Menikah Kontrak Dengan Tuan Muda

Menikah Kontrak Dengan Tuan Muda
Kekhawatiran Rey dan Pak Gun


__ADS_3

Setelah makan malam, semua orang dewasa melanjutkan obrolannya di ruang keluarga. Sementara Luna mengajak Dara untuk ke kamarnya.


Kedua gadis itu sepertinya merasa cocok satu sama lain. Terbukti di pertemuan kedua ini mereka sudah bisa mengobrol banyak. Luna yang apa adanya, suka bercanda, ceria dan mendominasi percakapan, lalu Dara yang polos, sedikit kalem, lebih banyak mendengar dan suka tertawa melihat ocehan Luna, sudah seperti sebuah kesatuan yang pas.


Luna tak segan - segan menunjukkan isi kamarnya, koleksi dan hobinya pada Dara. Melihat itu, Dara hanya bisa tersenyum kagum. Gadis belia itu tidak merasa minder ataupun iri, tapi ia justru sangat antusias dan mulai banyak bertanya tentang kawan dan saudara barunya itu.


Sementara disisi bangunan yang lain, para pelayan tengah menikmati hidangannya di ruang makan khusus untuk mereka. Berbeda dari ruang makan di rumah utama, disini mereka bisa makan sambil berbagi cerita satu sama lain. Bukan cerita tentang penghuni rumah ini tentunya. Mereka terbiasa mengobrol dan menceritakan tentang keluarga mereka. Diantara mereka tidak ada hubungan darah, tapi mereka sangat dekat satu sama lain.


Sebagian diantara mereka yang memiliki keluarga diijinkan pulang kerumah, dengan syarat tidak boleh terlambat saat datang kemari keesokan harinya. Mereka diwajibkan datang 15 menit lebih awal sebelum memulai pekerjaan mereka. Sedangkan pelayan yang tidak berkeluarga diminta menginap disini, tentunya dengan gaji yang lebih banyak dari pada mereka yang bisa pulang dan pergi.


Hal berbeda berlaku untuk Pak Gunawan, dengan jabatannya sebagai kepala pelayan. Pak Gunawan adalah orang yang paling panjang jam kerjanya dan juga paling berat tanggung jawabnya. Ia sering pulang larut malam, dan datang sangat pagi sekali pada keesokan harinya. Bahkan Pak Gunawan lebih sering memilih untuk menginap dirumah ini. Meskipun rumahnya juga berada tak jauh dari komplek ini, tapi kadang ia merasa sangat khawatir jika meninggalkan keluarga ini begitu saja.


Walaupun diluar sana sudah ada beberapa keamanan yang siaga menjaga rumah ini beserta penghuninya, namun Pak Gun tetap saja tidak bisa merasa tenang.


Malam ini pria paruh baya itu beserta Rey dan Sista berada dalam satu meja, sedang menikmati jamuan makan malamnya.


"Pak Gun," panggil Rey, setelah selesai dengan aktivitas makannya.


"Ada apa?"


Pak Gun meletakkan gelas minumannya yang telah kosong.


"Ada berita buruk di perusahaan," kata Rey lirih. Ia menundukkan kepalanya dan menarik napas panjang, lalu menghembuskannya sedikit kasar. Terdengar seperti menyimpan sebuah beban yang berat.


Mendengar hal itu, Pak Gunawan menatap serius pada sekertaris Rey. Lelaki paruh baya itu menantikan lanjutan kalimat yang keluar dari mulut pemuda itu.


"Mathias berkhianat, dia pergi dari perusahaan dan sekarang menghilang meninggalkan Indonesia."


"Bagaimana bisa?"

__ADS_1


Meski Pak Gunawan hanyalah seorang kepala pelayan, tapi dia adalah orang yang memiliki pendidikan tinggi, cerdas, pandai strategi dan juga mahir menggunakan senjata api.


Lelaki itu mengepalkan tangannya setelah mendengar berita dari Rey.


"Mathias melakukannya dengan sangat rapi, dan lelaki itu sekarang kabarnya telah bergabung dengan perusahaan Phanom. Rey berharap, Pak Gun bisa menjaga informasi ini dari Tuan besar."


"Perusahaan Phanom lagi?"


Pak Gun mengeratkan giginya dengan geram saat mendengarnya. Perusahaan yang telah menghilang selama bertahun - tahun itu, bagaimana bisa muncul kembali? Bukankah Jordan dan Hendrawan telah mendekam dipenjara setelah tertangkap karena hampir meledakkan gedung utama Globalindo saat itu?


Beberapa tahun silam, saat Morgan masih masih belum genap 20 tahun, ada situasi mencekam di gedung tersebut. Beberapa orang suruhan dari Phanom menyelinap sebagai security dan tengah berusaha untuk meledakkan bangunan baru yang menjulang tinggi tersebut. Saat itu adalah saat dimana Wira dan keluarga sedang berada di dalam gedung tersebut untuk meresmikannya sebagai gedung utama.


Beruntung sekertaris Ji dan anak buahnya dapat membekukan gerakan mereka, sehingga situasi genting tersebut bisa di kusai kembali.


Dan Mathias? Kenapa lelaki itu justru sekarang berbalik memihak dan bergabung pada perusahaan itu? Sedangkan dirinya dulu justru adalah orang yang menjadi sasaran pembunuhan, karena lelaki itu juga adalah seorang yang tau dan mahir berstrategi dalam Globalindo? Apa yang sebenarnya direncanakannya? Pak Gunawan masih meraba - raba situasi saat ini.


