Menikah Kontrak Dengan Tuan Muda

Menikah Kontrak Dengan Tuan Muda
Gagal


__ADS_3

"Sayang ... maafkan mamaku, ya?" Morgan menoleh menatap lekat mata gadis itu seraya merangkulnya dan meletakkan kepala Eylina di bahunya.


"Hey, tidak masalah ... aku tidak apa - apa," aku tahu perasaan mama, hal itu beliau lakukan hanya karena ingin melindungi mu. Lanjut Eylina dalam hatinya.


Ia mendongakkan kepalanya sekejap lalu meraih pipi Morgan dan mengusapnya perlahan.


Aku yakin, bagaimanapun kerasnya sikap seorang ibu, ia pasti mempunyai hati yang begitu hangat. Begitupun ibu mertua, mungkin kami hanya butuh mengenal satu sama lain. Aku akan berusaha ....


Eylina menyunggingkan senyum di bibirnya dan menatap lekat pahatan wajah suaminya yang nyaris sempurna itu, mata mereka bertemu untuk beberapa saat. Mereka saling tersenyum.


"Bibirmu sangat menggoda," kata Morgan kemudian. Tangannya meraih dagu Eylina, mengusap lembut dengan ibu jarinya, ia semakin mendekatkan wajahnya dan menempelkan bibirnya pada bibir istrinya.


Angin sore yang berhembus melewati jendela serta sinar jingga yang mulai temaram menambah kesyahduan diantara keduanya.


Keduanya mulai berganti posisi, mencari kenyamanannya masing - masing. Semakin lama ciuman mereka terasa semakin panas dan menuntut.


Tak terasa keduanya tengah terbaring di atas ranjang tempat tidur.


Morgan semakin menggila, lelaki itu telah dikuasai oleh hasratnya. Tangannya dengan liar bermain di berbagai bagian di tubuh Eylina, sementara bibir mereka terus berpagutan mesra.


"Sayang, hentikan!" Eylina mencegah tangan suaminya yang hendak menyusup ke bagian bawahnya. Gadis itu terengah - engah setelah berciuman cukup lama, ia terlihat sedang mengatur napasnya. Eylina pun sama seperti suaminya, sudah sangat terbakar saat ini. Darah di dalam dirinya terasa panas dan bergemuruh, namun ia tersadar, jika apa yang terasa menuntut itu tak bisa dituntaskan sekarang.


"Argghhh ...." Morgan terlihat frustasi, lelaki itu mengacak - acak rambutnya. Ia bahkan sampai memukul bantal yang tak berdosa di sampingnya dan menenggelamkan wajahnya disana.


"Sayang, maafkan aku," lirih Eylina seraya mengusap punggung suaminya. Gadis itu merasa bersalah atas keadaan ini, ia kemudian bangun dan beringsut kebelakang untuk menyandarkan punggungnya di kepala tempat tidur dan membenahi pakaiannya.


"Kenapa kau tega sekali membiarkanku terlunta - lunta seperti ini, hah?" lelaki itu berkata manja seraya mendongakkan wajahnya untuk menatap istrinya.


Lelaki itu beralih, tengkurap dan beringsut ke pangkuan Eylina lalu meletakkan kepalanya disana dan melingkarkan tangannya di pinggul gadis itu dengan sangat manja.


Eylina mengusap kepala suaminya dengan lembut. Ia juga kasihan melihat suaminya seperti ini. Lelaki itu pasti sangat tersiksa karena berulang kali gagal menuntaskan hasratnya.


Maafkan aku, entah kapan haid ini akan selesai. Semoga besok atau lusa sudah berhenti.


"Sayang, aku ingin berbicara sesuatu padamu ...." Eylina mulai menyusun kalimat setelah beberapa saat berpikir.


"Ini tentang mama," kata Eylina dengan lirih.


Namun tak ada sahutan dari Morgan. Eylina menganggap itu adalah sebuah persetujuan.


"Sayang, bolehkah aku minta sesuatu?" tanya Eylina, tangannya masih mengusap kepala Morgan. Lelaki itu masih tak menyahuti perkataan istrinya.


"Sayang? Kenapa kau tidak menjawabku? Apa kau marah?" Eylina mengguncang tubuh Morgan dengan perlahan, namun suaminya tetap tak bereaksi.


Ia mulai curiga, lalu menengok wajah suaminya yang ada di pangkuannya.


Hhhh ... dia tidur rupanya. Kasihan sekali ....


Gadis itu tersenyum melihat wajah Morgan yang sedang tertidur di pangkuannya. Lalu beringsut menarik badannya dengan sangat pelan.


Eylina memilih untuk mandi karena badannya terasa lengket setelah aktivitas seharian ini.

__ADS_1


Ia melangkahkan kakinya ke kamar mandi, dan mulai menanggalkan satu persatu pakaiannya.


Syukurlah, darahnya hanya tinggal sedikit. Semoga besok sudah selesai.


Batin Eylina saat melihat pakaian terakhir yang ia lepaskan.


Ia lalu membasahi tubuhnya di bawah pancuran air yang keluar dari shower. Menikmati setiap percikan yang mengenai tubuh polosnya. Membersihkan inci demi inci bagian tubuhnya dan membilasnya.


