


Pandangan matanya menerawang. Sejurus ada keinginan untuk menelpon kedua orang tuanya,ingin tahu kebenaran yang saat ini menjadi teka-teki baginya.


"Kalau benar aku telah bertunangan, terus siapa tunanganku,di mana dia ,mengapa tak datang menemuiku saat aku sakit,dan tak pernah berkabar sekalipun." tanda tanya besar ada di kepala Nugraha.


"Jika Agus pun tahu aku bertunangan,dan menurut Agus bukan Ana,siapa ssbenarnya dia. Pasti dia akan sakit hati,kalau tahu sekarang aku justru dekat dengan Ana. Berarti aku juga telah menghianatinya. Ya Tuhan......cobaan apa ini....mengapa begitu rumit hidup ini ya Tuhan......?" keluh Nugraha dalam hati. Dengan berbantal pada kedua telapak tangannya,Nugraha mencoba membuka memorinya yang selama ini hilang. Lagi-lagi ingatannya kembali pada gadis yang sering hadir dalam mimpinya.


"Apa dia......dimana dia ya Tuhan.....jika dia memang jodohku,dekatkanlah untukku ya Tuhan....." pintanya dalam hati.


Lamunannya buyar seketika manakala mendengar pintu rumah dinasnya di ketuk dari luar.

__ADS_1


Tok...tok....tok


"Kak.....ini Ana.....!" seru Ana dari luar pintu.


"Huft.....datang lagi masalah. Yang ini belum kelar,muncul lagi dia ." keluh Nugraha. Ada rasa enggan untuk menemui Ana,karena menurut Nugraha Ana terlalu berani.


"Kak.......!" panggil Ana lagi.


Dengan sedikit malas,Nugraha bangkit dari tidurnya dan melangkah keluar kamar. Di bukanya pintu depan. Kali ini Nugraha akan menemui Ana di teras rumah dinasnya.


Ana mengikuti Nugraha dan duduk di kursi bambu satunya.


"Kak....aku bawa makan malam. Kita makan di dalam yuck....aku sengaja belum makan,supaya bisa menemani kakak makan di sini!" kata Ana manja.Tangannya menggamit lengan Nugraha


dan mengajaknya masuk ke dalam.

__ADS_1


"Aku udah makan An....baru saja....."


"Kamu makan sendiri gih.....ambil piring sendiri ya. Ini udaranya enak banget. Sejuk.....aku mau ngadem dulu di sini." jawab Nugraha. Kebetulan memang anginya semilir sore.


Namun Nugraha menolak secara halus,ia ingin sedikit demi sedikit menghindari Ana. Nugraha tidak ingin terlalu jauh masuk dalam hubungan yang tak berdasar. Dan ketakutan terbesarnya adalah menyakiti perasaan tunangannya,walaupun sampai saat ini dirinya belum tahu siapa sebenarnya tunangannya itu.


"Kak....kamu kenapa sich.....hari ini koq nggak seperti biasanya.?" tanya Ana merajuk.


"Emang biasanya seperti apa?" tanya Nugraha sambil terkekeh. Nugraha berusaha bersikap biasa,supaya tak terlalu kentara menghindari Ana.


"Biasanya asyik....tapi hari ini nggak ada asyik-asyiknya." jawab Ana. Perasaannya mengatakan jika Nugraha saat ini tengah menghindarinya.


"Jangan-jangan kak Nugraha ingatannya sudah pulih,tapi nggak mungkin juga. Kalau sudah pulih pasti akan bersikap sangat cuek kepadaku seperti dulu.." monolog hati Ana.


Aku harus segera menjeratnya,supaya dia tak bisa lari dariku. Aku tak mau melepaskannya sedikitpun.

__ADS_1


__ADS_2