"Kau tenang saja, jauh sebelum hari ini aku sudah menyiapkan banyak keamanan di luar komplek ini. Kau bahkan juga tahu, sebagian dari pelayan disini adalah orang - orang yang kubawa dari sebuah agen yang mengerti tentang senjata dan beladiri. Rumah ini biarkan menjadi tanggung jawabku." Pak Gun berkata dengan yakin, meski jauh di dalam hatinya juga merasakan kegelisahan. Tapi ia tidak mungkin membiarkan Rey memikirkannya sendirian.


Mengandalkan sekertaris Ji, juga ia tidak tega. Lelaki itu sudah sangat bekerja keras selama ini. Ia bahkan putri kecilnya pernah sampai menjadi korban penculikan dan dijadikan sandera oleh Jordan. Lelaki yang hampir tidak waras karena perusahaannya tidak bisa menandingi Globalindo saat itu.


Beruntung saat itu putri sekertaris Ji bisa diselamatkan dari genggaman anak buah Jordan. Meskipun akhirnya gadis kecil itu mengalami trauma setelah kejadian tersebut.


"Apa Jordan dan Hendrawan telah keluar dari penjara?" tanya Pak Gun.


"Begitulah, mereka saat ini cukup kuat. Putra mereka tentu juga sudah dewasa. Aku sungguh takut, semua ini akan menjadi ancaman serius bagi kelurga Tuan besar," kata Rey.


"Baiklah, jangan terlalu gegabah menghadapi ini. Jika waktu sekertaris Ji bersama anak buahnya bisa dengan mudah membekukan mereka, tapi saat ini pasti berbeda. Bagaimana dengan The Lion? Apa mereka bisa diandalkan?" tanya Pak Gun serius.


The Lion adalah salah satu geng mafia besar yang ditaklukkan oleh anak buah Rey dan bersedia mengabdi untuk Globalindo. Rey menggunakan mereka sebagai tameng yang membentengi perusahaan dan keluarga Wira selama hampir 10 tahun ini.

__ADS_1


"Aku yakin mereka bisa diandalkan, bahkan Anton dan Robin bilang jumlah mereka terus bertambah setiap bulannya." Rey berkata dengan yakin.


"Semoga semua masih bisa dikendalikan. Kenapa masalah ini datang lagi, disaat Tuan besar sudah waktunya beristirahat dan menikmati hari tuanya."


Sekertaris Rey dan Pak Gunawan sama - sama terdiam. Mereka terlihat berpikir.


Saat itu Rey masih muda seperti Morgan, belum bisa berbuat banyak. Tapi Rey adalah orang yang sangat tanggap. Hanya dalam beberapa bulan setelah Wira secara resmi mengangkatnya sebagai sekertaris kedua, ia telah banyak menguasai situasi perusahaan.


Suasana begitu hening, baik Rey maupun Pak Gunawan sepertinya memang sedang mempelajari situasi ini.


Sementara Sista yang hanya bisa menjadi pendengar disana pun masih berusaha mencerna.


Ia bahkan tidak pernah mendengar berita bahwa gedung utama perusahaan Globalindo pernah hampir diledakkan. Dia daat itu mungkin masih kecil, tapi bukankah ia cukup umur untuk bisa mencerna berita yang berseliweran di televisi.


Mungkinkah selama ini segala sesuatu tentang keluarga ini begitu tertutup? Terlihat bahagia namun juga menyimpan misteri yang tidak diketahui oleh masyarakat umum?


Memikirkan hal itu, Sista menjadi sedikit takut dan berpikir. Mungkinkah sekertaris Rey sengaja melatihnya habis - habisan juga karena hal ini?


Segala sesuatu yang berkaitan dengan keluarga ini harus dilindungi, begitu juga Eylina. Ya, Eylina sekarang adalah harta Morgan yang paling berharga. Eylina bisa saja menjadi target kejahatan oleh rival bisnis Morgan. Sekarang nama pemimpin perusahaan adalah Morgan Wiratmadja, yang artinya ia adalah tokoh utama perusahaan itu saat ini. Dan Eylina?


Sista merasa merinding sekali membayangkannya. Ia sedikit takut, tapi ia juga tidak bisa meminta berhenti dari pekerjaannya saat ini. Eylina adalah sahabatnya, dialah yang membuat Eylina masuk dan terlibat dalam keluarga ini.


Dan setelah tau cerita kelam ini, Sista bertekad untuk melindungi sahabatnya itu, apapun yang terjadi. Lagipula diluar Eylina dan keluarganya, ia juga tidak memiliki siapapun lagi.


Malam itu setelah undur diri dari hadapan sekertaris Rey dan Pak Gun, Sista menuju ke kamarnya dan merebahkan dirinya di atas tempat tidurnya.


"Gila ... informasi keluarga ini memang sangat tertutup sekali. Aku senang, Eylina mendapat keluarga dan pasangan seperti Tuan Morgan dan keluarganya. Tapi ternyata, masuk ke dalam keluarga ini juga bisa sangat mengancam jiwa sahabatnya. Mafia? Gengster? Senjata api? Oohh ya Tuhan, lindungi semua orang - orang baik ini dari bahaya apapun." Sista bermonolog di dalam kamarnya dengan posisi tubuhnya yang meringkuk di bawah selimut tebal.


💗💗💗💗💗💗

__ADS_1


__ADS_2