Lalu dengan memakai handuk kimononya ia berjalan ke ruang ganti dan memakai pakaian disana.


Eylina keluar dan meraih ponselnya di atas nakas dan membawanya. Ia rindu sekali dengan sahabatnya. Lalu menekan aplikasi pengirim pesan dan mencari nama Sista disana seraya menjatuhkan dirinya ke sofa.


"Sista, gimana kabar lo?" tulis Eylina. Pesan itu lalu terkirim dan langsung dibaca oleh sahabatnya.


Ting ...


Sebuah pesan masuk di ponsel Eylina.


Hai Lin ... aaa ... gue kangen banget sama lo. Kapan lo main kesini?


"Belum tau Sis, tergantung suami gue kalau itu sih hehehe, tapi gue usahain secepatnya kok. Gue kan nggak boleh keluar sendiri," balas Eylina.


Kenapa?


"Nggak tau juga, hahaha ...."


Kenapa lo nggak minta sopir aja sih, kan enak bisa kemana - mana tanpa harus nunggu Tuan Morgan. Suami lo kan kaya raya, nggak masalah kan kalau sewa sopir satu lagi buat istrinya ....


Payah lo! Sama suami sendiri aja nggak berani. Balas Sista dengan disertai emoticon tertawa mengejek.


"Lo nggak gau sih ...."


Apaan emang?


"Nggak jadi hahaha...,"


Nggak jelas ih ... eh Lin ntar setelah ini lo hapus pesan dari gue ya.


"Kenapa?"


Gue takut hahaha ....


"Nah kan, berarti sedikit banyak lo sendiri tau kan?"


Hehe ... iya. Kok lo bisa chat gue? Emang nggak sibuk? Biasanya kan nggak ada waktu buat orang lain ... hahaha ....


"Rese lo! Udah ya, suami gue udah bangun."


Jangan lupa hapus pesan gue Lin.


"Iya, cerewet amat sih!"

__ADS_1


Eylina menutup percakapan pesannya dengan Sista dan segera menghapus pesan tersebut sebelum ia menghampiri suaminya yang masih mengucek matanya.


"Chating sama siapa?" celetuk Morgan.


Ya ampun, kok bisa tau sih kalau aku lagi berkirim pesan sama Sista.


"Oh ... itu, sama Sista sayang. Aku hanya ingin menanyakan kabarnya."


Eylina duduk di sebelah suaminya.


"Benarkah?"


"Tentu saja, sayang ... mmm ... bolehkah aku mengunjungi ibuku sendirian? Maksudku, saat aku tiba - tiba kangen sama ibu, apa boleh aku pergi sendiri tanpamu?" dengan sangat ragu - ragu Eylina mencoba bertanya. Ia meremas jari - jemarinya


"Tidak boleh!" jawab Morgan dengan tegas seraya menatap tajam pada Eylina.


"Kenapa?" dengan wajah polosnya, gadis itu mengernyitkan dahinya.


"Kau ini nakal sekali ya? Kalau ada yang menculik mu atau berbuat jahat padamu bagaimana, hah?" jelas Morgan seraya menatap Eylina seperti seorang ayah yang sedang menasehati anaknya.


Apaan sih? Siapa juga yang sudi menculikku?


"Mmm ... kau kan bisa menyewa bodyguard untukku hehehe," gadis itu meraih lengan kekar suaminya dan bergelayut manja.


"Bodyguard ya? Tidak! Kau nanti malah asik berkencan dengannya. Apa kau mau berselingkuh di belakangku hah?" dengan gemas lelaki itu mentowel hidung Eylina.


Ihhh ... pikiran macam apa itu? Selingkuh, laki - laki lain ... selalu itu saja yang dibahas.


Eylina menyandarkan kepalanya di bahu Morgan dan berpikir.


"Bagaimana kalau bodyguard perempuan?" tanya Eylina antusias dan mendongakkan kepalanya.


"Mmm ... baiklah, nanti akan kupikirkan,"


"Terimakasih sayang." Eylina semakin merekatkan pelukannya di lengan suaminya.


"Tapi aku tidak janji akan mengabulkannya, aku hanya akan memikirkannya," tambah Morgan dengan tanpa beban, yang dengan seketika merubah wajah bahagia Eylina menjadi sebal.


Gadis itupun melepaskan pelukannya dengan segera dan mengerucutkan bibir mungilnya.


"Hahaha ...."


Morgan tertawa dan mengusap pucuk kepala Eylina dengan gemas.


"Aku hanya bercanda. Muah ... baiklah akan ku suruh Rey mencarikan bodyguard dan juga sopir untukmu, tapi mungkin tidak dalam waktu dekat ini. Ingat, kau harus menjaga kesehatanmu, tidak lama lagi kau akan menjalani operasi," tatap Morgan penuh makna.


"Ya, aku tahu ... terimakasih karena sudah mengerti ku selama ini," balas Eylina seraya mengusap lembut pipi suaminya. Ia lalu berhambur memeluk tubuh kekar lelaki itu.


Untukmu, aku akan melakukan segalanya. Morgan. Ia mempererat pelukannya.


💗💗💗💗💗💗

__ADS_1


__ADS_2