Mencintai Dalam Diam

Mencintai Dalam Diam
Episode 23


__ADS_3

Adam langsung pergi kebawah, dia maju kearah stand makanan tapi sebelum itu ada yang menubruk dia secara tak sengaja dari berlawan arah dan untungnya mereka gak jatuh ke lantai.


"Aduh sorry sorry gue ga sengaja" ucap wanita itu


"Kalo jalan liat nya ke jalan bukan ke hp" ketus Adam sambil melengos jalan meninggalkan wanita itu. Wanita itu kesal "Kan gue sudah meminta maap tapi kenapa dia ketus" batinnya.


...----------------...


Zara datang menghampiri Fitri mengucapkan selamat dan memberikan hadiah, Fitri senang ternyata Zara datang ke acara nikahannya.


"Selamat ya Fit, semoga sakinah mawadah warahmah. Ini kado dari gue" ucap Zara


"Makasih ya Zara, aamiin. Lo cepet-cepet juga nyusul hahahahha" ucap Fitri sambil tertawa dan Pak Barkah hanya terkekeh senyum melihat interaksi mereka.


"Nanti aja ah Fit, belum hilal jodohnya" jawab Zara


"Ada tuh kaka gue, jomblo dan dia udah mau selesai kuliah terus jadi ceo di perusahaan ayah gue" ucap Fitri panjang lebar mempromosikan kakanya yang jomblo kepada Zara.


"Hahahaha lo bisa aja ngga dulu deh, btw kita poto dulu lah" ucap Zara sambil menyalakan handphonenya.

__ADS_1


Dan mereka pun selfie di handphone Zara dengan Fitri dan Pak Barkah tentunya, Zara pamit kebawah karna sudah terlalu lama dia tidak enak dengan yang mengantri untuk mengucapkan selamat kepada pengantin.


Akhirnya acara selesai dan tamu undangan, saudara sudah ada yang pulang. Sekarang Fitri dan Pak Barkah sudah ada di kamar hotelnya, mereka membersihkan dirinya masing-masing.


Fitri berada di meja rias karna dia sedang skincarean, meskipun Fitri jarang makeup tapi dia selalu rutin skincarean. Pak Barkah sedang duduk di sisi ranjang dan memainkan handphonenya.


"Mas gak laper?" tanya Fitri yang sedang berjalan ke arah ranjang


"Kenapa kamu lapar, sekarang aku pesenin" ucap Pak Barkah


"Iya mas, makannya di sini aja. cape kalo harus bulak balik" ucap Fitri


"Alhamdulillah kenyang" ucap Fitri sambil berjalan kearah ranjang dan dia langsung merebahkan badannya karna sudah sangat lelah.


"Baru saja makan sudah rebahan aja" ucap Pak Barkah sambil berjalan ke arah kamar mandi entah mau ngapain.


Fitri tak menghiraukan ucapan ucapan Pak Barkah malah sekarang dia sedang ketakutan karna kalo sudah nikah harus memberikan hak kepada suaminya sekarang, tapi Fitri belum sepenuhnya siap untuk menghadapi itu.


Fitri langsung memaikan selimutnya sampe atas kepala lalu dia mencoba untuk santai tapi tetap saja dia selalu panik takut dll. Pintu kamar mandi terbuka dan Pak Barkah melihat Fitri di kerubuni oleh selimut tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, lalu dia jalan kearah ranjang.

__ADS_1


"Saya tau kamu belum siap, saya akan tunggu kamu sudah siap" ucap Pak Barkah


Fitri langsung membukakan selimut saking kagetnya dan dia melihat kearah wajah Pak Barkah ingin melihat apakah ucapannya yang tadi benar atau tidak, dia hanya ingin memastikan saja.


"Sudah ayo tidur, kamu sudah sangat lelah" ucap Pak Barkah sambil mengelus kepala Fitri. Fitri yang diperlakukan seperti itu membuat dia merasa jantungnya seperti berlari.


Lalu Fitri merebahkan badannya dikasur dengan posisi membelakangi Pak Barkah dan kagetnya Pak Barkah memeluknya dari belakang. Fitri akan memberontak tapi pelukannya malah makin erat dan Fitri hanya bisa pasrah.


"Sudah diem tidur, selamat tidur istriku tidur yang nyenyak" bisik Pak Barkah tepat di telinga Fitri dan itu membuat Fitri beberapa detik terpaku


"O-ouh iya mas, selamat tidur juga" gugup Fitri


"Wahhhhh anj-ir maraton nih jantung gue, semoga Pak Barkah gak ngeh kalo gue lagi degdegan parah" batin Fitri


...----------------...


Maap kalo ceritanya garing tapi semoga terhibur, ambil sisi positifnya dan buang sisi negatifnya. Saya sangat menantikan saran dan kritik nya. Jangan lupa like, komen dan vote ya.


see u

__ADS_1


__ADS_2