Mencintai Dalam Diam

Mencintai Dalam Diam
MDD episode 109


__ADS_3

Keduanya sudah duduk berjejer. Ternyata tempatnya merupakan warung lesehan yang di desain sedemikian apik,sehingga membuat nyaman pengunjung.


Namun demikian menu yang di sajikan bukan menu yang mahal. Mungkin sasaran owner memang untuk para mahasiswa yang berjiwa santai dengan makanan yang ramah di kantong.


"Silahkan mba....mas....mau pilih menu apa?" kata pramusaji duduk bersimpuh sejajar dengan kami yang duduk santai di lantai beralaskan tikar.


"Aku mau bebek goreng 1 tambah tempe goreng 2,minunya es jeruk." kata Satya


"Aku tempe goreng aja 2 dan tahunya juga 2,minumnya lemon tea panas. Punya temenku juga di ganti nggak pakai es. Ganti yang panas aja." kata Rose.


"Emang kenapa nggak boleh es...?"tanya Satya kepada Rose.


"Udah nggak usah bantah,nurut aja."kata Rose.


"Kalau gitu lemon tea panasnya yang 2 es jeruknya tetep mas." kata Satya menambah pesanannya.


Sambil menunggu pesanannya datang,mereka duduk di tempatnya yang kebetulan mendapat lokasi yang agak di pojok. Ditemani dengan musik yang tidak terlalu keras,namun bisa menjaga privacy komunikas dari pengunjung di sana.


"Aku minta maaf ya mba....tentang tadi waktu di teller." kata Satya membuka pembicaraan.


"Kenapa minta maaf,nggak usah di pikirkan." jawab Rose singkat.

__ADS_1


"Sebenarnya nggak mau memikirkan mba...hanya saja selalu teringat wajah mba yang nampak bersedih. Padahal selama ini mba udah bantu aku begitu banyak,tapi dengan melihat mba sedih,aku merasa jadi orang yang nggak bisa berbalas budi." jawab Satya.


"Ini lagi balas budi....traktir aku makan. Anggap aja lagi berbalas budi...."jawab Rose terkekeh. Rose berusaha menanggapi dengan datar,karena takut hal-hal akan terjadi jika menanggapi dengan hati. Masalahnya akan ia tutup untuk dirinya sendiri. Dan hatinya akan di persiapkan untuk menjadi hati yang tak lagi mudah tersentuh oleh perasaan.


Satya hanya terdiam. Pikirannya mengatakan jika Rose tengah membangun benteng untuk menutupi hatinya. Satya masih cukup bersyukur,walaupun tak mampu menyentuh hati Rose,minimal masih di beri kesempatan untuk sering bersama walau berbalut pertemanan. Satya akan mengikuti alurnya saja.


"Kalau mba suka nggak apa-apa aku traktir makan penyetan tiap hari." jawab Satya menanggapi komentar Rose.


" Yang ada nanti kamu kena marah kedua orang tuamu,uangnya habis buat traktir aku." jawab Rose.


"Mana ada bapak ibuku marah. Yang ada mereka berterimaksih karena mba udah nolongin aku ." jawab Satya.


"Memangnya mereka tahu,kalau aku menolongmu?"tanya Rose heran.


" Kamu itu terlalu berlebihan,hal remeh seperti itu pakai di ceritakan." jawab Rose. Sambil menggeser menu pesanan yang sudah di sajikan.


Mereka menikmati pesanannya sambil sesekali berbincang-bincang.


"Ini sambelnya sesuai selera. pedesnya mantap,pas buat aku." kata Rose yang nampak sangat menikmati makanannya. Tempe dan tahu yang di goreng masih panas,di tambah sambal cabai rawit mentah dengan aroma bawang yang menggoda karena terkena panas minyak goreng yang dituangkan di sambalnya,menambah selera makan meningkat.


"Uhm....pedes banget mba....!" komentar Satya sambil minum es jeruk pesanannya. Namun tak mengurangi rasa pedasnya. Wajahnya memerah sambil beberapa kali menggaruk kepalanya karena tiba-tiba terasa gatal karena efek pedasnya.

__ADS_1


Rose menggeser minuman lemon tea panas ke depan Satya dan segera di seruput Satya. Satya heran,ternyata minuman panas bisa menetralisir rasa pedas.


"Wah...mba Rose hebat,pantesan pilihannya minuman panas. Ternyata ada khasiatnya." kata Satya sambil memeluk pundak Rose spontanitas.


"Tangannya di kondisikan....kebiasaan dech....." kata Rose namun tanpa ada nada kemarahan dari sorot matanya.


" Maaf...maaf....spontanitas aja mba,nggak sengaja" jawab Satya sambil menangkupkan kedua tangannya.


"Habisnya aku pikir tadi nggak boleh minum es karena mau ngerjain aku,makan pedes minumnya panas mau bikin mulutku kebakar. Ternyata justru sebaliknya. Calon istri idaman banget sich....jadi gemes !" jawab Satya sambil cengar cengir.


" Ye.....istri idaman siapa.....kalau istri idaman nggak bakalan di cuekin juga." jawab Rose.


"Aku nggak pernah nyuekin lho mba....tapi perhatianku nggak dianggap juga....." rajuk Satya. Rose yang tersadar karena keceplosan bicara langsung terdiam.


"Nampaknya jawaban tadi dari hati banget lho.....!" goda Satya kepada Rose. Karena gemes dengan ocehan Satya,dengan sengaja Rose menyuapkan tempe goreng yang penuh dengan sambal ke mulut Satya.


"Nggak papa....walaupun pedas enak juga kalau di suapin ." oceh Satya lagi. Semakin hari Satya semakin berani menggoda Rose. Hatinya selalu menghangat jika bersama Rose .


"Besok ada acara nggak Sat....?" tanya Rose.


"Nggak ada.....kenapa ?" balik tanya Satya.

__ADS_1


"Temenin aku ke lokasi kost buat praktik jiwa yang bulan depan.


"Hayuk......jam brapa. Aku stay di aspa besok ." jawab Satya. Hatinya sangat senang akan permintaan Rose.


__ADS_2